Kunci Jawaban Sejarah Kelas 10 SMA Halaman 38-40 Kurikulum Merdeka, Lembar Aktivitas 5, Studi Kasus
Ayu Wahyuni August 24, 2026 04:27 PM

 

SRIPOKU.COM - Inilah kunci jawaban Sejarah kelas 10 SMA halaman 38-40 Kurikulum Merdeka, Lembar Aktivitas 5, Studi Kasus.

Melalui studi kasus ini, siswa dapat memahami perubahan sistem moneter Indonesia, perkembangan mata uang, serta proses terbentuknya Bank Indonesia sebagai bank sentral.

Dikutip melalui YouTube Media Pembelajaran, simak serta pahamilah pembahasan soal berikut ini.

Baca juga: Kunci Jawaban Sejarah Kelas 10 SMA Halaman 29-33 Kurikulum Merdeka, Lembar Aktivitas 4, Studi Kasus

Lembar Aktivitas 5

Studi Kasus

Sejarah Bank Indonesia:
Periode Pengakuan Kedaulatan RI sampai dengan Nasionalisasi DJB

Pada Desember 1949, Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia sebagai bagian dari Republik Indonesia Serikat (RIS). Pada saat itu, sesuai dengan keputusan Konferensi Meja Bundar (KMB), fungsi bank sentral tetap dipercayakan kepada De Javasche Bank (DJB). Pemerintahan RIS tidak berlangsung lama, karena pada tanggal 17 Agustus 1950, pemerintah RIS dibubarkan dan Indonesia kembali ke bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pada saat itu, kedudukan DJB tetap sebagai bank sirkulasi. Berakhirnya kesepakatan KMB ternyata telah mengobarkan semangat kebangsaan yang terwujud melalui gerakan nasionalisasi perekonomian Indonesia. Nasionalisasi pertama dilaksanakan terhadap DJB sebagai bank sirkulasi yang mempunyai peranan penting dalam menggerakkan roda perekonomian Indonesia. Sejak berlakunya Undang-undang Pokok Bank Indonesia pada tanggal 1 Juli 1953, bangsa Indonesia telah memiliki sebuah lembaga bank sentral dengan nama Bank Indonesia.

Sebelum Bank Indonesia berdiri, segala kebijakan moneter, per-bankan, dan sistem pembayaran berada di tangan pemerintah. Dengan menanggung beban berat perekonomian negara pascaperang. kebijakan moneter Indonesia ditekankan pada peningkatan posisi cadangan devisa dan menahan laju inflasi. Sementara itu, pada periode ini, pemerintah terus berusaha memperkuat sistem perbankan Indonesia melalui pendirian bank-bank baru. Sebagai bank sirkulasi, DJB turut berperan aktif dalam mengembangkan sistem perbankan nasional terutama dalam penyediaan dana kegiatan perbankan. Banyaknya jenis mata uang yang beredar memaksa pemerintah melakukan penyeragaman mata uang. Maka, meski hanya untuk waktu yang singkat, pemerintah mengeluarkan uang kertas RIS yang menggantikan Oeang Republik Indonesia dan berbagai jenis uang lainnya. Akhirnya, setelah sekian lama berlaku sebagai acuan hukum pengedaran uang di Indonesia, Indische Muntwet 1912 diganti dengan aturan baru yang dikenal dengan Undang-undang Mata Uang 1951.

Sumber: https://www.bi.go.id/id/tentang-bi/museum/sejarah bi/pra-bi/Pages/prasejarahbi_7.aspx

Baca juga: Kunci Jawaban Sejarah Kelas 10 Halaman 23-26 Kurikulum Merdeka, Lembar Aktivitas 3, Mohammad Hatta

Petunjuk kerja:

  • Berdasarkan artikel di atas, buatlah kronologi tentang sejarah Bank Indonesia terutama pada periode Pengakuan Kedaulatan RI sampai dengan Nasionalisasi DJB.
  • Kronologi dapat berbentuk vertikal atau horisontal.
  • Kerjakan tugas secara mandiri (individu).
  • Demonstrasikan kronologi (dalam bentuk infografis) di kelas.
  • Tulislah sumber artikel di kronologi yang telah kalian buat.

Jawaban:

Kronologi sejarah Bank Indonesia terutama pada periode pengakuan kedaulatan RI sampai dengan nasionalisasi DJB adalah sebagai berikut:

  • 27 Desember 1947:
    Pengakuan kedaulatan RI oleh Belanda sebagai hasil dari Konferensi Meja Bundar. Pada saat ini, De Javasche Bank (DJB) masih berfungsi sebagai bank sirkulasi yang menerbitkan mata uang Hindia Belanda.
  • 17 Oktober 1945:
    Pemerintah RI menugaskan Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Republik Indonesia (BRI) untuk menjadi bank sirkulasi yang menerbitkan dan mengedarkan mata uang Indonesia yaitu Deang Republik Indonesia (ORI).
  • 19 Juni 1951:
    Pemerintah RI membentuk panitia nasionalisasi DJB berdasarkan surat keputusan presiden nomor 118 tanggal 2 Juli 1951.
  • 1 Juli 1953:
    Pemerintah RI menasionalisasi DJB dan mengubah namanya menjadi Bank Indonesia (BI) berdasarkan undang-undang nomor 11 tahun 1953 tentang pokok-pokok bank sentral.

Pertanyaan reflektif:

Jawaban:

Perubahan dari pengaruh pengakuan kedaulatan RI terhadap sistem moneter Indonesia, khususnya uang, adalah sebagai berikut:

1). Sebelum pengakuan kedaulatan RI: Mata uang Hindia Belanda yang diterbitkan oleh De Javasche Bank (DJB) masih berlaku sebagai alat pembayaran resmi di Indonesia. DJB juga masih berfungsi sebagai bank sirkulasi dan bank sentral yang mengatur kebijakan moneter dan perbankan di Indonesia.

2) Sesudah pengakuan kedaulatan RI: Pemerintah RI menugaskan Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Republik Indonesia (BRID untuk menerbitkan dan mengedarkan mata uang Indonesia yaitu Deang Republik Indonesia (ORI) yang menggantikan mata uang Hindia Belanda. DJB tetap dipercayakan sebagai bank sentral berdasarkan Konferensi Meja Bundar (KMB) pada Desember 1949.

3) Setelah nasionalisasi DJB: Pemerintah RI menasionalisasi DJB dan mengubah namanya menjadi Bank Indonesia (BI) berdasarkan undang-undang nomor 11 tahun 1953 tentang pokok-pokok bank sentral. BI menjadi lembaga bank sentral yang bertanggung jawab untuk mengatur kebijakan moneter, menjaga stabilitas nilai rupiah, dan mengawasi sistem perbankan di Indonesia. Pemerintah RI juga mendirikan bank-bank baru untuk memperkuat sistem perbankan Indonesia.

2. Hal apa sajakah yang telah kalian pelajari dari tugas ini? Sebutkan minimal dua hal.

Jawaban:

Dari studi kasus sejarah Bank Indonesia saya mempelajari beberapa hal mulai dari kondisi ekonomi pasca diakuinya kedaulatan RI oleh Belanda dan aksi yang dilakukan Indonesia untuk mengatasi kondisi tersebut dengan mengeluarkan UU Mata Uang di tahun 1951.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.