Performa Antarlini AC Milan Saat Menang atas Torino
Gia Yuda Pradana August 24, 2026 11:30 AM

Liputan6.com, Jakarta - AC Milan mengawali Serie A 2026-27 dengan kemenangan 2-1 atas Torino di Stadion Olimpico Grande Torino, Senin (24/8/2026) dini hari WIB. Alphadjo Cisse membuka keunggulan pada menit ke-64 sebelum Adrien Rabiot menggandakan skor tiga menit kemudian.

Torino baru memperkecil ketertinggalan melalui Che Adams pada menit ke-90+3. Gol tersebut menjadi satu-satunya tembakan tepat sasaran Torino sepanjang pertandingan, tetapi AC Milan tetap mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir.

Performa antarlini AC Milan memperlihatkan sejumlah hal positif pada laga pembuka. Lini belakang relatif solid, sektor tengah bekerja efektif, sedangkan Cisse dan Rabiot memberikan dampak besar untuk mengamankan tiga poin.

Lini Belakang Solid, Maignan Minim Ujian

Kiper AC Milan, Mike Maignan, menjadi korban rasisme saat timnya bersua Udinese pada laga pekan ke-21 Serie A di Bluenergy Stadium, Udine, Minggu (21/1/2024) dini hari WIB. (AFP/Gabriele MENIS/ANSA)
Kiper AC Milan, Mike Maignan, menjadi korban rasisme saat timnya bersua Udinese pada laga pekan ke-21 Serie A di Bluenergy Stadium, Udine, Minggu (21/1/2024) dini hari WIB. (AFP/Gabriele MENIS/ANSA)

Mike Maignan menjalani pertandingan yang relatif tenang karena Torino kesulitan menciptakan peluang. Ia tidak mampu berbuat banyak ketika Adams melepaskan tembakan akrobatik yang menjadi gol pada masa tambahan waktu.

Mario Gila tampil sebagai bek tengah terbaik AC Milan dengan keberanian naik membantu proses membangun serangan. Ia juga aktif mengalirkan bola secara vertikal, meski sempat melakukan kesalahan ketika berduel dengan Alieu Njie.

Koni De Winter tampil cukup tenang setelah melakukan clearance yang kurang meyakinkan pada awal pertandingan. Selain momen tersebut, ia mampu menjalankan tugas dengan baik dan membantu AC Milan membatasi ancaman Torino.

Strahinja Pavlovic juga memberikan performa solid meski masih bisa lebih kuat dalam sejumlah duel. Penguasaan bolanya belum selalu rapi, tetapi secara keseluruhan ia mampu menjaga lini belakang tetap stabil.

Musah dan Jashari Jaga Lini Tengah

Gelandang AC Milan, Luka Modric, merayakan gol timnya dalam laga Serie A antara Lecce dan AC Milan di Via del Mare, Lecce, Italia, Jumat, 29 Agustus 2025. (Giovanni Evangelista/LaPresse via AP)
Gelandang AC Milan, Luka Modric, merayakan gol timnya dalam laga Serie A antara Lecce dan AC Milan di Via del Mare, Lecce, Italia, Jumat, 29 Agustus 2025. (Giovanni Evangelista/LaPresse via AP)

Yunus Musah tampil meyakinkan meski sempat ada kekhawatiran mengenai keputusannya menjadi starter. Ia bekerja keras merebut bola, menutup ruang, dan beberapa kali menunjukkan kualitas ketika membawa bola maupun mengalihkan permainan.

Ardon Jashari juga cukup aktif mencari bola dan membantu perpindahan permainan dari satu sisi ke sisi lainnya. Namun, kontrol bola masih menjadi aspek yang perlu diperbaiki oleh gelandang asal Swiss tersebut.

Ruben Loftus-Cheek menjalani pertandingan yang kurang memuaskan. Ia terlalu pasif pada babak pertama dan gagal memaksimalkan sejumlah peluang kecil sebelum digantikan Rabiot.

Luka Modric kemudian memberikan kontrol yang lebih baik di lini tengah setelah masuk sebagai pemain pengganti. Pengalaman dan kemampuannya mengatur tempo membuat permainan AC Milan lebih terarah pada fase akhir pertandingan.

Cisse dan Rabiot Jadi Pembeda

Pemain AC Milan Alphadjo Cisse merayakan gol dalam laga Serie A antara Torino vs Milan di Turin, Italia, Minggu, 23 Agustus 2026. (Marco Alpozzi/LaPresse via AP)
Pemain AC Milan Alphadjo Cisse merayakan gol dalam laga Serie A antara Torino vs Milan di Turin, Italia, Minggu, 23 Agustus 2026. (Marco Alpozzi/LaPresse via AP)

Cisse sempat kesulitan pada babak pertama setelah gagal memanfaatkan dua peluang. Namun, penyerang muda tersebut bangkit dengan penyelesaian tenang ke sudut kanan atas untuk membuka keunggulan AC Milan.

Rabiot memberikan dampak luar biasa setelah masuk dari bangku cadangan. Ia terlebih dahulu mengirim umpan kepada Cisse untuk gol pembuka, lalu mencetak gol kedua melalui volley di tiang jauh.

Samuel Chukwueze juga memberikan kontribusi penting meski belum maksimal pada babak pertama. Umpan silangnya untuk gol Rabiot menjadi salah satu momen terbaiknya, ditambah beberapa aksi tracking back yang membantu tim.

Goncalo Ramos bekerja keras sepanjang pertandingan dan memberikan kontribusi fisik yang diharapkan dari seorang penyerang. Namun, ia belum banyak mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kualitas lainnya karena suplai bola ke lini depan masih terbatas.

Kemenangan ini menjadi modal positif bagi AC Milan setelah perjalanan sulit ke markas Torino. Jika performa antarlini tersebut terus berkembang, pasukan Ruben Amorim memiliki fondasi yang cukup baik untuk menghadapi laga-laga berikutnya.

Sumber: Sempre Milan

Klasemen

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.