Liputan6.com, Jakarta - Terong menjadi salah satu bahan masakan yang mudah diolah menjadi berbagai hidangan, mulai dari sambal terong, tumisan, balado hingga terong goreng. Namun, teksturnya yang lembut membuat terong sering hancur saat dimasak. Tak jarang, terong juga mengeluarkan banyak air sehingga bumbu terasa kurang meresap dan masakan menjadi terlalu lembek.
Agar hasilnya tetap empuk tetapi tidak hancur dan berair, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sejak memilih, memotong hingga memasaknya. Berikut cara memasak terong yang bisa dicoba di rumah, dirangkum Liputan6.com pada Senin (24/8/2026).

Kunci pertama ada pada pemilihan bahan. Pilih terong yang kulitnya masih terlihat mengilap, tidak keriput, dan terasa padat saat ditekan.
Hindari terong yang terlalu lembek karena biasanya memiliki tekstur daging yang lebih mudah hancur ketika terkena panas.
Potongan yang terlalu tipis membuat terong lebih cepat matang dan mudah kehilangan teksturnya. Sebaiknya potong terong dengan ukuran sedang dan relatif sama agar matangnya lebih merata.
Untuk tumisan atau balado, potongan memanjang atau membelah terong menjadi beberapa bagian bisa menjadi pilihan agar bentuknya tetap terlihat setelah dimasak.

Terong memiliki tekstur seperti spons yang mudah menyerap air. Karena itu, mencuci terong sebaiknya dilakukan secukupnya dan tidak perlu merendamnya terlalu lama.
Setelah dicuci, tiriskan dan keringkan permukaannya menggunakan tisu dapur atau kain bersih sebelum dimasak.
Memasak terong dengan api terlalu kecil dapat membuatnya lebih lama berada di dalam minyak atau kuah. Kondisi ini berisiko membuat teksturnya semakin lembek dan menyerap terlalu banyak cairan.
Gunakan api sedang hingga besar sesuai jenis masakan agar permukaan terong cepat matang tanpa membuatnya terlalu lama terkena panas.

Untuk olahan seperti balado atau sambal terong, terong bisa digoreng sebentar terlebih dahulu. Tidak perlu sampai terlalu matang, cukup hingga bagian luarnya mulai layu dan sedikit kecokelatan.
Cara ini membantu mempertahankan bentuk terong ketika nantinya dicampur dengan bumbu.
Jika ingin mengurangi penggunaan minyak, terong juga dapat dipanggang atau dimasak di teflon dengan sedikit minyak.
Ini menjadi salah satu kesalahan yang sering membuat terong hancur. Tekstur terong yang lembut tidak membutuhkan banyak pengadukan.
Setelah terong masuk ke wajan, cukup aduk perlahan beberapa kali agar bumbu merata. Hindari mengaduk atau membolak-baliknya terlalu sering.

Jika memasak tumisan dengan banyak bahan, jangan langsung memasukkan terong sejak awal. Tumis terlebih dahulu bumbu dan bahan yang membutuhkan waktu lebih lama untuk matang.
Terong bisa dimasukkan setelah bumbu matang, kemudian dimasak sebentar sampai teksturnya sesuai. Dengan begitu, terong tidak terlalu lama berada di atas api.
Terong sendiri dapat mengeluarkan cairan ketika terkena panas. Karena itu, penggunaan air sebaiknya tidak berlebihan, terutama saat membuat tumisan atau balado.
Jika bumbu membutuhkan sedikit cairan, tambahkan secara bertahap. Cara ini membuat masakan tidak mudah menjadi terlalu berair.

Garam dapat membantu mengeluarkan air dari bahan makanan, termasuk terong. Jika terong diberi garam terlalu awal dan dibiarkan terlalu lama, teksturnya dapat menjadi lebih lunak.
Jika ingin menggunakan garam sebelum memasak, lakukan secukupnya dan jangan mendiamkannya terlalu lama. Untuk tumisan, garam juga bisa langsung dimasukkan bersama bumbu saat proses memasak.
Terong sebenarnya tidak membutuhkan waktu memasak yang panjang. Begitu teksturnya sudah empuk tetapi masih bisa mempertahankan bentuk, segera matikan api.
Memasak terlalu lama justru membuat daging terong semakin lembek, mudah hancur, dan mengeluarkan lebih banyak cairan.
Selain teknik memasak, beberapa kebiasaan sederhana juga bisa membuat hasil masakan kurang maksimal. Misalnya, menggunakan terong yang sudah terlalu tua atau lembek, memotongnya terlalu tipis, merendamnya terlalu lama, menambahkan banyak air, dan terlalu sering mengaduk selama proses memasak.
Dengan menghindari kesalahan tersebut, terong bisa tetap empuk tanpa kehilangan bentuk dan teksturnya.
Jika ingin bumbu lebih meresap, pastikan bumbu sudah ditumis hingga matang sebelum terong dimasukkan. Gunakan bumbu yang cukup pekat dan hindari terlalu banyak menambahkan air.
Setelah terong masuk, aduk perlahan hingga seluruh permukaannya terlapisi bumbu. Tidak perlu memasaknya terlalu lama karena terong yang sudah matang akan lebih mudah menyerap rasa.
Tidak selalu. Terong bisa langsung ditumis, dipanggang, dikukus, atau dimasak bersama bumbu. Namun, menggoreng atau memanggangnya sebentar dapat membantu mempertahankan bentuk, terutama untuk masakan seperti terong balado.
Terong memiliki kandungan air yang cukup tinggi dan tekstur berpori sehingga mudah melepaskan atau menyerap cairan selama proses memasak. Penggunaan air berlebihan dan memasaknya terlalu lama dapat membuat hasilnya semakin berair.
Pilih terong yang masih segar dan tidak terlalu tua. Jika ingin, terong dapat diberi sedikit garam sebelum dimasak, kemudian ditiriskan. Namun, tidak semua jenis terong memiliki rasa pahit yang kuat.
Boleh, tetapi tidak perlu terlalu lama. Setelah dicuci atau direndam sebentar, tiriskan hingga permukaannya tidak terlalu basah sebelum dimasak.
Waktunya bergantung pada metode dan ukuran potongan. Secara umum, masak hingga terong empuk tetapi masih mampu mempertahankan bentuknya. Hindari memasaknya terlalu lama agar tidak berubah menjadi terlalu lembek.
Dengan teknik yang tepat, memasak terong tidak harus berakhir dengan tekstur yang hancur dan masakan yang penuh air. Pilih terong yang segar, gunakan potongan yang tidak terlalu tipis, batasi cairan, dan masak secukupnya agar hasilnya tetap empuk, lezat, serta lebih menggugah selera.