TRIBUNNEWS.COM - Tijjani Reijnders akhirnya memberi jawaban di lapangan setelah menjadi sasaran kritik atas keputusannya meninggalkan Manchester City untuk bergabung dengan Al Qadisiyah.
Gelandang timnas Belanda itu mencetak gol perdana di Liga Arab Saudi sekaligus mengirim pesan bernada sarkas melalui media sosial.
Reijnders membawa Al Qadisiyah menang 2-0 atas Neom pada pekan ketiga Liga Arab Saudi.
Golnya pada menit ke-29 membuka jalan kemenangan, sebelum Matteo Retegui memastikan tiga poin melalui eksekusi penalti pada menit ke-56.
Kemenangan tersebut juga menjadi respons Al Qadisiyah setelah sebelumnya kalah 0-1 dari Al Ittihad pada pertandingan kedua musim ini.
Kini, Al Qadisiyah mengoleksi enam poin dan menyamai raihan Neom yang sebelumnya juga mengawali musim dengan dua kemenangan.
Baca juga: Klasemen dan Top Skor Liga Arab Saudi: Al Ittihad Geser Al Nassr di Puncak, Tijjani Reijnders Nyekor
Laga melawan Neom menjadi penampilan pertama Reijnders sebagai starter bersama Al Qadisiyah.
Sebelumnya, pemain yang baru didatangkan dari Manchester City itu hanya bermain sebagai pengganti selama 33 menit saat timnya kalah dari Al Ittihad.
Reijnders langsung memanfaatkan kesempatan tersebut. Ia mencetak gol pembuka pada menit ke-29 dan sekaligus membuka rekening golnya bersama klub barunya.
Namun, yang kemudian menarik perhatian adalah unggahan Reijnders di akun Instagram resminya.
Pemain yang memiliki darah Indonesia ini menulis pesan yang merujuk pada perjalanan kariernya sejak meninggalkan Manchester City.
"Kelihatannya serial ini sudah dibatalkan, tetapi kejutan... serialnya pindah ke saluran lain. Season two, episode one," tulis kakak dari pemain Persib Bandung, Elliano Reijnders ini.
Pesan tersebut terdengar seperti jawaban terhadap kritik dan ejekan yang muncul setelah kepindahannya ke Liga Arab Saudi.
Reijnders seolah ingin menegaskan bahwa perjalanan kariernya tidak berhenti hanya karena masa baktinya di Manchester City berakhir setelah satu musim.
Unggahan itu juga memiliki kaitan dengan perayaan gol pertamanya bersama Manchester City pada awal musim lalu.
Ketika itu, setelah mencetak gol ke gawang Wolverhampton, Reijnders menulis, "Season one, episode one."
Namun, perjalanan di Inggris setelah sebelumnya di bersinar Italia bersama AC Milan ternyata tidak berlangsung selama yang dibayangkan.
Reijnders hengkang setelah hanya satu musim dan memilih memulai petualangan baru bersama Al Qadisiyah.
Keputusan tersebut membuat sebagian penggemar kembali menyinggung unggahan "season one" miliknya.
Kini, Reijnders membalas dengan cara sederhana: mencetak gol perdana di klub baru dan membuka "season two".
Kepindahan Reijnders ke Al Qadisiyah memang cukup mengejutkan. Sebelum memilih Arab Saudi, sejumlah klub Eropa disebut tertarik menggunakan jasanya.
Atletico Madrid, Juventus, Galatasaray, Nottingham Forest, hingga Newcastle United dikabarkan sempat memiliki ketertarikan.
Namun, harga yang diminta Manchester City menjadi salah satu kendala bagi klub-klub tersebut.
Ayah sekaligus perwakilan Reijnders, Martin Reijnders, dalam wawancara bersama Algemeen Dagblad
mengungkapkan bahwa Manchester City sebenarnya tidak berniat melepas putranya dengan mudah.
Klub Inggris tersebut hanya bersedia membuka pintu transfer dengan harga sesuai keinginan mereka.
"City tidak ingin melepasnya. Baik direktur teknik maupun manajer baru telah memperjelas hal itu," kata Reijnders senior, merujuk pada Enzo Maresca, penerus Pep Guardiola.
"Mereka berkata: jika Anda menginginkan transfer sendiri, maka hanya dengan jumlah yang ingin kami lihat . Tidak kurang dari itu," kata ayah Tijjani.
Baca juga: Prediksi Al Ettifaq vs Al Nassr: Duel Pelatih Australia Pertaruhkan Poin Sempurna, Ronaldo Starter?
Al Qadisiyah akhirnya mampu memenuhi permintaan tersebut. Klub Arab Saudi itu dikabarkan membayar sekitar 61 juta euro untuk mendapatkan Reijnders.
Martin Reijnders juga mengakui bahwa keputusan pindah ke Timur Tengah tidak langsung diterima.
Bahkan, tawaran awal Al Qadisiyah disebut sempat dua kali ditolak karena sang pemain awalnya belum memikirkan kemungkinan bermain di kawasan tersebut.
Namun, situasi berubah setelah peluang bergabung dengan klub Eropa semakin menipis.
"Atlético Madrid tertarik, tetapi tidak mampu mewujudkannya secara finansial. Juventus dan Galatasaray hanya ingin meminjamkan. Nottingham Forest juga tidak dapat mencapai kesepakatan dengan City, begitu pula Newcastle United," ungkapnya.
"Dua kali pertama, kami langsung menolak Al Qadsiah . Tijjani tidak berniat pergi ke Timur Tengah. Kami masih berharap pada Atlético, tetapi mereka menarik diri dan Al Qadsiah kembali."
"Mereka memberikan presentasi melalui panggilan video. Setelah itu, kami juga pergi untuk melihatnya. Mereka ingin menjadi klub terbesar dan terbaik di Asia." ungkapnya.
Bergabung ke Al Qadisiyah, Reijnders mendapat peluang bermain secara reguler di posisi yang dinilai lebih sesuai dengan karakter permainannya.
Disisi lain, faktor finansial juga tidak bisa dipisahkan dari keputusan tersebut.
Reijnders disebut menandatangani kontrak selama empat musim dengan nilai pendapatan yang sangat besar.
Meski demikian, keluarganya menegaskan bahwa uang bukan satu-satunya alasan dan bukanlah yang utama.
Pilihannya mengarah pada kesempatan untuk bermain lebih rutin dan merasa nyaman dengan perannya di dalam tim.
Debut Reijnders sebagai starter pun langsung menunjukkan alasan Al Qadisiyah berani mengeluarkan biaya besar.
Kehadirannya bahkan membuat pelatih Brendan Rodgers melakukan perubahan dalam susunan pemain.
Otavio, yang sebelumnya selalu menjadi starter dalam tiga pertandingan awal musim, tidak masuk pilihan utama saat menghadapi Neom.
Rodgers lebih memilih menurunkan delapan pemain asing sejak awal, termasuk Reijnders.
Kepercayaan tersebut dibayar dengan gol penting. Reijnders membuka kemenangan sebelum Retegui menggandakan keunggulan dari titik penalti.
Hasil 2-0 juga memperpanjang dominasi Al Qadisiyah atas Neom. Ini menjadi kemenangan ketiga beruntun Al Qadisiyah dalam tiga pertemuan mereka di Liga Arab Saudi, setelah musim lalu menang 3-1 dan 1-0.
(Tribunnews.com/Tio)