PSI Teluk Bintuni Dorong Pelibatan Petani Lokal dalam Program Makan Bergizi Gratis
Hans Arnold Kapisa August 24, 2026 04:56 PM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, BINTUNI - Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Teluk Bintuni, Lamaliki Padai Manuama  mendorong agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melibatkan petani dan pelaku usaha lokal sebagai pemasok bahan pangan.

Menurut Ucy, sapaan akrab Lamaliki Manuama, bahwa keterlibatan masyarakat lokal penting agar program pemerintah pusat tersebut tidak hanya memberi manfaat bagi penerima, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian daerah.

“Kami melihat pelayanan pemberian Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Teluk Bintuni belum ada pemerataan untuk seluruh sekolah, khususnya sebagian besar wilayah pesisir maupun pegunungan,” ujarnya saat ditemui wartawan, Senin (24/8/2026).

Ia berharap Badan Gizi Nasional (BGN) menambah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di sejumlah wilayah yang belum mendapatkan layanan.

Baca juga: Kepala SPPG di Bintuni Klarifikasi Isu Miring Media Sosial, Komitmen Jaga Kualitas MBG

Hal ini dinilai penting mengingat kondisi geografis Teluk Bintuni yang luas dengan 24 distrik definitif.

“Harapan kami kepada BGN di pusat agar bisa menambahkan dapur SPPG di beberapa wilayah yang belum mendapatkan pelayanan, sehingga program ini benar-benar menyentuh seluruh masyarakat,” katanya.

Selain pemerataan layanan, Ucy menekankan pentingnya pelibatan petani lokal dan pengusaha di sekitar wilayah operasional SPPG.

Menurutnya, anggaran MBG yang bersumber dari APBN cukup besar sehingga harus memberi dampak ekonomi lebih luas.

“Anggarannya begitu besar dari APBN. Karena itu, kalau bisa melibatkan petani lokal dan pengusaha yang ada di sekitar wilayah SPPG, saya pikir akan lebih bermanfaat,” ungkapnya.

Baca juga: Erika Werinussa: 43 SPPG Layani 97.169 Penerima Manfaat MBG di Papua Barat

Ucy juga mengingatkan agar rantai pasok bahan pangan tidak hanya dikuasai kelompok tertentu.

Pemberdayaan petani dan pelaku usaha lokal, katanya, merupakan bagian penting dari upaya menciptakan keadilan ekonomi.

“Jangan sampai ada monopoli pasar, sehingga satu SPPG hanya dikelola atau mendapatkan suplai bahan-bahan dari beberapa kelompok saja. Kami berharap masyarakat yang ada di sekitar wilayah SPPG juga harus dilibatkan,” tegasnya.

Ia menambahkan, program MBG seharusnya tidak hanya menyasar anak sekolah, tetapi juga kelompok masyarakat lain seperti ibu hamil dan warga yang membutuhkan.

Ucy berharap pemerintah pusat dan daerah memperkuat koordinasi agar program MBG di Teluk Bintuni berjalan merata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.

“Program ini adalah program pemerintah pusat dan program Presiden. Harapan kami, manfaatnya bisa dirasakan secara luas, khususnya oleh masyarakat Kabupaten Teluk Bintuni,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.