- Penundaan transaksi rekening koordinator Aliansi Masyarakat Parti Bersatu (AMPB) yang digunakan untuk menghimpun donasi aksi turut mendapat sorotan dari Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas.
Menurutnya, langkah tersebut justru berpotensi membuat gerakan tuntutan pengesahan RUU Perampasan Aset semakin meluas dan mendapat simpati dari masyarakat.
"Saya khawatir aksi ini akan semakin melebar jadinya dan semakin besar," ujar Fernando dalam wawancara bersama Tribunnews.com pada Senin (24/8/2026).
Menurutnya, masyarakat yang sebelumnya tidak berniat terlibat dalam aksi bisa terdorong ikut bergerak karena melihat adanya upaya yang dianggap menghalangi penyampaian aspirasi.
"Orang-orang yang selama ini seharusnya tidak ingin terlibat di dalam aksi tersebut akhirnya mereka ingin juga melakukan perlawanan," katanya.
Sebagai informasi, AMPB berencana menggelar aksi di Jakarta pada 27 Agustus 2026.
Fernando menilai, gerakan tersebut murni dari kegelisahan masyarakat dan tidak ditunggangi oleh kepentingan politik.