El Nino Godzilla Mengintai, Pemkab Bangka Selatan Waspadai Ancaman Karhutla
Asmadi Pandapotan Siregar August 24, 2026 02:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengintai Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, di tengah kondisi cuaca panas dan kering pada puncak musim kemarau Agustus 2026.

Sejumlah kasus kebakaran yang terjadi sepanjang Agustus menjadi perhatian pemerintah daerah. Kondisi tersebut mendorong Pemkab Bangka Selatan memperketat kesiapsiagaan dengan memastikan personel dan sarana prasarana penanggulangan karhutla dalam kondisi siap digunakan.

Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi mengatakan, pengendalian karhutla tidak bisa hanya dibebankan kepada Satuan Polisi Pamong Praja dan pemadam kebakaran. Seluruh unsur harus terlibat, termasuk TNI, Polri, stakeholder hingga masyarakat untuk mencegah kebakaran meluas. Kondisi cuaca panas saat memasuki musim El Nino dinilai membuat potensi karhutla semakin tinggi.

“Ada gotong royong, harus bukan hanya tugas daripada Pol PP, Damkar, tetapi harus ada peran dari TNI, Polri, stakeholder, dan seluruhnya bersama masyarakat,” kata Debby Vita Dewi kepada Bangkapos.com, Senin (24/8/2026).

Debby menyebut kondisi musim panas perlu menjadi perhatian bersama karena pada Agustus 2026 ini sudah terdapat sejumlah kasus kebakaran hutan dan lahan. Apel tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel dan sarpras ketika terjadi kebakaran. Kesiapan itu diperlukan agar petugas dapat bergerak cepat ketika muncul titik api di wilayah Kabupaten Bangka Selatan.

Selain kesiapan personel dan sarpras, pemerintah daerah menekankan pentingnya deteksi dini terhadap titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi kebakaran. Pemantauan terhadap hotspot dinilai diperlukan agar penanganan dapat dilakukan sebelum api membesar dan meluas. Kecepatan petugas dalam mengetahui lokasi kebakaran menjadi salah satu kunci pengendalian karhutla.

CEK SARPRAS -- Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi bersama jajaran Forkopimda ketika melakukan pengecekan sarpras saat Apel Kesiapsiagaan Pengendalian di Kantor Bupati setempat, Senin (24/8/2026). Personel, sarana prasarana, hingga masyarakat diminta bersiap menghadapi potensi munculnya titik api.
CEK SARPRAS -- Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi bersama jajaran Forkopimda ketika melakukan pengecekan sarpras saat Apel Kesiapsiagaan Pengendalian di Kantor Bupati setempat, Senin (24/8/2026). Personel, sarana prasarana, hingga masyarakat diminta bersiap menghadapi potensi munculnya titik api. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto/Cepi Marlianto)

“Salah satunya kita harus mendeteksi dini, jadi kita harus siap di mana ada titik-titik spot yang menjadi hotspot itu kita harus sigap mendeteksi dini di mana titik yang akan terjadi kebakaran hutan,” jelas Debby.

Adapun pengecekan sarpras dan personel telah dilakukan bersama jajaran kepolisian dan TNI. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan peralatan penanganan kebakaran serta personel yang akan diterjunkan berada dalam kondisi siap. Pemkab Bangka Selatan memastikan seluruh unsur siap menghadapi kemungkinan bencana kebakaran hutan dan lahan.

Upaya pencegahan juga diarahkan kepada masyarakat yang masih melakukan aktivitas pembukaan lahan. Pemerintah mengingatkan warga agar tidak membakar lahan sembarangan, terlebih ketika kondisi cuaca sedang panas dan kering. Edukasi dan pemahaman kepada masyarakat dinilai sama pentingnya dengan kesiapan petugas di lapangan.

“Tadi salah satu poinnya juga saya sampaikan bahwa kita juga harus ngasih edukasi, harus kasih pemahaman kepada masyarakat bahwa jangan sampai ada membakar dan membuka lahan,” ujar Wabup.

FOTO BERSAMA -- Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi bersama jajaran Forkopimda ketika berfoto bersama usai Apel Kesiapsiagaan Pengendalian di Kantor Bupati setempat, Senin (24/8/2026). Personel, sarana prasarana, hingga masyarakat diminta bersiap menghadapi potensi munculnya titik api.
FOTO BERSAMA -- Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi bersama jajaran Forkopimda ketika berfoto bersama usai Apel Kesiapsiagaan Pengendalian di Kantor Bupati setempat, Senin (24/8/2026). Personel, sarana prasarana, hingga masyarakat diminta bersiap menghadapi potensi munculnya titik api. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto/Cepi Marlianto)

Debby meminta masyarakat lebih memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Menurutnya, pembakaran lahan di tengah cuaca panas dapat meningkatkan risiko api menyebar dan sulit dikendalikan. Karena itu, seluruh pihak diminta ikut mengingatkan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan.

Pemerintah daerah juga memastikan sarpras dan saluran layanan pengaduan telah disiapkan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan. Selain layanan pemerintah daerah, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan kepolisian melalui nomor 110 atau call center yang tersedia. Kecepatan masyarakat dalam melaporkan kejadian diharapkan dapat membantu petugas melakukan penanganan sejak dini.

“Mudah-mudahan kita berharap di tengah musim panas ini, tidak terjadi lagi kebakaran hutan yang merajalela di Kabupaten Bangka Selatan,” ucapnya. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.