Kunci Jawaban Sejarah Kelas 10 Halaman 23-26 Kurikulum Merdeka, Lembar Aktivitas 3, Mohammad Hatta
Ayu Wahyuni August 24, 2026 02:27 PM

 

SRIPOKU.COM - Inilah kunci jawaban Sejarah kelas 10 SMA halaman 23-26 Kurikulum Merdeka, Lembar Aktivitas 3 yang dilansir melalui YouTube Media Pembelajaran.

Materinya mengangkat sosok Mohammad Hatta sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah Indonesia serta nilai-nilai keteladanan yang dapat dipelajari dari perjalanan hidupnya.

Baca juga: Kunci Jawaban Sejarah Kelas 10 SMA Halaman 14-17 Kurikulum Merdeka, Lembar Aktivitas 2, Kisah 1-4

Lembar Aktivitas 3

Mohammad Hatta: "Setiap Perbuatan Adalah Demi Negara Yang Dicintai, Janganlah Berkhianat."

Sosok Mohammad Hatta dikenal sebagai seorang negarawan besar Indonesia. Selain menjadi ujung tombak dalam beberapa perundingan dengan pemerintah kolonial Belanda, Hatta adalah ekonom jempolan dan orang pertama yang menjabat wakil presiden Republik Indonesia. Kisah hidup Hatta penuh warna. Dia lahir di Bukttinggi, 12 Agustus 1902, dalam keluarga yang dipengaruhi dua latar belakang yang berbeda. Ayahnya berasal dari keluarga ulama, sementara ibunya berasal dari keluarga pedagang.

Namun, Hatta yang terlahir dengan nama Mohammad Athar tak lama menikmati belaian sang ayah. Saat Hatta berumur tujuh bulan, sang ayah meninggal dunia.

Memulai pendidikan di Sekolah Rakyat Melayu Fort De kock pada 1913, Hatta pindah ke Europeesche Lagere School (ELS) di Padang pada 1916. Setelah lulus, ia meneruskan studi ke Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) di kota yang sama.

Sejak masuk MULO inilah Hatta mulai tertarik pada pergerakan. la lantas bergabung dengan Jong Sumatranen Bond. Di sana, hingga 1921, Hatta menjabat bendahara.

Sosoknya kian mengemuka semasa menimba ilmu di Nederland Handelshogeschool, Rotterdam pada 1921. la bergabung dengan Indische Vereniging yang lantas berubah menjadi Perhimpunan Indonesia. Pada 1926, Hatta menjadi pemimpin organisasi pergerakan nasional di Belanda tersebut.

Karena pengaruhnya yang besar, Hatta berkali-kali ditangkap dan diasingkan oleh pemerintah kolonial. Namun, perjuangannya tak pernah berhenti hingga menjadi sosok yang mendampingi Ir. Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 1945. Selain menjadi wakil presiden, Hatta juga sempat menjabat menteri luar negeri dan perdana menteri.

Hatta meninggal pada 14 Maret 1980 setelah dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Jenazahnya kemudian dikebumikan di TPU Tanah Kusir.

Baca juga: Kunci Jawaban Biologi kelas 10 SMA Halaman 82-83 Kurikulum Merdeka, Tes Pengetahuanmu BAB 2

"Kembalikan Saja Uang Itu"

Jujur, sederhana, dan teguh memegang prinsip. Begitulah kepribadian Mohammad Hatta. Mahar Mardjono, mantan Rektor Universitas Indonesia yang juga seorang dokter, menjadi saksi hal tersebut ketika mendampingi Bung Hatta berobat ke luar negeri pada 1970-an. "Waktu singgah di Bangkok dalam perjalanan pulang ke Jakarta, Bung Hatta bertanya kepada sekretarisnya, Pak Wangsa, jumlah sisa uang yang diberikan pemerintah untuk berobat. Ternyata sebagian uang masih utuh karena ongkos pengobatan tak sebesar dari dugaan. Segera Hatta memerintahkan mengembalikan uang sisa itu kepada pemerintah via Kedubes RI di Bangkok," ungkap Mahar.

