2 Kali Erupsi dalam Selang Dua Menit, Gunung Anak Krakatau Masih Level Siaga
taryono August 24, 2026 12:19 PM

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi dua kali dalam selang waktu hanya dua menit pada Senin (24/8/2026) pagi.

Baca juga: Tangani Karhutla TN Way Kambas, Bupati Ela, Gubernur, dan Kapolres Turun Langsung ke Lokasi

Erupsi terjadi saat status Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda tersebut masih berada pada Level III atau Siaga.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Suwarno, melaporkan erupsi pertama terjadi pada pukul 09.41 WIB.

"Saat erupsi, kolom abu teramati mencapai sekitar 250 meter di atas puncak atau sekitar 407 meter di atas permukaan laut," ujar Suwarno, Senin (24/8/2026).

Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal teramati bergerak ke arah barat laut. 

Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 52 milimeter dan berlangsung selama 77 detik.

Dua menit kemudian, tepatnya pukul 09.43 WIB, Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi.

"Pada erupsi kedua, tinggi kolom abu juga mencapai sekitar 250 meter di atas puncak atau sekitar 407 meter di atas permukaan laut," kata Suwarno.

Kolom abu pada erupsi kedua berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan teramati mengarah ke barat laut.

Erupsi kedua tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 49 milimeter dan berlangsung selama 25 detik.

Dua kali erupsi dalam waktu berdekatan ini menunjukkan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih perlu diwaspadai. 

Hingga saat ini, status gunung api tersebut masih berada pada Level III atau Siaga.

Masyarakat, wisatawan, dan nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau diminta meningkatkan kewaspadaan. 

Mereka juga diimbau tidak mendekati kawasan gunung api dan tidak melakukan aktivitas di dalam radius yang telah ditetapkan oleh otoritas vulkanologi.

Masyarakat diminta terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui informasi resmi dari pihak berwenang.

Kewaspadaan diperlukan mengingat aktivitas erupsi masih berlangsung dan karakter letusan Gunung Anak Krakatau dapat berubah sewaktu-waktu.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.