Keren! Mahasiswa ITS Sabet Juara di Lomba Desain Kapal Internasional
GH News August 24, 2026 08:10 PM
Jakarta -

Kabar menggembirakan datang dari mahasiswa asal Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Tim tim riset Hydromodelling dan Arkana berhasil meraih juara 2 di lomba desain kapal internasional.

Ajang Dr James A Lisnyk Student Ship Design Competition 2026 tersebut diselenggarakan oleh The Society of Naval Architects & Marine Engineers (SNAME) yang bermarkas di Amerika Serikat (AS). Adapun perlombaan digelar secara daring pada Maret hingga Juni 2026 lalu.

Para peraih juara dari ITS tersebut yakni Yakni Faiz Yudistira Hidayat, Diarza Syafa, Najzwa Gita Purnama Putri, Emilda Safa'atus Sholihah, Hafizh Dzaky Firananda, dan Farizha Habibie.

Selama ajang berlangsung, tim yang terdiri dari enam mahasiswa ini diminta membuat desain kapal yang inovatif. Selain itu, mereka juga diminta membuat desain kapal yang benar-benar bisa diterapkan.

"Inovasi yang diusulkan juga harus bisa diterapkan pada desain kapal dan dibuktikan lewat perhitungan," jelas Staf Ahli Divisi Desain Tim Hydromodelling ITS Farizha Habibie, dikutip dari laman ITS pada Senin (24/8/2026).

Selama proses perancangan, setiap anggota tim memiliki tugas masing-masing. Mulai dari Faiz bertugas membuat 3D modelling, Diarza bertugas pada design hull analyst, dan Najzwa sebagai general arrangement, machinery, and propulsion.

Sementara itu, Emilda bertugas di bagian background analysis and formatting, Farizha sebagai construction and structure analyst, dan Hafizh sebagai electrical, HVAC and EEDI analyst.

Desain Kapal Mahasiswa ITS

Desain kapal buatan mahasiswa ITS tersebut dapat diimplementasikan untuk operasi lepas pantai laut. Mereka membuat desain kapal yang memiliki length of perpendicular 90 meter, lebar 20 meter, tinggi 8 meter, dan sarat air 6,4 meter.

Adapun kecepatan dinas kapal sebesar 14 knot dengan total bobot mati 4.000 ton. Kapasitas muatan yang ditawarkan kapal ini mencapai 3.600 metrik ton.

Kapal bisa berlayar di lautan Natuna dengan membawa modul struktur bawah laut, logistik rig, peralatan inspeksi dan perbaikan pipa, serta fluida pengeboran.

Inovasi utama yang ada dalam kapal ini adalah Flying Dutchman. Bagian tersebut berupa hybrid fuel engine dengan hidrogen, di mana nantinya hidrogen akan dialirkan langsung ke mesin dual-fuel.

Setelah itu, dibakar dan akan memutar generator listrik. Listrik yang dihasilkan jadi sumber tenaga bagi kapal.

"Melalui integrasi hidrogen ini, kapal dapat beroperasi 12-20 hari di Natuna dan emisi karbon mendekati nol," ungkap Farizha.

Pengerjaan Desain Kapal Butuh 5 Bulan

Menggunakan metode spiral design, pengerjaan rancangan kapal ini dilakukan sejak Februari hingga Juni 2026. Tim mengutamakan sinergi serta ketepatan sebagai kunci keberhasilan.

Inovasi yang dihasilkan oleh tim riset Hydromodelling dan Arkana ITS ini berada di bawah arahan dosen Ir Rizky Chandra Ariesta. Farizha berharap terobosan ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi industri perkapalan global dan mengharumkan nama Indonesia.

"Semoga tim kami nantinya mampu terus membawa nama Indonesia lebih harum lagi," tutupnya.

Cicin Yulianti
Jurnalis detikcom. Lulusan Jurnalistik Unpad, di detikcom sejak 2022. Spesialis menulis topik pendidikan, kampus, sekolah, beasiswa, riset, dan kehidupan pelajar/mahasiswa.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.