Laporan Wartawan Tribun Sumsel, Edison Bastari
TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Jika dalam beberapa hari terakhir kondisi kualitas udara di Kota Prabumulih berada dalam kategori tidak sehat, pada Senin (24/8/2026) Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Bumi Seinggok Sepemunyian menunjukkan kategori sedang.
Hal itu berdasarkan data terbaru ISPU dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Selatan pada Senin (24/8/2026) yang diperbarui pukul 06.00 WIB.
Dalam data tersebut, konsentrasi PM2,5 dan PM10 terdata minus. Sementara itu, parameter lainnya tercatat SO2 sebesar 62, CO 8, O3 9, dan NO2 5.
Kondisi indeks pencemaran udara Kota Prabumulih yang masuk kategori sedang tersebut sama dengan dua daerah lainnya, yakni Kabupaten Muara Enim dan Lahat.
Dari data terbaru tersebut, terdapat tiga daerah yang memiliki indeks pencemaran udara (ISPU) sangat tidak sehat, yakni Kota Palembang, Kabupaten Ogan Ilir, dan Kabupaten PALI.
Ketiga daerah tersebut memiliki tingkat kualitas udara yang dapat merugikan kesehatan secara serius pada sejumlah kelompok masyarakat yang terpapar.
Ketiganya memiliki rentang ISPU PM2,5 antara 200 hingga 299.
Tingginya pencemaran udara di tiga daerah tersebut diduga disebabkan oleh maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau saat ini sehingga udara menjadi tercemar.
Masyarakat yang tinggal di wilayah dengan ISPU sangat tidak sehat dianjurkan menggunakan masker ketika keluar rumah, tidak beraktivitas di luar jika tidak diperlukan, serta menutup pintu dan jendela rumah.
Baca juga: Patroli Karhutla, Polisi Temukan Kepulan Asap Sisa Karhutla di Perbatasan Rasuan-Rasuan Darat
Meski tingkat pencemaran udara di Kota Prabumulih berada dalam kategori sedang, masyarakat juga tetap diimbau menggunakan masker dan tidak beraktivitas di luar rumah jika tidak mendesak.
Hal itu sesuai dengan imbauan Dinas Kesehatan Kota Prabumulih yang meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kondisi kesehatan.
Bahkan, kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit atau gangguan pada saluran pernapasan diminta tidak beraktivitas di luar rumah.
"Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara saat ini. Jika harus beraktivitas di luar rumah, gunakan masker dan kurangi paparan udara yang kurang baik," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Prabumulih, Djoko Listyano SKM MSi, saat dikonfirmasi wartawan belum lama ini.
Kadinkes juga meminta masyarakat menjaga kesehatan dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, pusing, atau gangguan pernapasan lainnya.
"Kondisi udara yang kurang baik jangan dianggap sepele. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan bersama, risiko gangguan akibat pencemaran udara dapat diminimalkan," katanya.
Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi asap di Kota Prabumulih tergolong tidak terlalu pekat dan tidak dipenuhi kabut pada pagi hari.
Namun, cuaca tetap terasa panas dan membuat mata mudah berair ketika warga berkendara menggunakan sepeda motor.
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com