TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Kerinci, Jambi. Kondisi tersebut mendorong Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak menganggap paparan asap sebagai persoalan sepele.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, H Hermendizal, meminta masyarakat mengambil langkah pencegahan, terutama ketika kondisi kabut asap semakin pekat.
Menurut Hermendizal, paparan asap dalam waktu lama dapat mengganggu kesehatan, khususnya sistem pernapasan.
Karena itu, masyarakat perlu mengurangi paparan asap dan memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing.
Dinkes Kerinci Minta Warga Gunakan Masker
Hermendizal mengimbau warga menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah. Selain itu, masyarakat sebaiknya mengurangi kegiatan di luar ruangan jika kondisi udara semakin buruk.
“Gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah serta kurangi kegiatan di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk,” ujar Hermendizal.
Selain memakai masker, warga juga perlu memperbanyak minum air putih. Kemudian, hindari asap rokok dan segera kembali ke dalam rumah apabila kondisi udara di luar semakin tidak nyaman.
Langkah tersebut penting karena paparan asap dapat memicu batuk, iritasi saluran pernapasan, sesak napas, hingga memperburuk kondisi orang yang sebelumnya memiliki gangguan pernapasan.
Baca juga: Beredar Video Warga Jambi Pergoki Orang Bakar Semak Belukar di Dekat Jembatan Batanghari II
Baca juga: Kiki Syahnakri dan Menata Ulang Reformasi: Indonesia dalam Situasi Darurat KKN
Bayi hingga Lansia Perlu Perlindungan Lebih
Dinkes Kerinci juga meminta keluarga memberikan perhatian lebih kepada kelompok rentan. Kelompok tersebut mencakup bayi, anak-anak, ibu hamil, lansia, serta warga yang memiliki penyakit pernapasan seperti asma.
Untuk kelompok tersebut, keluarga sebaiknya membatasi aktivitas di luar rumah ketika kabut asap semakin tebal. Selain itu, pastikan pintu dan jendela rumah tertutup ketika kondisi udara luar memburuk.
Dengan demikian, keluarga dapat mengurangi masuknya asap ke dalam rumah sekaligus menekan risiko gangguan kesehatan akibat paparan udara yang tercemar.
Hermendizal juga mengingatkan warga agar tidak mengabaikan gejala gangguan kesehatan.
“Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, nyeri dada, pusing berat, maupun keluhan kesehatan lainnya,” katanya.
Jangan Panik, Tetap Pantau Kondisi Udara
Meskipun meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, Hermendizal mengingatkan warga agar tidak panik. Sebaliknya, masyarakat perlu tetap tenang sambil menerapkan langkah pencegahan.
Karena itu, warga perlu mengikuti informasi dan imbauan dari pemerintah maupun instansi terkait mengenai perkembangan kondisi udara di Kabupaten Kerinci.
Baca juga: Menteri LH Sebut Kabut Asap di Riau, Imbas Karhutla di Jambi
Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci juga mengajak masyarakat menjaga kesehatan diri dan keluarga selama kabut asap masih terjadi. Penggunaan masker, pembatasan aktivitas luar ruangan, konsumsi air putih yang cukup, serta perhatian terhadap gejala kesehatan menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap hari.
“Lindungi diri, lindungi keluarga, lindungi kesehatan kita. Cegah bahaya kabut asap,” tegas Hermendizal.
Dengan kewaspadaan bersama, masyarakat Kerinci dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan selama kondisi kabut asap berlangsung. Jika kualitas udara semakin memburuk, warga sebaiknya mengutamakan keselamatan dan segera mencari pertolongan medis ketika muncul keluhan serius. (Tribunjambi.com/Herupitra)
Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi
Baca juga: Beredar Video Warga Jambi Pergoki Orang Bakar Semak Belukar di Dekat Jembatan Batanghari II
Baca juga: Polda Jambi Dalami Kebakaran di Wilayah Konsesi