TRIBUNGORONTALO.COM – Provinsi Gorontalo memiliki beragam destinasi wisata yang tersebar di lima kabupaten dan satu kota. Mulai dari wisata bahari, alam, budaya, religi, hingga sejarah, setiap daerah menampilkan karakter dan daya tarik tersendiri.
Sejumlah destinasi bahkan telah masuk dalam perencanaan pengembangan pariwisata Provinsi Gorontalo sebagai lokasi prioritas maupun kawasan pariwisata unggulan. Di antaranya adalah Desa Wisata Torosiaje di Kabupaten Pohuwato, Pantai Bolihutuo di Kabupaten Boalemo, Pentadio Resort di Kabupaten Gorontalo, Benteng Otanaha di Kota Gorontalo, Lombongo dan Botubarani di Kabupaten Bone Bolango, serta Pulau Saronde di Kabupaten Gorontalo Utara.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, memaparkan sejumlah objek wisata yang menjadi potensi andalan di masing-masing daerah. Hal tersebut ia sampaikan saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Sabtu (22/8/2026).
Sultan mengawali penjelasannya dari Kabupaten Pohuwato yang berada di ujung barat Provinsi Gorontalo. Di wilayah ini terdapat Desa Wisata Torosiaje, Desa Wisata Banuroja, hingga Pantai Pohon Cinta.
"Mulai dari ujung barat di Pohuwato, kita punya Torosiaje, Desa Banuroja, Pantai Pohon Cinta, dan lain-lain," kata Kadis Sultan.
Torosiaje merupakan perkampungan Suku Bajo yang terletak di atas perairan Teluk Tomini, Kecamatan Popayato.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, kawasan ini menjadi salah satu destinasi bahari andalan yang masuk dalam program pengembangan daerah. Sementara itu, Desa Banuroja juga tercatat dalam dokumen perencanaan pariwisata provinsi sebagai salah satu desa wisata.
Beranjak ke Kabupaten Boalemo, Sultan menyebut Pantai Bolihutuo serta gugusan pulau kecil di Teluk Tomini.
"Di Boalemo kita punya Pantai Bolihutuo, dan pulau-pulau kecil di Teluk," ujarnya.
Pantai Bolihutuo telah lama masuk dalam daftar potensi wisata unggulan Gorontalo. Dokumen Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo juga menetapkannya sebagai lokasi prioritas sekaligus kawasan desa wisata.
Berikutnya, Kabupaten Gorontalo memiliki variasi destinasi yang kaya, mulai dari Ring Atol Biluhu, Desa Religi Bubohu, Pantai Dulanga, Pentadio Resort, Kawasan Budaya Menara-Bandayo Poboide-Masjid Baiturrahman, Museum Iluta, hingga Bukit Dulamayo.
"Di Kabupaten Gorontalo kita punya Ring Atol Biluhu, Desa Religi Bubohu, Pantai Dulanga, Pentadio Resort, Kawasan Budaya Menara-Bandayo Poboide-Masjid Baiturrahman, Museum Iluta, Bukit Dulamayo, dan lain-lain," terangnya.
Pentadio Resort tercatat sebagai kawasan pariwisata unggulan yang terkenal dengan potensi sumber air panas alaminya.
Di Kota Gorontalo, destinasi yang menjadi sorotan meliputi Benteng Otanaha, kawasan Kota Tua, dan Masjid Hunto. Ketiganya menawarkan daya tarik berbeda, mulai dari peninggalan sejarah hingga pusat perkembangan budaya serta religi. Benteng Otanaha juga masuk dalam daftar lokasi prioritas dan kawasan pariwisata unggulan provinsi.
Sementara itu, Kabupaten Bone Bolango memiliki deretan objek wisata populer seperti Kurenai, Botubarani, Botutonuo, Olele, Lombongo, Hungayono, Danau Perintis, hingga Air Terjun Taludaa.
"Bone Bolango kita punya Kurenai, Botubarani, Botutonuo, Olele, Lombongo, Hungayono, Danau Perintis, Air Terjun Taludaa, dan seterusnya," jelas Sultan.
Sejumlah destinasi di Bone Bolango seperti Botubarani, Lombongo, Botutonuo, dan Olele masuk dalam dokumen perencanaan pariwisata sebagai destinasi prioritas. Botubarani dikenal luas sebagai habitat hiu paus, sedangkan Olele menawarkan keindahan taman bawah laut.
