Kafilah MTQ Korpri OIKN dan Sulbar Terima Beasiswa Magister dan Doktor di Malaysia
Sudirman August 25, 2026 09:22 AM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dua kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Korpri 2026 mendapat beasiswa pendidikan dari Korpri.

Beasiswa diberikan kepada kafilah dari Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dan Provinsi Sulawesi Barat.

Beasiswa itu disampaikan Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri sekaligus Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Prof Zudan Arif Fakrulloh saat pembukaan MTQ di Lapangan Karebosi, Makassar, Senin (24/8/2026).

Mantan Pj Gubernur Sulsel itu kemudian meminta 2 kafilah maju ke panggung MTQ.

Prof Zudan kemudian memberikan tantangan lanjutan, kafilah diminta melanjutkan ayat yang dibacakan Prof Zudan.

Kafilah dari Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menaklukkan tantangan tersebut.

Ia akhirnya mendapatkan beasiswa magister secara digital di Asia e University, Malaysia.

Baca juga: Megahnya Panggung MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 di Karebosi Makassar, Ada Menag

Kemudian pertanyaan selanjutnya dijawab oleh kafilah asal Sulawesi Barat.

Ia mendapat beasiswa doktor di universitas yang sama.

Pembukaan MTQ turut dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Hadir pula Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, serta Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Prof Zudan Arif Fakrulloh.

Perwakilan gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota, dan wakil wali kota dari berbagai daerah di Indonesia juga hadir.

Dari Pemprov Sulsel, tampak Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Jufri Rahman bersama sekretaris daerah provinsi se-Indonesia.

Sementara dari Pemkot Makassar, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin hadir bersama Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa Munafri.

Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham dan Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifly Nanda bersama istrinya, Fatma Wahyudin, juga hadir.

Jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Kota Makassar bersama anggota, serta para kepala OPD provinsi, kabupaten, dan kota turut mengikuti pembukaan.

Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau dan Sekda Pangkep Suriani A. Hamid juga tampak hadir dalam kegiatan tersebut.

Pimpinan instansi vertikal, BUMN, perbankan, tim ahli Pemkot Makassar, tokoh agama, ulama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat turut hadir.

Zudan mengatakan, beasiswa tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian Korpri terhadap pengembangan kapasitas dan pendidikan para aparatur sipil negara (ASN).

"Korpri juga tidak kalah ingin menyediakan hadiah," kata Zudan dalam sambutannya.

Zudan menyebut program beasiswa diharapkan dapat mendorong para ASN untuk terus meningkatkan kompetensi dan kualitas diri.

Kesempatan pendidikan itu juga menjadi bagian dari upaya Korpri memberikan apresiasi kepada para peserta yang berkontribusi dalam kegiatan MTQ.

Zudan turut menyampaikan bahwa MTQ Korpri 2026 menjadi momentum khusus bagi dirinya dan jajaran pengurus Korpri.

Ia menyebut pelaksanaan MTQ kali ini sebagai kesempatan terakhir bagi kepengurusan saat ini untuk menyelenggarakan ajang tersebut.

"Saya sekaligus pamitan karena kesempatan ini kesempatan terakhir saya dan pengurus Korpri untuk menyelenggarakan MTQ seperti ini," ujarnya.

Menurut Zudan, dua tahun mendatang penyelenggaraan MTQ Korpri akan dilanjutkan oleh kepengurusan baru sebagai bagian dari proses regenerasi organisasi.

"Saya sudah 12 tahun dan sudah tidak boleh dipilih kembali sesuai AD/ART," katanya.

Karena itu, Zudan menyebut MTQ Korpri di Makassar sebagai MTQ perpisahan.

Zudan kemudian mengulas perjalanan panjang MTQ Korpri yang pertama kali digelar di Kota Makassar pada 2012.

Ia mengatakan, sejak pertama kali dilaksanakan, cabang yang dipertandingkan terus berkembang. 

Dari awalnya hanya empat cabang dengan sekitar delapan golongan, kini bertambah menjadi delapan cabang dan 36 golongan.

"Semua kami lakukan dalam rangka membangun keimanan dan meningkatkan ketakwaan di kalangan ASN, sekaligus untuk memperluas ruang-ruang dakwah bagi kita para ASN," tuturnya.

Menurut Zudan, perkembangan tersebut juga terlihat dari jumlah peserta. 

MTQ pertama hanya diikuti 33 kafilah, sedangkan MTQ VIII Korpri Nasional 2026 diikuti 117 kafilah, termasuk dua perguruan tinggi.

Ia berharap penyelenggaraan MTQ Korpri ke depan semakin berkembang, baik dari sisi cabang yang dipertandingkan maupun jumlah ASN yang berpartisipasi.

"Mudah-mudahan kali ini semuanya bisa memberikan prestasi yang terbaik," katanya.

Zudan juga menyinggung persaingan memperebutkan piala juara umum MTQ Korpri.

Ia menyebut Provinsi Sumatera Barat telah dua kali menjadi juara umum. 

Jika kembali meraih juara pada MTQ berikutnya, piala tersebut berpotensi menjadi piala tetap.

"Jangan-jangan 2028 ini Korpri harus mencetak piala yang baru, karena ketentuannya kalau tiga kali juara umum, piala ini akan jadi piala tetap," ujar Zudan.

Zudan menyerahkan sepenuhnya penentuan juara kepada Dewan Hakim.
 
Ia juga meminta seluruh kafilah menampilkan kemampuan terbaik sekaligus menjadikan MTQ sebagai sarana membumikan nilai-nilai Al-Qur'an di lingkungan ASN.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyambut positif dipercayakannya Kota Makassar sebagai tuan rumah MTQ VIII Korpri Nasional.

Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan penghargaan terhadap Provinsi Sulsel yang memiliki kesiapan untuk menggelar event berskala nasional.

"Ini suatu kepercayaan kepada Kota Makassar untuk menjadi tuan rumah MTQ Korpri. Ini merupakan sebuah berkah untuk warga Kota Makassar yang dipercaya menjadi tuan rumah," ujar Munafri.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.