TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tim Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Bali menangkap seorang pria berinisial IWP (50) di kediamannya di kawasan Pemogan, Denpasar Selatan, Denpasar, Bali.
IWP kedapatan mengedarkan narkotika jenis sabu dan pil ekstasi.
Penangkapan berlangsung pada Senin 17 Agustus 2026, sekitar pukul 19.00 WITA.
Operasi ini bermula dari laporan masyarakat sekitar yang mencurigai adanya perputaran transaksi narkoba di rumah pria paruh baya tersebut.
Baca juga: Pengedar Narkoba Diciduk Polisi di Badung Bali, Sembunyikan Sabu di Dalam Alat Pertukangan
Petugas yang melakukan pengintaian langsung menggerebek kamar milik IWP begitu pergerakan target dipastikan sesuai informasi.
"Dari hasil interogasi awal, pelaku mengakui telah memiliki dan menyediakan narkotika tersebut," ujar Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy, pada Senin 24 Agustus 2026.
Saat menggeledah kamar tersangka, petugas menemukan modus penyimpanan barang haram yang memanfaatkan kemasan sehari-hari.
IWP menyembunyikan 13 paket klip sabu di dalam kotak permen Happy Dent dan sebuah bungkus rokok Camel biru.
"Polisi juga mendapati lima butir pil ekstasi serta menyita uang tunai sebesar Rp10.217.000 yang diduga kuat merupakan hasil penjualan narkoba," bebernya.
Aktivitas peredaran di kamar tersebut diperkuat dengan temuan serangkaian alat operasional dan konsumsi.
Di lokasi, petugas mengamankan satu timbangan digital merek ACIS, mesin portable sealing, satu unit alat pres, gunting, tas hitam, dan tempat sampah.
Aparat turut menyita tiga buah bong hisap, dua pipet kaca, dua korek api, serta dua unit ponsel merek Realme C75x dan Vphone yang digunakan pelaku untuk berkomunikasi.
Saat ini, IWP beserta seluruh barang bukti telah dibawa ke Mako Ditpolairud Polda Bali guna menjalani proses hukum dan pengembangan jaringan lebih lanjut.
"Kami tidak akan memberi celah sedikit pun bagi peredaran narkoba di Bali," tegas Kombes Pol Ariasandy.
Pihak kepolisian juga mengapresiasi peran aktif warga yang berani bersuara membongkar praktik terlarang di lingkungan tempat tinggal mereka.
"Terima kasih kepada masyarakat yang telah berani memberikan informasi. Mari bersama kita awasi lingkungan dan laporkan jika ada aktivitas mencurigakan," pungkas Kabid Humas. (*)