TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Bantuan untuk penyintas kebakaran yang melanda Jalan Jenderal Sudirman, Desa Tideng Pale Timur dan Desa Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara (Kaltara) terus berdatangan.
Berdasarkan data yang direkap Minggu (23/8/2026), dana donasi yang berhasil dikumpulkan dari masyarakat, organisasi hingga paguyuban serta penyumbang lainnya mencapai sekitar Rp70 juta.
Penalaah Teknis Kebijakan DINSOSPPAPMD Tana Tidung yang juga Koordinator Lapangan Posko Bantuan Penyintas Kebakaran Maksoel menyampaikan selain bantuan berupa uang, masyarakat juga memberikan berbagai kebutuhan bagi penyintas.
Bantuan tersebut diantaranya pakaian, sembako, air minum hingga alat tulis.
"Yang sudah terkumpul dari masyarakat, organisasi, paguyuban dan sebagainya itu ada pakaian, sembako dan kebutuhan lainnya itu ada semua, termasuk air minum dan alat tulis," ujar Maksoel kepada TribunKaltara com, Senin (24/8/2026).
Baca juga: 39 Bangunan Terdampak Kebakaran, Damkar Tana Tidung Ungkap Kendala saat Padamkan Api
Penggalangan dana ini dilakukan mulai 18 hingga 24 Agustus 2026 yang kemudian dikumpulkan di satu titik yaitu di Pendopo Djaparudin, Jalan Inhutani, Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kaltara.
Sejumlah organisasi termasuk swasta turut menggalang donasi untuk membantu warga yang terdampak kebakaran.
"Dari beberapa organisasi juga ada galang dana, termasuk sumbangan dari swasta dan masyarakat dan sampai hari Minggu kemarin dana yang sudah terkumpul itu kurang lebih Rp70 jutaan," katanya.
Bantuan tersebut nantinya akan disalurkan kepada seluruh keluarga yang terdampak kebakaran.
Maksoel menyebut, berdasarkan pendataan, terdapat 33 kepala keluarga (KK) dengan total 104 jiwa yang menjadi penerima bantuan.
Pembagian bantuan akan dilakukan berdasarkan jumlah keluarga dan menyelesaikan kebutuhan masing-masing KK.
"Untuk jumlah penerima bantuan ini seluruhnya kalau kita hitung ada 33 KK, tapi kalau jiwanya 104 jiwa dan pembagiannya kita berikan per KK sesuai kebutuhan di masing-masing KK," sebutnya.
Baca juga: Kapolda Kaltara Kunjungi Polres Tana Tidung, Lepas Bibit Ikan hingga Bantu Korban Kebakaran
Penyaluran bantuan yang sebelumnya direncanakan berlangsung Selasa (25/8/2026) mengalami perubahan jadwal karena bertepatan dengan hari libur yang kemudian penyaluran dijadwalkan pada Rabu (26/8/2026).
"Rencananya penyaluran bantuan ini hari Selasa (25/8/2026), tapi karena tanggal merah jadi kita geser ke hari Rabu besoknya untuk pembagiannya," ungkap Maksoel.
Bantuan untuk penyintas kebakaran tidak hanya berasal dari masyarakat Kabupaten Tana Tidung.
Sejumlah bantuan juga datang dari daerah lain seperti Kabupaten Bulungan, Malinau hingga Kota Tarakan.
Bahkan, ada yang diantarkan langsung ke posko bantuan penyintas kebakaran.
Sementara untuk posko penampungan penyintas kebakaran, pemerintah daerah sebelumnya menyiapkan Pendopo Djaparudin sebagai tempat tinggal sementara.
Namun, lokasi tersebut dinilai kurang kondusif karena merupakan ruang terbuka dan juga digunakan sebagai ruang pertemuan.
Karena itu, tempat penampungan kemudian dipindahkan ke mess guru di kawasan Sekolah Terpadu Tana Tidung.
"Awalnya tempat tinggal sementara kita buat di Pendopo Djaparudin, tapi kurang kondusif karena ini terlalu terbuka dan ini juga ruang pertemuan. Jadi kita pindah ke mess guru di sekolah terpadu," jelasnya.
Maksoel mengatakan, secara resmi posko penampungan dibuka hingga Senin (24/8/2026).
Namun, pemerintah daerah masih akan memberikan fasilitas bagi penyintas yang belum mendapatkan tempat tinggal.
Berdasarkan kondisi terakhir, terdapat tiga keluarga yang masih menempati tempat pengungsian.
Sedangkan penyintas lainnya memilih tinggal sementara di rumah keluarga maupun kerabat.
"Sampai hari ini ada tiga keluarga yang mengungsi di tempat pengungsian. Kalau yang lainnya rata-rata tinggal di rumah keluarga atau kerabat," pungkas Maksoel.
(*)
Penulis : Rismayanti