Gunung Anak Krakatau Erupsi 7 Kali dalam 3 Hari, Dua Kali Terjadi Senin Pagi
taryono August 24, 2026 01:19 PM

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Gunung Anak Krakatau (GAK) mengalami tujuh kali erupsi dalam tiga hari terakhir. Aktivitas erupsi tercatat lima kali pada Sabtu (22/8/2026) dan dua kali pada Senin (24/8/2026) pagi.

Baca juga: Kebun Bambu di Natar Lampung Selatan Terbakar, Damkarmat Berjibaku Padamkan Api

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Suwarno, mengatakan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung.

"Hari ini (24/8/2026) Gunung Anak Krakatau mengalami dua kali erupsi, yakni pada pukul 09.41 WIB dan 09.43 WIB," ujar Suwarno, Senin (24/8/2026).

Erupsi pertama pada Senin pagi terjadi pukul 09.41 WIB. Saat erupsi, kolom abu teramati mencapai sekitar 250 meter di atas puncak atau sekitar 407 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan mengarah ke barat laut.

Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 52 milimeter dan durasi 77 detik.

Dua menit kemudian, tepatnya pukul 09.43 WIB, Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi.

Ketinggian kolom abu pada erupsi kedua juga mencapai sekitar 250 meter di atas puncak atau sekitar 407 mdpl. Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal mengarah ke barat laut.

"Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat laut," kata Suwarno.

Erupsi kedua tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 49 milimeter dan berlangsung selama 25 detik.

Lima Kali Erupsi pada Sabtu

Sebelum dua erupsi pada Senin pagi, Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami lima kali erupsi pada Sabtu (22/8/2026).

Erupsi pertama terjadi pukul 11.57 WIB. Kolom abu teramati mencapai sekitar 400 meter di atas puncak atau sekitar 557 mdpl.

Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan mengarah ke barat daya. Saat laporan dibuat, erupsi masih berlangsung.

Erupsi berikutnya terjadi pukul 15.12 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 200 meter di atas puncak atau 357 mdpl.

Erupsi tersebut berlangsung selama 20 detik dengan amplitudo maksimum 58 milimeter.

Satu menit kemudian, pada pukul 15.13 WIB, Gunung Anak Krakatau kembali erupsi. Kolom abu teramati mencapai sekitar 400 meter di atas puncak atau sekitar 557 mdpl.

Selanjutnya, erupsi kembali tercatat pada pukul 15.40 WIB. Erupsi tersebut memiliki amplitudo maksimum 60 milimeter dan durasi 71 detik.

Erupsi kelima pada Sabtu terjadi pukul 15.43 WIB. Tinggi kolom abu mencapai sekitar 400 meter di atas puncak dengan arah sebaran ke barat daya.

Erupsi tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 55 milimeter dan durasi 15 detik.

Dengan demikian, berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, tercatat tujuh kali erupsi dalam rangkaian aktivitas pada 22 dan 24 Agustus 2026.

Status Gunung Anak Krakatau Level III

Di tengah aktivitas erupsi yang masih terjadi, status Gunung Anak Krakatau berada pada Level III atau Siaga.

Masyarakat, wisatawan, dan nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau diminta meningkatkan kewaspadaan.

Mereka juga diminta tidak mendekati kawasan gunung api maupun melakukan aktivitas di dalam radius yang telah ditetapkan oleh otoritas vulkanologi.

Masyarakat diimbau terus mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui informasi resmi dari pihak berwenang.

Kewaspadaan diperlukan karena aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung dan karakter letusan gunung api dapat berubah sewaktu-waktu.

(Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.