Strategi Pieter Huistra Selama Latihan Pramusim PSS Sleman
Joko Widiyarso August 25, 2026 09:14 AM

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pelatih Pieter Huistra tidak memberi satu menu latihan untuk pemain PSS Sleman selama pramusim Super League 2026/2027.

Dalam satu hari, ia menggabungkan latihan fisik di gym dengan latihan taktik, teknik, hingga permainan kecil di lapangan.

Pelatih asal Belanda itu menjelaskan, variasi metode tersebut menjadi bagian dari program yang disiapkan selama masa pramusim. 

Sesi pagi difokuskan untuk menggenjot kondisi fisik pemain melalui latihan di gym. 

Setelah mendapat beban fisik cukup berat, pemain kemudian kembali berlatih pada sore hari. 

Kali ini, Huistra mengarahkan tim ke lapangan dengan materi yang lebih banyak menyentuh aspek teknis dan taktik.

“Ya, dalam masa pramusim, kami memang melakukan banyak latihan fisik. Pagi kami berada di gym, jadi mereka berlatih keras pada pagi hari. Kemudian pada sore hari, kami harus melakukan transisi ke lapangan dan memasukkan beberapa latihan taktik,” ujar Huistra, Senin (24/8/2026).

Tak berhenti pada latihan taktik, Huistra juga menyisipkan latihan lari, teknik, serta permainan kecil.

Latihan lebih komplet

Menurutnya, kombinasi tersebut membuat sesi latihan berjalan lebih komplet.

“Jadi, itu yang kami lakukan hari ini. Kami mencampurkan berbagai metode. Mereka melakukan lari, latihan teknis, dan permainan kecil. Saya pikir hari ini merupakan kombinasi latihan yang bagus,” katanya.

Dalam latihan lapangan tersebut, Huistra juga memaksimalkan sejumlah winger untuk mengeluarkan potensi terbaiknya.

Huistra mengaku memang menyukai pemain yang beroperasi di sektor sayap. Bahkan, posisi tersebut memiliki kedekatan dengan perjalanan kariernya ketika masih menjadi pemain.

“Ya, ya, ya. Kami suka winger. Saya sendiri dulu bermain sebagai winger, jadi saya suka winger,” ujar Huistra.

Tahap tampil 60 menit

Sebelumnya, Pieter Huistra mengatakan sejauh ini para pemain Super Elja masih berada pada tahap mampu menjalani pertandingan dengan durasi sekitar 60 menit.

Karena itu, peningkatan akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai 70, 80, kemudian 90 menit.

“Sejauh ini, batas maksimum pemain baru sekitar 60 menit. Seiring berkembangnya permainan dan sesi latihan yang semakin panjang, kami mencoba meningkatkannya secara bertahap ke 70, 80, hingga 90 menit,” ujarnya.

Huistra mengatakan untuk bisa bermain 90 menit, para pemain harus fokus meningkatkan kebugaran.

PSS Sleman masih memiliki waktu sekitar dua pekan untuk memaksimalkan persiapan, khususnya dari sisi fisik.

Ia ingin kondisi pemain terus meningkat seiring bertambahnya intensitas dan durasi latihan.

“Selalu ada hal yang harus ditingkatkan. Pertama-tama adalah kebugaran. Kami masih punya waktu dua minggu untuk bekerja keras di sektor kebugaran agar para pemain sanggup bermain selama 90 menit,” kata Huistra, Jumat (21/8/2026).

Huistra menegaskan target tersebut harus tercapai ketika kompetisi resmi dimulai. Sebab, pemain tidak hanya dituntut mampu bermain selama 90 menit, tetapi juga siap menghadapi tambahan waktu.

“Ketika nanti bertanding melawan Bali, para pemain harus siap bermain 90 hingga 95 menit,” tegasnya.

Selain kebugaran, Huistra juga melihat perkembangan positif dari permainan PSS Sleman dalam sejumlah laga uji coba. Ia menegaskan bahwa hasil akhir bukan menjadi fokus utama dalam pertandingan pramusim.

Bagi Huistra, hal yang lebih penting adalah melihat sejauh mana pemain mampu menjalankan instruksi dan menerapkan pola permainan yang telah dibangun dalam latihan. “Jika dilihat, kami tidak terlalu berfokus pada hasil akhir, melainkan pada apa yang kami tampilkan di lapangan dan apa yang kami instruksikan kepada pemain,” kata Huistra.

Catatan dari laga uji coba

Dalam laga uji coba menghadapi Persita Tangerang, Huistra juga memberikan catatan menarik. Persita tampil dengan kekuatan penuh dan menurunkan seluruh pemain asingnya. Sementara itu, PSS Sleman hanya memainkan empat hingga lima pemain asing dalam pertandingan tersebut.

Meski menghadapi komposisi pemain yang berbeda, Huistra menilai PSS Sleman tetap mampu menunjukkan permainan yang positif. Ia bahkan melihat timnya bisa mendominasi jalannya pertandingan.

“Persita sudah bermain dengan kekuatan penuh dan menurunkan semua pemain asing mereka, sedangkan kami hanya menurunkan empat atau lima pemain asing. Meski begitu, menurut saya kami mampu mendominasi permainan,” ujarnya.

Pelatih asal Belanda itu juga mulai melihat pola permainan PSS Sleman semakin terbentuk. Kehadiran sejumlah pemain baru yang mulai memahami karakter permainan tim menjadi salah satu perkembangan yang membuatnya puas.

“Sangat menyenangkan melihat pola permainan yang mulai terbentuk serta para pemain baru yang mulai beradaptasi dengan gaya bermain kami,” tutur Huistra.

Kendati demikian, Huistra tidak ingin anak asuhnya cepat berpuas diri. Menurutnya, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan PSS Sleman sebelum benar-benar siap menghadapi kompetisi Super League 2026/2027.

“Sejauh ini saya puas dan bahagia sebagai pelatih. Namun, perjalanan masih panjang dan kami tidak boleh cepat berpuas diri,” tegasnya. (mur)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.