Dinamika Pasar Kuliner Premium Bali Kian Sengit, Jaringan Steakhouse Manhattan Rambah Petitenget
Putu Kartika Viktriani August 25, 2026 12:03 AM

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Kawasan Petitenget kian memantapkan posisinya sebagai episentrum gaya hidup dan gastronomi bernilai tinggi di Bali seiring masuknya investasi kuliner bertaraf global. 

Jaringan restoran asal Park Avenue, Manhattan, Wolfgang’s Steakhouse, resmi mengoperasikan gerai ketiganya di Indonesia yang berlokasi di kompleks Parc Valle Petitenget, Badung.

Ekspansi ini menandai babak baru penetrasi jenama internasional ke pasar Pulau Dewata, menyusul kehadiran dua gerai sebelumnya di Jakarta, yakni di kawasan SCBD dan Keraton at The Plaza. 

Ini dinilai sebagai respons langsung terhadap tingginya profil wisatawan mancanegara serta ekspatriat yang menuntut diferensiasi standar bersantap di luar konsep relaxed coastal dining yang selama ini mendominasi pesisir selatan Bali.

 

Co-Founder Wolfgang’s Steakhouse, Peter Zwiener, menegaskan bahwa kehadiran mereka di Bali merupakan target strategis dalam peta ekspansi internasional.

Baca juga: MV Island Sky Kembali Singgah di Celukan Bawang Buleleng Bali, Bawa 94 Penumpang dan 81 Awak Kapal

"Bali merupakan bagian penting dari langkah ekspansi kami. Kami melihat kesempatan untuk membawa pengalaman steakhouse khas New York kepada masyarakat lokal maupun wisatawan dari berbagai belahan dunia," ujar Peter Zwiener kepada Tribun Bali, pada Senin 24 Agustus 2026.

Sementara itu, Lydia D’Amato yang juga Co-Founder Wolfgang’s Steakhouse menambahkan, lanskap kuliner Bali yang kian kosmopolitan membuka ruang bagi pengenalan teknik gastronomi spesifik.

"Bali adalah magnet gaya hidup global yang mempertemukan berbagai budaya dan memiliki lanskap kuliner yang terus berkembang," kata Lydia D’ Amato. 

Pihaknya berfokus memperkenalkan standar pengolahan daging berbasis dry-aging terkontrol secara presisi kepada pasar lokal.

Dari aspek teknis kuliner, dapur gerai ini mengolah daging sapi bersertifikasi USDA Prime yang melewati proses dry-aging selama 28 hari dalam ruang bersuhu dan berkelembapan ketat. 

Menu andalan yang disajikan mengadopsi potongan bone-in berukuran besar, khususnya Porterhouse.

Chef Amiro Cruz menjelaskan, potongan tersebut memadukan dua karakter daging yang berbeda dalam satu sajian.

"Porterhouse berasal dari bagian short loin dan terdiri dari dua bagian daging yang dipisahkan oleh tulang berbentuk T, yaitu Filet Mignon yang lembut serta New York Strip dengan rasa yang lebih kuat," jelas Amiro Cruz.

Potongan daging tersebut diolah menggunakan alat panggang broiler bersuhu ekstrem mencapai 800 derajat Celsius untuk menciptakan lapisan kerak luar berkaramel sebelum dihidangkan di atas piring saji bersuhu tinggi (sizzling platter).

Dari kacamata bisnis dan penanaman modal, kehadiran gerai ini didukung oleh kemitraan strategis bersama Prestige Corp. 

Shareholder Partner Wolfgang’s Steakhouse Indonesia sekaligus CEO Prestige Corp, Rudy Salim, menilai pergeseran demografi pelancong di Bali menuntut ketersediaan amenitas gaya hidup kelas atas.

"Bali telah bertransformasi menjadi pusat gaya hidup yang sangat dinamis, tempat berkumpulnya para wisatawan mancanegara dan pencinta kuliner yang mencari kualitas terbaik," ungkap Rudy Salim.

Ia menekankan bahwa langkah korporasi ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem hospitality terintegrasi.

"Kami ingin menghadirkan sebuah oase di Petitenget. Kami percaya perpaduan ini akan membawa standar baru bagi industri fine dining di Bali," beber Rudy Salim.

Ekspansi ke Bali ini memperkuat jejak pasar jaringan tersebut di Asia yang kini menjadi episentrum pertumbuhan terbesarnya secara global. 

Dari total lebih dari 40 gerai di seluruh dunia, Asia mendominasi persebaran unit, mencakup sepuluh gerai di Tiongkok, delapan di Jepang, delapan di Filipina, dua di Korea Selatan, serta sejumlah gerai di Singapura, Thailand, dan Hong Kong.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.