Terakhir, di Kabupaten Gorontalo Utara, Sultan menyebut Pantai Minanga, Kotajin, Diyonumo, Pulau Saronde, dan Pulau Bogisa.
"Di Gorontalo Utara kita punya Pantai Minanga, Kotajin, Diyonumo, Pulau Saronde, Pulau Bogisa, dan seterusnya," ujarnya.
Pulau Saronde merupakan ikon wisata bahari yang berstatus sebagai kawasan pariwisata unggulan. Selain Saronde, dokumen perencanaan daerah turut mencatat Pulau Mohinggito, Pulau Bogisa, Diyonumo, dan beberapa kawasan pantai lainnya sebagai bagian dari destinasi andalan Gorontalo Utara.
Dengan banyaknya objek wisata tersebut, Sultan menegaskan bahwa dirinya tidak ingin hanya satu atau dua destinasi saja yang dianggap sebagai andalan utama Provinsi Gorontalo.
Menurutnya, setiap lokasi memiliki keunikan tersendiri.
"Pada prinsipnya semua unggulan dengan keunikan masing-masing, tinggal bagaimana cara kita memaknai saat mengunjungi," ungkap Sultan.
Ia menambahkan, keberagaman ini menjadi kekuatan utama pariwisata Gorontalo. Wisatawan tidak hanya disuguhkan keindahan pantai dan laut, tetapi juga bisa menikmati wisata alam, budaya, sejarah, hingga religi.
Pemerintah daerah terus mendorong pengembangan objek wisata melalui dukungan anggaran serta program desa wisata. Namun, untuk tahun 2026, belum ada objek wisata di Gorontalo yang memperoleh alokasi dukungan langsung dari Kementerian Pariwisata.
"Untuk tahun ini, belum ada yang mendapat dukungan dari Kemenpar," kata Sultan.
Meski demikian, beberapa desa di Gorontalo pernah menerima dukungan serupa pada tahun-tahun sebelumnya.
"Di tahun-tahun sebelumnya, ada Desa Bongo, Desa Botubarani, alhasil label Desa Wisata nasional yang melekat," jelas Sultan.
Sementara itu, dari tingkat Pemerintah Provinsi Gorontalo, terdapat objek wisata yang secara rutin mendapat dana pemeliharaan karena berstatus sebagai aset daerah, seperti Edu Agro Wisata di Lombongo dan Museum Iluta.
"Untuk bantuan dari Pemprov, secara rutin Edu Agro Wisata yang ada di Lombongo serta Museum Iluta selalu mendapat bantuan dalam bentuk pendanaan pemeliharaan, dikarenakan label aset Pemprov yang melekat," ungkap Sultan.
Baca juga: 7 Fakta Suami Tikam Istri di Gorontalo, Kronologi hingga Ancaman Hukuman Pelaku
Selain destinasi fisik, Pemprov Gorontalo aktif mendongkrak pariwisata melalui penyelenggaraan festival dan event daerah. Pada tahun 2026, satu event asal Gorontalo kembali menembus agenda nasional Karisma Event Nusantara (KEN), yaitu Gorontalo Karnaval Karawo (GKK).
Sultan menyampaikan bahwa GKK saat ini menjadi satu-satunya perwakilan event dari Gorontalo yang masuk dalam KEN.
"Di Gorontalo, event yang masuk KEN hanya GKK," tegasnya.
GKK telah beberapa kali lolos kurasi nasional karena mengangkat kain tradisional Karawo sebagai identitas budaya dan ekonomi kreatif daerah.
Ke depannya, Pemprov Gorontalo bertekad memperbanyak jumlah event daerah yang masuk dalam kalender nasional. Namun, Sultan mengakui proses tersebut membutuhkan perjuangan panjang.
"Kami akan upayakan event lainnya untuk masuk, namun perjuangan panjang dan berat akan menjadi tantangan," ujarnya.
Salah satu tradisi yang dinilai memiliki peluang besar untuk diajukan ke KEN adalah Festival Tumbilotohe, tradisi menyambut malam Lailatulqadar di penghujung Ramadan yang memiliki akar budaya kuat di Gorontalo.
"Kami akan berupaya Festival Tumbilotohe sepertinya bisa diusulkan untuk masuk," kata Sultan.
Melalui perluasan promosi event nasional ini, diharapkan arus kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi di Gorontalo—mulai dari pesisir Pohuwato, Teluk Tomini di Boalemo, hingga kepulauan di Gorontalo Utara—bisa semakin meningkat dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar. (*)