Korban Laka Lantas di Sukoharjo Didominasi Pelajar, Polres Gandeng Pemkab Gelar Edukasi Keselamatan
Hanang Yuwono August 24, 2026 04:32 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Sebanyak 1.702 kasus kecelakaan lalu lintas terjadi di Kabupaten Sukoharjo sepanjang 2026 hingga Agustus.

Ironisnya, korban kecelakaan tersebut didominasi kalangan pelajar.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo bersama Polres Sukoharjo.

Edukasi mengenai keselamatan berlalu lintas pun terus digencarkan, salah satunya melalui seminar bertajuk Smart Mobility, Smart Technology: Membangun Pelajar yang Tertib Berlalu Lintas dan Beretika dalam Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI).

Baca juga: Bincang Bareng Sinergi Pemkab dan TNI Dorong Pembangunan Serta Kemajuan Kabupaten Sukoharjo

Kegiatan tersebut diikuti ratusan siswa SMA/SMK sederajat se-Kabupaten Sukoharjo dan digelar di Menara Wijaya, Kompleks Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Senin (24/8/2026).

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, mengatakan tema kegiatan tersebut memiliki pesan yang sangat kuat.

Menurutnya, pelajar saat ini tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat dan semakin tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Anak-anak dan generasi muda, kata Sapto, saat ini hidup berdampingan dengan internet, media sosial, hingga teknologi Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan.

Baca juga: Pemkab Sukoharjo Ajak Masyarakat Cegah Penyalahgunaan Bansos Agar Tepat Sasaran

Karena itu, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan untuk bersikap bijak, bertanggung jawab, dan mampu mengambil keputusan dengan tepat.

"Menurut saya, tema ini memiliki pesan yang sangat kuat. Saat ini kita sedang berada pada sebuah era di mana perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat dan tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Anak-anak kita tumbuh di tengah perkembangan internet, media sosial, serta hadirnya Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan," kata Sapto, Senin (24/8/2026).

Ia menjelaskan, konsep smart mobility tidak semata-mata berbicara mengenai kendaraan yang semakin canggih maupun sistem transportasi yang semakin modern.

Lebih jauh, smart mobility juga menyangkut bagaimana manusia menggunakan sarana transportasi secara aman, tertib, efisien, bertanggung jawab, serta tetap menghormati pengguna jalan lainnya.

Baca juga: Momen Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo Kukuhkan Paskibraka Kabupaten Sukoharjo Tahun 2026

Menurut Sapto, pemahaman tersebut penting ditanamkan sejak usia pelajar. Sebab, para pelajar merupakan bagian dari pengguna jalan yang setiap hari beraktivitas menggunakan kendaraan maupun sarana transportasi lainnya.

"Kita harus mempersiapkan generasi muda khususnya para pelajar Kabupaten Sukoharjo yang bukan hanya smart secara teknologi, tetapi juga smart dalam bersikap dan mengambil keputusan," ujarnya.

Ia menegaskan, jalan raya merupakan ruang bersama. Setiap pengguna jalan memiliki hak yang sama untuk mendapatkan keselamatan.

Karena itu, keselamatan tidak hanya menjadi tanggung jawab pribadi, tetapi juga menyangkut keselamatan pengguna jalan lainnya.

Baca juga: Audiensi ke DPRD Klaten, Aliansi Masyarakat Peduli Klaten Soroti Fenomena LGBT yang Makin Marak

Para pelajar, lanjut Sapto, harus memahami bahwa tindakan sederhana seperti mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, tidak berkendara secara ugal-ugalan, hingga menghormati pengguna jalan lain merupakan bagian penting dari budaya tertib berlalu lintas.

"Para pelajar harus memahami bahwa jalan raya merupakan ruang bersama. Di jalan raya, kita tidak hanya memikirkan keselamatan diri sendiri, tetapi juga keselamatan orang lain," tegasnya.

