Disorot Ario Kiswinar Teguh! Wamen Haji Dahnil Anzar Bantah Tudingan Gunakan Vespa Bodong
Laksmi Anindita August 24, 2026 01:39 PM

TRIBUNWOW.COM - Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkap asal-usul Vespa yang menjadi sorotan Ario Kiswinar Teguh, putra Mario Teguh.

Dahnil mengakui Vespa yang digunakannya tersebut dibeli dalam kondisi tanpa kelengkapan surat kendaraan.

Pernyataan itu disampaikan Dahnil untuk membantah tudingan terkait nomor polisi Vespa yang digunakannya, yakni B 6008 DAS.

Sebelumnya, sejumlah warganet menyoroti nomor polisi tersebut setelah melakukan pengecekan melalui situs Bapenda DKI Jakarta.

Nomor polisi B 6008 DAS disebut tidak ditemukan dalam data kendaraan di Jakarta.

Belakangan, nomor tersebut diketahui terdaftar di wilayah Banten.

Baca juga: Profil Riswan Lauhin, Bek Baru Persis Solo Eks Malut United dan Persebaya Surabaya

Dalam data yang beredar, tanggal pembuatan STNK kendaraan tersebut tercatat 22 Agustus 2026.

Vespa milik Dahnil diketahui merupakan kendaraan produksi 1974.

Sebelumnya, kendaraan tersebut menggunakan nomor polisi AD 2194 MJ dari Kabupaten Klaten.

Hal itu terlihat dalam video yang diunggah Dahnil pada 11 Juli 2026.

Dahnil Bantah Vespa Bodong
Dahnil merasa keberatan dengan tudingan yang ditujukan kepadanya.

Ia bahkan menyatakan akan mempertimbangkan langkah hukum terhadap Kiswinar dan sejumlah warganet yang dianggap telah menyebarkan tudingan tersebut.

"Nah saya baru lihat nih. Fitnah @kiswinar Nar saya proses secara hukum ya. Fitnah Anda ini. Silakan bertanggung jawab," tulis Dahnil melalui Threads.

Dahnil kemudian menjelaskan bahwa Vespa tersebut memang dibelinya tanpa kelengkapan surat kendaraan.

Sebagai penghobi Vespa tua, ia mengaku terbiasa melengkapi kembali dokumen kendaraan yang dibelinya dalam kondisi surat tidak aktif atau tidak lengkap.

Baca juga: Kunjungan Kerja Presiden Prabowo ke Riau Pantau Penanganan Karhutla dan Kabut Asap

"Sebagai penghobi Vespa tua, Vespa ini baru saya beli dari tangan sebelumnya. Kebiasaan saya, Vespa tua yang tak bersurat dan lain-lain langsung saya lengkapi surat-suratnya dan pajaknya," tulis Dahnil.

Ia juga membantah jika Vespa tersebut disebut bodong.

Menurut Dahnil, istilah yang tepat adalah surat kendaraan dalam kondisi mati atau tidak aktif.

"Hehehe. Bukan bodong, tapi mati. Motor tua banyak yang mati surat-suratnya. Biasanya kami penghobi motor tua hidupkan surat-suratnya," katanya.

Dahnil menegaskan dirinya tetap mengurus kelengkapan dokumen kendaraan setelah membeli Vespa bekas.

"Saya selalu urus lengkap. Ketika saya beli seken banyak yang tak ada surat, tapi langsung urus," tambahnya.

Kiswinar Tetap Pertanyakan Vespa Dahnil
Pernyataan Dahnil tersebut kemudian ditanggapi Kiswinar.

Kiswinar mengaku tidak gentar dan menyatakan informasi yang disampaikannya berdasarkan data.

"Udah ya. Nggak usah sok keras jadi bawahan. Kita itu atasan lo, kita yang ngegaji. Kita berhak negur lo ya. Jangan ganggu warga sini lagi. Jangan sampai ada ancaman ke warga sini. Paham nggak?" kata Kiswinar.

Perselisihan antara keduanya bermula dari unggahan Dahnil di media sosial Threads.

Saat itu, Dahnil mengunggah aktivitasnya mengendarai Vespa dengan nomor polisi B 6008 DAS.

Dahnil menyebut dirinya baru selesai mengikuti rapat bersama Komisi VIII DPR RI sebelum mampir ke sebuah kedai kopi.

Baca juga: Transfer Plot Twist Persib: Bukan Ivan Susak atau Ben Voll, Eks Liga Arab Saudi Makin Dekat Gabung

"Sejak pagi kami hadir raker bersama Komisi 8, sore ini selesai rapat, sebelum kembali ke rumah, saya dan @gus.irfanyusuf mampir melepas lelah dan dahaga dulu di kedai kopi," tulis Dahnil.

Unggahan tersebut kemudian mendapat sejumlah komentar dari warganet, termasuk Kiswinar.

"Sibuk banget sipaling merakyatnya. Kemarin naik KRL, dengan aspri bawain barang. Sekarang naik Vespa spionnya cuma satu. Sungguh wadadidaw Anda ini," tulis Kiswinar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.