Laporan Kontributor TribunPriangan.com Sumedang, Kiki Andriana
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG – Ketersediaan beras di Kabupaten Sumedang dipastikan masih aman. Bahkan, cadangan pangan daerah juga disiapkan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana di sejumlah wilayah.
Cadangan beras tersebut telah didistribusikan untuk membantu warga terdampak bencana, di antaranya korban longsor dan banjir di Kecamatan Surian, Kecamatan Rancakalong, Kecamatan Tomo, Kecamatan Sumedang Selatan, Kecamatan Cimanggung, Kecamatan Jatinangor, dan Kecamatan Wado.
Bantuan juga diberikan kepada masyarakat yang terdampak pembangunan Tol Cisumdawu di Kecamatan Rancakalong serta sejumlah wilayah kecamatan lainnya.
Berdasarkan hasil evaluasi Dinas Pertanian Kabupaten Sumedang, hingga Juni 2026 kondisi produksi padi masih mencatat surplus.
"Menurut hasil evaluasi, sampai dengan bulan Juni, kita masih punya padi, surplus," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang, Tono Suhartono, Senin (24/8/2026).
Baca juga: Bupati Sumedang Dorong Parade Perahu Pasirtugaran Jadi Magnet Wisata
Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai potensi kekeringan panjang. Berdasarkan informasi BMKG, kondisi tersebut diperkirakan dapat terjadi sehingga langkah mitigasi mulai dilakukan.
"Menurut BMKG, kita akan mengalami kekeringan panjang. Kami berupaya untuk melalui Kementerian Pertanian dan PU, berupaya memitigasi bencana itu dengan kita memperbaiki irigasi yang rusak, dan kita ini membangun irigasi potensial," katanya.
Upaya tersebut dilakukan melalui perbaikan dan pembangunan sejumlah infrastruktur pengairan untuk menjaga produktivitas pertanian selama musim kering.
Menurut Tono, kewenangan Dinas Pertanian antara lain mencakup jaringan irigasi tersier, perpompaan, perpipaan, serta pembangunan dam parit. Sementara dam parit dalam skala besar menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum.
Untuk mempercepat penanganan, Dinas Pertanian juga mengoptimalkan peran penyuluh pertanian di lapangan.
"Tahun ini, kami optimalkan bagaimana mengupayakan para penyuluh selaku verifikator, mengusulkan ke Kementerian Pertanian. Kita ada beberapa lokasi yang telah kami tindaklanjuti," ujarnya.(*)