Bocoran Rute dan Tarif Kereta Api Parung Panjang-Jasinga Bogor, Terhubung dengan KRL Jabodetabek
Tsaniyah Faidah August 24, 2026 01:03 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah menyiapkan rencana pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Jasinga, Tenjo, dan Parung Panjang.

Langkah ini diambil untuk memperkuat konektivitas antar-wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Bogor Barat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menjelaskan bahwa pengembangan transportasi massal ini tidak hanya berfokus untuk mengurai kemacetan.

Keberadaan jalur kereta ini diproyeksikan menjadi pengumpan (feeder) menuju Stasiun Tenjo maupun Parung Panjang yang terhubung dengan jaringan KRL Commuter Line Jabodetabek.

Dua Alternatif Trase Rute

Berdasarkan dokumen rencana pengembangan infrastruktur transportasi berbasis rel dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, terdapat dua opsi trase yang disiapkan:

  • Trase Tenjo-Jasinga: Memiliki panjang jalur 18,6 kilometer dengan tiga titik stasiun. Rute ini melintasi Kecamatan Tenjo hingga Jasinga, dengan titik stasiun di Tenjo, Kampung Singabraja, Pangaur, dan Jasinga.
  • Trase Parung Panjang-Jasinga: Memiliki panjang jalur sekitar 26,5 kilometer dengan enam titik stasiun. Jalur ini membentang melintasi wilayah Parung Panjang, Rumpin, Cigudeg, Jasinga, dan Tenjo.

Dari dua pilihan tersebut, hasil kajian awal Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Bogor merekomendasikan trase Parung Panjang-Jasinga.

Rekomendasi ini keluar setelah mempertimbangkan 15 kriteria dari aspek teknis, ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Waktu Tempuh dan Estimasi Tarif

Dalam kajian teknis Bapperida, jalur kereta Parung Panjang-Jasinga dirancang menggunakan konstruksi at grade (di atas permukaan tanah) dengan jenis rel heavy rail.

Jalur sepanjang 27,26 kilometer ini diproyeksikan memiliki waktu tempuh sekitar 24 menit.

Rencana lintasan ini akan dilengkapi dengan enam stasiun baru serta satu stasiun eksisting di Parung Panjang.

Selain itu, jalur tersebut bakal memiliki 16 perlintasan sebidang dan 17 jembatan.

Untuk biaya operasional, tarif kereta diperkirakan berada di kisaran Rp 20.000 hingga Rp 30.000 per penumpang.

Pelaksanaan proyek ini dirancang dalam empat tahapan utama.

Tahap awal dimulai dengan pra-studi kelayakan, penentuan trase indikatif, dan konsultasi publik.

Tahap ini kemudian dilanjutkan dengan studi kelayakan komprehensif, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta penyusunan desain awal.

Setelah itu, proses berlanjut ke penyusunan Detail Engineering Design (DED), pembebasan lahan, dan pencarian skema pendanaan.

Tahap akhir mencakup pengerjaan konstruksi fisik, pengadaan sarana kereta, uji coba terbatas, hingga operasional penuh.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.