TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kelompok pengeluaran pendidikan di Kota Bogor mengalami inflasi bulanan (month to month) sebesar 0,27 persen pada Juli 2026.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan angka ini meningkat dibanding Juni 2026 yang sebelumnya tercatat sebesar 0,13 persen.
Pergerakan tersebut otomatis menggeser Indeks Harga Konsumen (IHK) sektor pendidikan di Kota Bogor, dari 109,35 pada Juni menjadi 109,65 pada Juli.
Jika ditarik perbandingan secara tahunan (year on year), biaya pendidikan di Kota Bogor telah mengalami kenaikan sebesar 1,82 persen dibanding periode Juli 2025.
Laporan resmi BPS juga merekam pertumbuhan biaya sejak awal tahun (year to date) yang mencapai angka 0,58 persen.
Kenaikan 0,27 persen ini menempatkan sektor pendidikan berada di urutan kelima dari sembilan kelompok pengeluaran yang dipantau BPS di Kota Bogor.
Jika dibedah per subkelompok, kenaikan paling tinggi terjadi pada jenjang pendidikan menengah dengan tingkat inflasi mencapai 0,74 persen.
Angka pergerakan di tingkat sekolah menengah ini melampaui rata-rata inflasi kelompok pendidikan secara umum yang berada di angka 0,27 persen.
Hal ini sekaligus menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan indeks harga kelompok pendidikan di Kota Bogor secara keseluruhan.
Untuk skala nasional yang mencakup 119 kabupaten dan kota, Kota Bogor menempati urutan ke-84 dalam hal inflasi sektor pendidikan.
Merujuk pada rilis data BPS, berikut gambaran perbandingannya dengan daerah lain serta dinamika kelompok pengeluaran berbeda:
Baca juga: Sumbang Inflasi Bulanan 0,58 Persen, Pengeluaran Sektor Digital Warga Kota Bogor Terus Naik
Tingkat Inflasi Pendidikan Nasional
Inflasi pendidikan tertinggi di Indonesia terjadi di Kota Manado yang melonjak hingga 6,56 persen dengan IHK sebesar 106,95.
Sebaliknya, posisi terendah berada di Kabupaten Mukomuko yang justru mengalami deflasi atau penurunan biaya pendidikan sebesar 1,35 persen dengan IHK 87,67.
Kondisi Sektor Lain di Kota Bogor
Kenaikan bulanan tertinggi di Kota Bogor pada periode yang sama dipimpin oleh sektor transportasi sebesar 0,77 persen.
Angka tersebut kemudian disusul oleh kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran yang mengalami kenaikan sebesar 0,60 persen.
Di sisi lain, kelompok makanan, minuman, dan tembakau justru mengalami penurunan harga atau deflasi sebesar 1,38 persen.
Gambaran Umum Nasional
Bersumber dari data BPS, inflasi umum bulanan Juli 2026 secara nasional mengalami penurunan sebesar 0,14 persen dari bulan sebelumnya.
Meski demikian, jika dibandingkan dengan posisi awal tahun, inflasi umum nasional telah menyentuh 1,80 persen (year to date).
Sementara itu, jika dibandingkan dengan periode Juli 2025, angka inflasi tercatat sebesar 2,88 persen (year on year).