Hal serupa juga dilakukan Bung Hatta sesaat setelah lengser dari posisinya sebagai wakil presiden. Kala itu, Sekretaris Kabinet Maria Ulfah menyodorkan uang Rp6 juta yang merupakan sisa dana nonbujeter untuk keperluan operasional dirinya selama menjabat wakil presiden. Namun, dana itu ditolaknya. Bung Hatta mengembalikan uang itu kepada negara. Bung Hatta melakukan itu karena tak ingin meracuni diri dan mengotori jiwanya dengan rezeki yang bukan haknya. Dia selalu teringat pepatah Jerman, 'Der Mensch ist, war es iszt', sikap manusia sepadan dengan caranya mendapat makan.

Sumber: Orange Juice For Integrity: Belajar Integritas kepada Tokoh Bangsa (2014). Hal. 44-47. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPРК).

Petunjuk kerja:

  • Kerjakan secara mandiri.
  • Tulis atau ketik pendapat kalian.
  • Gunakan berbagai sumber untuk mengerjakan tugas ini.
  • Presentasikan pendapat kalian.

Tugas:

1. Menurut pendapat kalian, mengapa Bung Hatta dimasukkan sebagai salah satu penggerak dalam sejarah Indonesia?

Jawaban : 

Alasan Bung Hatta dimasukan sebagai sosok penggerak sejarah Indonesia karena ia terlibat langsung pada berbagai peristiwa kemerdekaan Indonesia. Kala itu, Bung Hatta juga menyarankan untuk memperjuangkan Indonesia dari jalur politik juga.

Beliau juga menjadi ujung tombak dalam beberapa perundingan dengan pemerintah kolonial Belanda. Perjuangan lainnya yaitu ia bergabung ke dalam Perhimpunan Indonesia dan memimpin Pusat Tenaga Rakyat (Putera). Selain itu, Bung Hatta juga masuk dalam panitia sembilan yang memilik tugas untuk melakukan perumusan Piagam Jakarta.

2. Mengapa kisah Bung Hatta dapat menjelaskan bahwa beliau sebagai pelaku dan saksi sejarah?

Jawaban : 

Karena ia memiliki peran aktif dalam berbagai peristiwa penting yang membentuk nasib bangsa Indonesia, serta memiliki pengalaman langsung dalam menyaksikan dan mengalami berbagai peristiwa penting yang terjadi di Indonesia maupun di dunia.

3. Analisislah bagaimana pandangan hidup Bung Hatta me-mengaruhi tindakannya?

Jawaban : 

Pandangan hidup Bung Hatta yang religius turut mempengaruhi tindakannya sebagai seorang negarawan. Sejak kecil, beliau sudah dikenal sebagai seorang yang berprinsip teguh yakni sederhana, jujur, serta tangguh dalam menjalankan apa yang beliau yakini.

Beliau menjadikan agama sebagai pedoman hidupnya dan mengamalkan ajaran-ajarannya dalam kehidupan sehari-hari. Beliau juga menghargai perbedaan pendapat dan mengedepankan musyawarah untuk mencapai mufakat. Beliau tidak mudah terpengaruh oleh godaan kekuasaan dan harta. Beliau juga tidak takut menghadapi tantangan dan risiko demi kepentingan bangsa dan negara.

Jawaban : 

Salah satu teladan yang patut kita contoh dari kisah Bung Hatta adalah sikapnya yang religius dan nasionalis. Bung Hatta memiliki keyakinan yang kuat pada agama Islam dan nilai-nilai Pancasila. Ia menjadikan agama sebagai pedoman hidupnya dan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Ia juga menghormati keberagaman dan toleransi antara umat beragama di Indonesia.

Sikap religius dan nasionalis ini penting untuk dicontoh hingga zaman sekarang karena kita hidup di negara yang majemuk dan beragam. Kita perlu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan mengedepankan semangat kebangsaan dan kebersamaan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.