TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Wilayah Bogor sempat kembali diguyur hujan deras beberapa hari kemarin, kondisi kekeringan imbas kemarau di Bogor masih belum banyak berubah.
Kekeringan masih melanda sejumalh kampung di wilayah Bogor.
Aliran Sungai Ciliwung pun masih manyusut.
Ini terpantau juga terlihat di kawasan Sungai Ciliwung kawasan Warung Jambu, Kota Bogor.
Terpantau, Senin (24/8/2026), banyak bebatuan yang terlihat muncul ke permukaan akibat surutnya aliran Ciliwung.
Ciliwung di kawasan hulunya, yaitu Katulampa juga demikian.
Tinggu Muka Air ( TMA) Bendung Katulampa per 24 Agustus 2026 masih di angka 0 cm.
"TMA masih nol," kata Petugas Bendung Katulampa, Muhammad Alwan, Senin (24/8/2026).
Baca juga: Kondisi Sungai Ciliwung di Kota Bogor, Masih Belum Normal Setelah Surut Imbas Kemarau
Di saat yang sama, sejumlah kampung di wilayah Kabupaten Bogor masih ada yang dikirim bantuan air bersih karena kekeringan sampai Minggu (22/8/2026) malam.
Menurut BPBD Kabupaten Bogor, permintaan bantuan air bersih terakhir datang dari beberapa kampung di Kecamatan Jasinga, Cibungbulang, Parungpanjang, Cigombong, dan Leuwiliang.
Sementara menurut penjelasan BMKG, musim kemarau di wilayah Bogor memang kerap masih diwarnai hujan.
Namun tetap karena kemarau intensitas hujan akan menurun.
"Sebagian besar wilayah Bogor, type iklimnya menurut Stasiun Klimatologi Jawa Barat (Dramaga Bogor) malah cenderung tidak ada perbedaan antara musim hujan dan kemarau," kata Kepala BMKG Citeko, Fatuhri Syabani.
"Namun tetap di masa kemarau, hujannya relatif lebih sedikit, namun di beberapa wilayah blBogor lainnya seperti Leuwiliang, jasinga (barat Kabupaten Bogor) dan sekitarnya efek musim lebih terlihat nyata," ungkapnya.