Hasto Kristiyanto Ajak Anak Muda Hidup Sehat Lewat Olahraga di Lapangan THOR Surabaya
Rendy Nicko August 24, 2026 12:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, SURABAYA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak anak muda menjadikan olahraga sebagai budaya. Menurutnya, dari kebiasaan hidup sehat dan sportif lahir kekuatan bangsa.

Ajakan itu disampaikan Hasto saat lari pagi bersama komunitas di Lapangan THOR Surabaya, Senin (24/8/2026).

Lari Pagi Bersama Anak Muda di THOR

Hasto berlari bersama Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, anggota DPR RI Novita Hardini, serta anggota Sub Banteng Culture Surabaya.

Suasana berlangsung santai. Hasto dan rombongan berbaur dengan warga dan komunitas pelari yang memanfaatkan lintasan atletik THOR sejak pagi.

Baca juga: Desainer Trenggalek Wakili Jatim di Nasional Fatmawati Trophy 2026

“Menjaga kesehatan itu dimulai dari kebiasaan-kebiasaan sederhana. Bergerak, berolahraga, berlari. Tidak harus selalu kompetitif. Yang terpenting dilakukan dengan gembira, disiplin dan konsisten,” kata Hasto.

Olahraga Bangun Karakter dan SDM

Menurut Hasto, hidup sehat lebih dari sekadar menjaga kebugaran. Masyarakat sehat adalah fondasi membangun sumber daya manusia.

“Kalau anak-anak muda kita terbiasa hidup sehat, mencintai olahraga, sekaligus belajar disiplin dan sportif, kita sedang membangun kekuatan bangsa dari manusianya,” ujarnya.

Ia menilai olahraga menjadi ruang pembentukan karakter. Dari latihan muncul ketekunan, dari aturan muncul kepatuhan, dan dari pertandingan muncul sportivitas.

Pandangan itu juga ia sampaikan dalam Soekarno Run dan Banteng Ride and Night Run. Baginya, disiplin, kerja keras, dan budaya berlatih harus ditanamkan sejak muda.

THOR, Ruang Publik Bersejarah

Pemilihan Lapangan THOR memiliki makna historis. Nama THOR berasal dari bahasa Belanda _Tot Heil Onze Ribben_, nama klub sepak bola era kolonial.

Lapangan ini dipindah ke Darmo pada 1937. Setelah renovasi, lintasan atletik 8 jalur sepanjang 400 meter diresmikan pada 2017. Kini THOR menjadi pusat aktivitas atletik dan lari warga Surabaya.

“Tempat ini punya sejarah panjang. Namanya saja menarik, THOR, yang sejak dulu berkaitan dengan olahraga. Hari ini tempat bersejarah ini terus hidup karena dipakai masyarakat, atlet dan anak-anak muda untuk menjaga kesehatan dan mengejar prestasi,” ujar Hasto.

Ia berharap ruang publik seperti THOR terus dirawat agar semakin banyak warga bergerak dan membangun kebiasaan sehat.

Dorong Jogging Track Dekat Warga

Eko Wahyono dari Sub Banteng Culture menilai budaya lari di Surabaya perlu didukung fasilitas yang mudah dijangkau.

“Budaya olahraga akan tumbuh lebih cepat kalau masyarakat mudah menemukan tempat yang aman dan nyaman di dekat tempat tinggalnya. Jogging track di sisi-sisi sungai bisa diperbanyak, dan lapangan olahraga di wilayah bisa terus diperbaiki,” kata Eko, sapaan Cak Ek.

Ia berharap Pemkot Surabaya menambah jogging track di tepi sungai dan memperbaiki lapangan di permukiman.

“Kalau di dekat rumah ada jogging track atau lapangan yang layak, anak muda bisa lari, anak-anak bisa bermain, orang tua bisa jalan pagi. Kami berharap fasilitas seperti ini semakin banyak dan merata di seluruh Surabaya,” ucapnya.

Rangkaian Kegiatan di Surabaya

Lari pagi di THOR merupakan bagian rangkaian Hasto di Surabaya. Sehari sebelumnya, Minggu (23/8/2026), ia mengikuti konsolidasi PDI Perjuangan Jatim di Vasa Hotel bersama Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Senin malam, Hasto dijadwalkan hadir di final Soekarno Cup 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo. Final mempertemukan Banteng Jawa Barat dan Banteng Bali.

Turnamen yang diikuti 400 talenta muda dari 16 provinsi itu digelar sejak 10 Agustus. Lapangan THOR juga menjadi salah satu venue penyisihan.

Bagi Hasto, semua kegiatan itu memiliki benang merah yang sama: membangun manusia muda yang sehat, disiplin, dan sportif.

“Politik pada akhirnya juga harus berbicara tentang kualitas manusia Indonesia. Generasi mudanya harus sehat, kuat, punya daya juang, disiplin dan menjunjung sportivitas. Olahraga adalah salah satu jalan yang sangat baik untuk membangun karakter itu,” pungkas Hasto.

(TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.