Hanoi di Sudut Kota Solo, Little Hanoi Sajikan Kuliner Vietnam dengan Cita Rasa Autentik
Garudea Prabawati August 25, 2026 10:38 AM

 

 

TRIBUNNEWS.COM – Menemukan kuliner Vietnam di Kota Solo mungkin bukan hal yang mudah.

Di tengah menjamurnya tempat makan yang menawarkan kuliner khas Jawa hingga makanan kekinian, keberadaan tempat makan yang menyajikan cita rasa Negeri Naga Biru menjadi sesuatu yang berbeda.

Salah satunya Little Hanoi, tempat makan yang berada di kawasan Mojo, Karangasem, Solo. Tak hanya menawarkan makanan khas Vietnam, tempat ini juga mempertahankan cita rasa autentik Vietnam.

Little Hanoi dapat menjadi salah satu hidden gem kuliner di Solo bagi masyarakat yang ingin mencicipi makanan Vietnam dengan karakter rasa yang lebih natural.

Tempat makan ini telah berdiri sejak sekitar 2012. Pemiliknya, David Kuntadi (59), merupakan warga asli Solo yang memiliki kedekatan dengan Vietnam melalui sang istri yang merupakan warga asli Vietnam.

Hal tersebut pula yang mendorong David membuka Little Hanoi.

“Karena istri saya orang Vietnam. Di Solo mungkin jarang yang bisa masak masakan Vietnam,” ujar David.

Nama Little Hanoi sendiri terinspirasi dari kota asal sang istri, yaitu Hanoi, bagian utara Vietnam.

Nama tersebut menggambarkan “Hanoi kecil” yang dihadirkan David di tengah Kota Solo.

Sebelum membuka Little Hanoi, pria berusia 59 tahun itu juga pernah bekerja di Vietnam selama sekitar delapan tahun.

Pengalaman tersebut membuatnya mengenal langsung berbagai makanan dan cara pengolahan kuliner Vietnam.

Sejak awal berdiri, Little Hanoi berusaha mempertahankan karakter makanan Vietnam, salah satunya melalui penggunaan bumbu atau penyedap rasa yang tidak berlebihan.

Bumbu Tak Berlebihan, Little Hanoi Utamakan Rasa Alami

LITTLE HANOI - Pho, salah satu menu andalan Little Hanoi yang terdiri dari mi beras, kuah kaldu, irisan daging, dan tauge segar. Kuah pho dibuat dari rebusan tulang sehingga menghasilkan rasa gurih yang ringan tanpa penggunaan penyedap secara berlebihan. Senin (24/8/2026). (Mg/Sari Khikmatin).
LITTLE HANOI - Pho, salah satu menu andalan Little Hanoi yang terdiri dari mi beras, kuah kaldu, irisan daging, dan tauge segar. Kuah pho dibuat dari rebusan tulang sehingga menghasilkan rasa gurih yang ringan tanpa penggunaan penyedap secara berlebihan. Senin (24/8/2026). (Mg/Sari Khikmatin). (Tribunnews.com/(Mg/Sari Khikmatin).)

David mengatakan, cita rasa makanan di Little Hanoi sebagian besar masih mempertahankan karakter makanan Vietnam.

Meski demikian, terdapat sedikit penyesuaian agar rasanya tetap dapat diterima oleh lidah masyarakat, khususnya Solo.

“Mayoritas masih sama, hanya sedikit kita sesuaikan dengan masyarakat Solo,” ujarnya.

Menurut David, makanan Vietnam cenderung memiliki rasa yang lebih ringan.

Penggunaan garam maupun penyedap tidak ditambahkan secara berlebihan sehingga rasa alami dari bahan makanan tetap terasa.

“Sedikitlah saya tambahin agar tidak terlalu hambar, cuma tidak terlalu banyak. Kalau mau, silakan tambah sendiri karena kami menyediakan bumbu tambahan di meja,” jelasnya kepada Tribunnews.com saat ditemui di Little Hanoi, Senin (24/8/2026).

Untuk menjaga konsistensi rasa, proses memasak di Little Hanoi juga menggunakan takaran bahan yang telah ditentukan.

Rudi, salah satu karyawan yang bertugas di bagian dapur, mengatakan dirinya telah bekerja di Little Hanoi selama sekitar tujuh bulan.

Ia mengatakan, bahan-bahan yang digunakan untuk memasak telah dipersiapkan terlebih dahulu oleh istri David yang merupakan warga asli Vietnam.

“Bahan-bahannya sudah disiapkan sama ibu yang asli Vietnam, sesuai takaran yang pas,” ujar Rudi.

Takaran tersebut membuat setiap bahan yang digunakan dalam masakan sudah memiliki ukuran tertentu. Para karyawan di dapur kemudian tinggal mengolahnya sesuai proses yang telah ditentukan.

Cara tersebut juga membantu mempertahankan cita rasa makanan agar tetap konsisten.

Pho Jadi Menu Andalan

Di antara berbagai menu yang tersedia, pho menjadi salah satu hidangan yang cukup banyak dipilih pelanggan Little Hanoi.

Pho merupakan makanan khas Vietnam berupa mi beras yang disajikan bersama kuah kaldu, irisan daging, dan tauge segar.

