TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kualitas udara di Kota Jambi memburuk akibat kabut asap. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada Minggu (23/8/2026) terus mengalami peningkatan hingga masuk kategori tidak sehat.
Wali Kota Jambi Maulana mengatakan, kondisi kualitas udara tersebut menunjukkan tren kenaikan sepanjang hari.
Pada pagi hari, ISPU masih berada di angka 83, kemudian meningkat menjadi 101 pada siang hari dan mencapai 133 pada sore hari.
"Kita pantau di pagi hari masih 83, siang naik di 101 dan sore sudah 133," ujar Maulana, Minggu (23/8/2026) malam.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kota Jambi akan menggelar rapat untuk membahas langkah penanganan kabut asap. Rapat dijadwalkan berlangsung Senin (24/8/2026) pukul 13.00 WIB di Aula Griya Mayang.
Maulana menyebut pembahasan diperlukan untuk menentukan langkah yang tepat karena kondisi kualitas udara masih fluktuatif. Pemerintah juga akan melihat perkembangan kondisi udara sebelum menentukan kebijakan lebih lanjut.
Di tengah kondisi tersebut, Wako Jambi meminta masyarakat waspada, terutama kelompok yang rentan terdampak kualitas udara buruk.
Maulana mengimbau warga menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada pelajar, orang lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan atau rentan mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Dampak kabut asap juga mulai dirasakan sektor penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi. Jarak pandang yang terbatas menyebabkan sejumlah penerbangan mengalami gangguan pada Minggu 23/8/2026
General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi Ardon Marbun mengatakan, terdapat dua penerbangan menuju Jambi yang harus dialihkan ke bandara alternatif karena kondisi jarak pandang tidak memungkinkan untuk melakukan pendaratan dengan aman.
Penerbangan Batik Air ID 6804 rute Jakarta-Jambi yang menggunakan pesawat Airbus A320 dengan registrasi PK-LAT dialihkan ke Bandara Hang Nadim Batam.
Sementara itu, penerbangan Super Air Jet IU 842 rute Jakarta-Jambi dengan pesawat Airbus A320 registrasi PK-STZ dialihkan ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.
Pengalihan pendaratan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan penumpang dan kru pesawat sebagai prioritas utama.
Selain dua penerbangan yang dialihkan, sejumlah penerbangan dari Bandara Sultan Thaha menuju berbagai destinasi juga mengalami keterlambatan akibat kondisi kabut asap.
Pihak operasional Bandara Sultan Thaha telah berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk menangani dampak terhadap penumpang, termasuk mereka yang mengalami penundaan keberangkatan.
Masyarakat yang akan bepergian melalui Bandara Sultan Thaha juga diimbau memantau perkembangan jadwal penerbangan dan berkoordinasi dengan maskapai masing-masing.
Kondisi tersebut menjadi salah satu dampak nyata memburuknya kualitas udara di Jambi. Pemerintah Kota Jambi kini menyiapkan langkah penanganan, sementara pihak bandara terus melakukan pemantauan terhadap jarak pandang demi memastikan keselamatan penerbangan. (Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi)
Baca juga: Senin Pagi, Udara Kota Jambi Sangat Tidak Sehat, ISPU Tembus 204 Akibat Kabut Asap
Baca juga: Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Dua Pesawat Gagal Mendarat di Bandara Sultan Thaha Jambi