Sehari Usai Pacu Jalur, Pemkab Kuansing Kerahkan Gotong Royong Massal Bersihkan Tepian Narosa
Firmauli Sihaloho August 24, 2026 01:20 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, KUANSING – Gemerlap Festival Pacu Jalur Tradisional Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) 2026 baru saja selesai.

Namun, sehari setelah arena pacuan ditinggalkan ribuan pengunjung, pekerjaan lain menanti, mengembalikan wajah Tepian Narosa dan Taman Jalur menjadi bersih.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuansing bersama berbagai elemen masyarakat menggelar gotong royong massal di kawasan tersebut, Senin (24/8/2026) pagi.

Kegiatan ini menjadi langkah cepat pemerintah daerah untuk membersihkan sisa-sisa aktivitas Festival Pacu Jalur yang digelar dalam rangkaian Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Sejumlah pejabat ikut turun langsung, mulai dari Plt. Bupati Kuansing Muklisin, Pj. Sekda Kuansing Muradi, para asisten, hingga kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Tak sekadar memberi instruksi dari pinggir lapangan, Muklisin memilih turun langsung memungut sampah.

Tanpa sarung tangan, ia mengambil sampah yang berserakan dengan tangan kosong dan memasukkannya ke dalam kantong sampah.

Baca juga: Puluhan Korek Api, Bensin hingga Bibit Sawit Ditemukan di Lokasi Karhutla, Sengaja Dibakar?

Baca juga: Prabowo ke Riau, Harus Tahu Hotspot Hari Ini Meroket Menjadi 491 Titik: Dua Kabupaten Mendominasi

Gerakan itu menjadi simbol bahwa pesta budaya yang besar juga meninggalkan tanggung jawab besar terhadap lingkungan.

Dalam gotong royong tersebut, tim dibagi menjadi dua kelompok.

Tim pertama dipimpin langsung oleh Plt. Bupati Muklisin dengan sasaran kawasan astaka utama dan lingkungan sekitarnya.

Sementara tim kedua dipimpin Pj Sekda Kuansing Muradi yang bergerak membersihkan kawasan Tepian Narosa.

Muklisin mengatakan gotong royong dilakukan agar kawasan yang menjadi ikon Pacu Jalur tersebut segera kembali bersih dan nyaman setelah rangkaian festival berakhir.

“Dengan adanya gotong royong massal ini, kita berharap suasana Tepian Narosa kembali bersih dan nyaman setelah pelaksanaan Pacu Jalur KEN 2026. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama untuk menjaga kebersihan kawasan yang menjadi kebanggaan masyarakat Kuansing,” ujar Muklisin.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Pacu Jalur tidak hanya diukur dari meriahnya perlombaan, jumlah pengunjung, maupun dampak ekonomi yang dihasilkan.

Kebersihan kawasan setelah pesta berakhir juga menjadi bagian penting dari wajah Kuansing sebagai daerah tujuan wisata dan pusat kebudayaan Pacu Jalur.

Muklisin pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut ambil bagian dalam aksi bersih-bersih tersebut.

Ia menilai semangat gotong royong merupakan modal penting untuk menjaga lingkungan sekaligus memperkuat citra Kuansing sebagai daerah yang memiliki kekayaan budaya dan potensi pariwisata.

“Gotong royong ini merupakan wujud kebersamaan dan kepedulian kita terhadap lingkungan. Setelah suksesnya pergelaran Pacu Jalur, mari kita bersama-sama mengembalikan kawasan Tepian Narosa dan Taman Jalur agar tetap bersih, rapi dan nyaman bagi masyarakat,” katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.