TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN – Pemerintah Kabupaten Klaten terus mendorong pengembangan sport tourism melalui penyelenggaraan event olahraga berskala nasional dan internasional, salah satunya Klaten International Motocross & Kejurnas Motocross Round 6 Tahun 2026.
Ajang tersebut digelar pada 22–23 Agustus 2026 di Sirkuit Bokong Semar, kawasan Rowo Jombor, Kecamatan Bayat, Klaten.
Kejuaraan ini menghadirkan pembalap nasional dan internasional dari 7 negara.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengatakan, penyelenggaraan motocross internasional menjadi bagian dari upaya membangun branding Klaten sebagai sport tourism city.
Menurutnya, lokasi Sirkuit Bokong Semar yang berada di kawasan wisata Rowo Jombor menjadi nilai tambah tersendiri.
Penonton dan peserta yang datang untuk mengikuti maupun menyaksikan kompetisi dapat sekaligus menikmati destinasi wisata yang ada di sekitar lokasi.
“Harapan kita bersama ini event olahraga sekaligus juga bisa berwisata,” kata Hamenang.
Ia berharap konsep tersebut dapat terus dikembangkan melalui penyelenggaraan berbagai event olahraga lainnya.
“Sehingga ke depan akan banyak event-event otomotif atau olahraga yang ada di Kabupaten Klaten berskala nasional ataupun internasional,” ujarnya.
Baca juga: Klaten International Motocross Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Warga Lokal
Menurut Hamenang, pengembangan sport tourism juga menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendorong perputaran ekonomi daerah.
Kehadiran peserta, tim, ofisial, dan penonton dari berbagai daerah maupun negara diharapkan memberikan dampak bagi sektor pariwisata dan pelaku usaha lokal.
Pemkab Klaten juga terus mendorong penguatan stakeholder pariwisata serta perbaikan infrastruktur menuju sejumlah objek wisata.
Dengan demikian, event olahraga diharapkan tidak hanya menjadi agenda kompetisi, tetapi menjadi bagian dari ekosistem pariwisata yang mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Hamenang menambahkan, Klaten saat ini telah mampu menarik sekitar 7,5 juta kunjungan wisatawan.
Tantangan berikutnya, kata dia, adalah meningkatkan lama tinggal wisatawan agar dampak ekonomi yang dihasilkan semakin besar.
“PR kita bersama adalah meningkatkan masa tinggal wisatawan. Kalau sudah bisa sampai menginap insyaallah perputaran ekonominya akan semakin luar biasa,” pungkasnya. (*)