Little Hanoi menyajikan pho dalam keadaan hangat. Kuahnya menghadirkan rasa gurih yang lembut di lidah, bukan gurih yang tajam karena bumbu atau penyedap.

Aroma rempahnya perlahan terasa, berpadu dengan tekstur mi beras yang lembut dan tauge yang renyah saat dikunyah.

Setiap suapan meninggalkan rasa hangat dan ringan, membuat pho terasa nyaman disantap, terutama ketika tubuh sedang kurang enak badan.

Pemilik Little Hanoi juga menjelaskan, rasa gurih pada kuah pho berasal dari tulang yang direbus dalam waktu cukup lama.

Proses tersebut membuat sari dan rasa dari tulang keluar secara perlahan sehingga menghasilkan kaldu yang gurih secara alami.

Setelah proses perebusan, bumbu dan penyedap hanya ditambahkan dalam jumlah sedikit untuk melengkapi rasa.

Karena itu, cita rasa kuah pho tetap terasa ringan dan tidak didominasi oleh penyedap.

Karakter kuah yang hangat dan tidak terlalu kuat membuat pho menjadi salah satu menu yang cocok disantap ketika tubuh sedang kurang nyaman.

David mengatakan, sejumlah pelanggan bahkan mengaku memilih makan pho ketika kondisi tubuh sedang tidak enak badan, seperti ketika merasa masuk angin atau badan terasa pegal.

“Kalau gak enak badan, ke sini. Badan jadi enakan,” ujar David menceritakan pengalaman pelanggan sembari tertawa.

Tak hanya pho, Little Hanoi juga menyediakan berbagai menu khas Vietnam lainnya seperti bun rieu muc, viet style tomyum, summer rolls, bun cha spring roll, hingga banh mi.

Bagi pengunjung yang ingin menikmati makanan dengan porsi lebih mengenyangkan, tersedia pula pilihan rice bowl.

Harga makanan di Little Hanoi berkisar mulai dari Rp14.000 hingga Rp55.000.

Manis Alami dari Tebu

Tidak hanya makanan, minuman di Little Hanoi juga memiliki keunikan tersendiri.

Salah satu yang cukup menarik adalah aneka minuman berbahan sari tebu. Rasa manis yang dihasilkan berasal dari tebu sehingga tidak sekadar mengandalkan tambahan gula.

Salah satu pilihannya adalah Sari Tebu Jeruk yang memadukan rasa manis alami tebu dengan sensasi asam dan segar dari jeruk.

Selain varian jeruk, tersedia pula sari tebu dengan berbagai campuran lain, seperti markisah, jahe, cokelat, hingga durian.

Harga minuman berbahan sari tebu tersebut berkisar Rp8.000 hingga Rp18.000.

Little Hanoi juga menyediakan kopi Vietnam dengan beberapa pilihan, serta aneka teh seperti teh, lemon tea, dan wintermelon tea.

Harga minuman di tempat tersebut berkisar mulai dari Rp5.000 hingga Rp21.000.

David mengatakan, penggunaan bahan alami menjadi salah satu hal yang dipertahankan dalam makanan maupun minuman yang disajikan.

“Selain enak, tapi sehat juga,” katanya.

Bertahan Sejak 2012

Perjalanan Little Hanoi tidak selalu berjalan mulus. Yang awalnya hanya menggunakan gerobak kecil di pinggir jalan, kini Little Hanoi memiliki tempat yang lebih luas dan nyaman.

Namun, pandemi Covid-19 sempat membuat tempat makan tersebut berhenti beroperasi selama beberapa bulan.

David mengatakan, perubahan aturan mengenai jam operasional saat pandemi menjadi salah satu kendala bagi usahanya.

“Kadang jam 10, kadang jam 8, kadang boleh sampai jam 8 malam, kadang jam 5 suruh tutup. Itu jadi bingung, jadi kita memilih untuk berhenti dulu saat itu,” katanya.

Setelah kondisi kembali memungkinkan, Little Hanoi kembali beroperasi dengan konsep baru, dengan memiliki tempat outdoor yang lebih nyaman.

Namun, beberapa pelanggan merasa terganggu dengan ruang outdoor karena adanya asap rokok.

Little Hanoi kemudian memperluas ruang dengan menambah area indoor.

Kini, setelah lebih dari satu dekade bertahan, Little Hanoi tetap mempertahankan konsep kuliner Vietnam yang dibawa sejak awal.

David menyadari persaingan usaha kuliner di Solo semakin ramai.

Namun, ia memilih mempertahankan perbedaan yang dimiliki Little Hanoi.

“Tantangan pasti ada. Sebab, ya, kami memiliki perbedaan dengan lainnya,” ujarnya.

Little Hanoi tidak mengusung konsep restoran besar atau mewah.

Tempat tersebut justru mempertahankan suasana sederhana dengan pilihan makanan Vietnam yang relatif terjangkau untuk sekelas tempat makan dengan konsep makanan Vietnam, sekaligus tetap mempertahankan rasa autentiknya.

Little Hanoi buka mulai pukul 11.00 WIB, dengan close order pada pukul 21.00 WIB.

(Mg/Sari Khikmatin)

Penulis merupakan peserta magang dari Universitas Sebelas Maret.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.