Pemkab Sukoharjo, kata Sapto, mendukung berbagai upaya membangun ekosistem transportasi yang semakin aman dan berbasis teknologi.

Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi dan seminar keselamatan berlalu lintas yang menyasar generasi muda.

Menurutnya, kegiatan semacam itu merupakan investasi jangka panjang. Sebab, pengetahuan mengenai keselamatan berlalu lintas diharapkan dapat membentuk perilaku pelajar ketika berada di jalan raya.

"Kami juga menyambut baik kegiatan edukasi seperti seminar pada hari ini. Kegiatan semacam ini merupakan investasi jangka panjang, karena tidak ada investasi yang lebih berharga daripada investasi untuk keselamatan dan masa depan anak-anak kita," ungkapnya.

1.702 Kasus Kecelakaan hingga Agustus

Sementara itu, Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo mengungkapkan tingginya angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Sukoharjo menjadi alasan pentingnya edukasi keselamatan berlalu lintas kepada pelajar.

Berdasarkan data Polres Sukoharjo, sejak awal 2026 hingga Agustus tercatat sebanyak 1.702 kasus kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sukoharjo.

Dari ribuan kasus tersebut, tercatat sebanyak 2.053 orang mengalami luka ringan dan 58 orang meninggal dunia. Sementara itu, kerugian material akibat kecelakaan lalu lintas tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp1,4 miliar.

"Data tahun 2026 sampai bulan Agustus sebanyak 1.702 kasus kecelakaan di Kabupaten Sukoharjo. Dengan korban luka ringan 2.053 orang dan korban meninggal dunia 58 orang. Serta kerugian material kurang lebih Rp1,4 miliar," kata Anggaito.

Ia menambahkan, salah satu hal yang menjadi perhatian dari angka kecelakaan tersebut adalah korban yang didominasi oleh kelompok usia pelajar.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa upaya pencegahan kecelakaan tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas. Edukasi kepada kelompok usia pelajar juga harus dilakukan secara berkelanjutan.

Karena itu, Polres Sukoharjo menggandeng Pemkab Sukoharjo serta kalangan akademisi untuk memberikan pemahaman mengenai keselamatan berlalu lintas kepada siswa SMA/SMK sederajat di seluruh Kabupaten Sukoharjo.

Menurut Anggaito, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada pelajar mengenai tata cara berlalu lintas yang benar dan aman.

"Sehingga dari Polres Sukoharjo bekerja sama dengan Pemda Sukoharjo dan juga dari akademik melakukan pelaksanaan seminar terkait dengan keselamatan berlalu lintas untuk SMA/SMK sederajat se-Kabupaten Sukoharjo. Tujuannya agar mereka bisa lebih mengetahui tentang tata cara berlalu lintas," jelasnya.

Selama ini, sosialisasi keselamatan berlalu lintas sebenarnya telah rutin dilakukan oleh jajaran kepolisian dengan mendatangi sekolah-sekolah.

Namun, menurut Anggaito, pola sosialisasi yang dilakukan secara singkat terkadang belum cukup maksimal untuk membentuk pemahaman dan perilaku pelajar dalam kehidupan sehari-hari.

"Kita biasanya melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, namun hanya dengan kegiatan yang bersifat arahan pada saat setelah upacara ataupun setelah apel. Hal itu kemungkinan kurang maksimal pada pelaksanaannya di hari-hari," ujarnya.

Oleh sebab itu, seminar yang menghadirkan narasumber dan pakar di bidangnya diharapkan dapat memberikan pengalaman serta pemahaman yang lebih mendalam kepada para pelajar.

"Sehingga kita juga menampilkan dan memberikan edukasi-edukasi dari pakar-pakarnya sehingga mereka lebih mengetahui. Harapan kami, mereka yang hadir pada saat ini bisa menjadi duta-duta keselamatan lalu lintas di masing-masing sekolahnya," pungkas Anggaito. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.