Laporan Wartawan TribunPalu, Misna Jayanti
TRIBUNPALU.COM, DONGGALA - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Donggala menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) secara daring melalui Microsoft Teams, Senin (24/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi BNN Kabupaten Donggala untuk menerima saran dan masukan dari masyarakat serta pemangku kepentingan guna meningkatkan kualitas pelayanan secara berkelanjutan.
Forum dipimpin Kepala BNN Kabupaten Donggala, Khrisna Anggara.
Diikuti sejumlah peserta, di antaranya perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Donggala, KSOP Kelas II Teluk Palu, Dinas Perhubungan Donggala, sejumlah puskesmas, sekolah, komunitas, mahasiswa, penerima layanan, serta klien rawat jalan.
Sejumlah masukan disampaikan peserta, di antaranya kebutuhan tes urine di sekolah, peningkatan sosialisasi bahaya narkoba, dan penguatan kerja sama dalam pelaksanaan tes urine bagi pengemudi dan pekerja jasa ekspedisi serta bimtek bagi petugas puskesmas untuk konseling pasien pengguna narkoba.
Baca juga: Kapolda Sulteng Terbitkan Maklumat Karhutla, Pelaku Pembakaran Diancam Pidana
Dinas Perhubungan Donggala juga mendorong adanya tes urine secara acak bagi pengemudi, khususnya karena Donggala merupakan wilayah perlintasan yang cukup padat melalui jalur darat dan laut.
Sementara Kesbangpol Donggala berharap kolaborasi dengan BNN dalam pelaksanaan tes urine bagi aparatur organisasi perangkat daerah (OPD) dapat kembali dilanjutkan.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kepala BNN Donggala, Khrisna Anggara mengatakan forum tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan BNN sesuai kebutuhan masyarakat.
Ia menyebut BNN memiliki sejumlah layanan yang berkaitan dengan pencegahan, rehabilitasi, sosialisasi, penyuluhan, konseling hingga deteksi dini penyalahgunaan narkoba melalui tes urine.
"Masukan dan saran yang disampaikan tentu berdasarkan pengalaman selama mengakses layanan yang ada di BNN Donggala. Ini menjadi kesempatan untuk menyampaikan bagaimana kita berusaha memperbaiki layanan tersebut," ujarnya.
Terkait usulan tes urine bagi pengemudi dan pekerja jasa ekspedisi, Khrisna menyatakan BNN akan berupaya memperkuat sinergi dengan pihak terkait.
Menurutnya, pemeriksaan juga penting dilakukan terhadap petugas di kawasan pelabuhan sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Khrisna juga menyoroti peran puskesmas sebagai salah satu ujung tombak dalam mendeteksi potensi penyalahgunaan narkoba di tingkat desa.
Baca juga: Pemkab Tolitoli Audiensi dengan BPJS Kesehatan, Bahas Peningkatan Layanan JKN
Ia mengatakan tren penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba tidak hanya menjadi persoalan di perkotaan, tetapi juga perlu diantisipasi di wilayah perdesaan.
"Kami berharap informasi mengenai layanan konseling, bahaya narkoba dan rehabilitasi bisa terus disampaikan kepada masyarakat di desa," kata Khrisna.
Kepala BNN Kabupaten Donggala juga mendorong sekolah untuk memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba secara mandiri.
Khrisna berharap SMAN 1 Banawa dapat menjadi contoh bagi sekolah lainnya dalam membangun lingkungan pendidikan yang berperan aktif dalam pencegahan narkoba.
Ia menegaskan BNN Kabupaten Donggala siap menjadi mitra sekolah dalam membantu guru mendeteksi potensi penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan.
"Jangan sungkan untuk berkoordinasi dengan BNN apabila ditemukan indikasi yang perlu ditangani lebih lanjut," pungkasnya. (*)