Disbun Fakfak Dorong Penguatan Pangan Lokal Lewat Pangkur Sagu di Kayauni
Hans Arnold Kapisa August 24, 2026 11:44 AM

 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK – Aktivitas pangkur sagu yang dilakukan Kelompok Henggi Sagu Yosepus Iba bersama Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Fakfak menjadi momentum penting dalam mendorong penguatan pangan lokal di Distrik Kayauni, Papua Barat.

Kepala Disbun Fakfak, Widhi Asmoro Jati, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal.

“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk melihat langsung aktivitas masyarakat dalam mengelola dan memanfaatkan dusun sagu yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat,” ujarnya, Senin (24/8/2026).

Dalam kunjungannya, Widhi tidak hanya menyaksikan proses pengolahan, tetapi juga ikut serta dalam pangkur hingga pembuatan sagu tumang secara tradisional.

Baca juga: Disbun Fakfak Perkuat Hilirisasi Pala Tomandin lewat Pelatihan Literasi Usaha 5 KUPS

“Kelompok Henggi Sagu mengolah sagu di lahan kurang lebih 3 hektare,” bebernya.

Menurutnya, sagu bukan sekadar sumber pangan keluarga, tetapi juga memiliki nilai sosial, budaya, ekologis, dan ekonomi.

Ia menilai karakteristik sagu di Kayauni cukup unik, terutama pada kerapatan duri pohonnya yang relatif kecil dibandingkan lokasi lain.

“Ini menjadi potensi lokal yang perlu kita kenali, jaga, dan pertahankan,” jelasnya.

Selain itu, kawasan sagu di Kayauni memiliki nilai sosial yang kuat karena dimanfaatkan bersama oleh masyarakat dari Warpa, Hormokokma, Kwagas, Mananmur, dan Patukar.

Baca juga: Mama-mama Papua Senyum di Kahom Wria: Disbun Fakfak Tuai Apresiasi

“Artinya, tempat ini mempunyai fungsi bersama bagi masyarakat. Karena itu, keberadaan dusun sagu perlu kita jaga dan kembangkan,” tegas Widhi.

Ia menambahkan, pengelolaan sagu harus dilakukan secara bijaksana dengan memperhatikan keberlanjutan tanaman.

Dalam tata kelola pemerintahan, urusan sagu berada dalam domain kehutanan sehingga diperlukan kolaborasi lintas perangkat daerah.

“Kolaborasi ini diharapkan memperkuat sinergi antara masyarakat, Disbun, dan perangkat daerah kehutanan agar potensi sagu dapat dimanfaatkan lebih optimal,” katanya.

Dengan pendekatan bersama, potensi dusun sagu di Kayauni tidak hanya terjaga kelestariannya, tetapi juga dapat dikembangkan untuk meningkatkan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat Fakfak.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.