Peringati Maulid, Misran Fuadi Ajak Umat Teladani Nabi dengan Menjaga Lisan dan Tulisan
Muliadi Gani August 25, 2026 11:54 AM

 

PROHABA.CO, BANDA ACEH – Dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Tgk H Misran Fuadi, mengajak seluruh umat Islam untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, khususnya dalam menjaga lisan dan tulisan di era digital. 

Imbauan ini disampaikannya di tengah maraknya penyebaran ujaran kebencian, provokasi, dan perundungan di media sosial.

Pesan mendalam tersebut disampaikan Misran Fuadi saat mengisi ceramah pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang berlangsung khidmat di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Senin (24/8/2026) malam.

Dalam tausiyahnya, Misran menekankan pentingnya meneladani aspek qauliyah atau perkataan Rasulullah SAW sebagai pedoman utama dalam berkomunikasi sehari-hari.

Menurutnya, Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan cara berbahasa yang santun, bernilai positif, serta tidak pernah menyakiti perasaan orang lain.

“Salah satu uswatun hasanah Nabi itu fi akwalihi, ada pada bicaranya, konsepnya, hingga format bahasanya.

Nabi Muhammad menghidangkan kita akhlak berbahasa.

Jika kita bandingkan dengan cara berbahasa sebagian masyarakat hari ini, sungguh sangat disayangkan,” ujar Misran di hadapan ratusan jamaah.

Baca juga: Pemerintah Aceh Gelar Peringatan Maulid Nabi di Masjid Raya Baiturrahman Malam Ini

Misran menyoroti realitas sosial saat ini, di mana lisan, tulisan, hingga platform media sosial kerap dijadikan alat untuk melontarkan kebencian dan pernyataan yang dapat menyakiti orang lain.

Perilaku tersebut dinilai sangat bertentangan dengan ajaran dan keteladanan yang diwariskan oleh Rasulullah SAW dalam aspek qauliyah, terutama dalam cara berbicara, memilih kata, dan menyampaikan pernyataan.

Ia menjelaskan bahwa seluruh perkataan Nabi Muhammad SAW senantiasa bersifat membangun, menyejukkan, dan produktif.

Tidak ada satupun riwayat yang menunjukkan Rasulullah mengajarkan provokasi maupun caci maki.

“Kita tidak menemukan hadis Nabi yang berlaku provokatif atau sebagai penghujat.

Kita juga tidak menemukan hadis yang bersifat destruktif kerusakan.

Sebaliknya, bahasa Nabi semuanya produktif. Bahasa Nabi semuanya konstruktif. Bahasa Nabi semuanya positif,” jelasnya.

Baca juga: Tabrakan Maut Bus Putra Pelangi dan Pikap di Samalanga Bireuen, Dua Orang Tewas dan Dua Luka-luka

Mengakhiri ceramahnya, Misran mengajak masyarakat yang mengaku mencintai Rasulullah SAW untuk merefleksikan kecintaan tersebut melalui perubahan sikap nyata.

Langkah paling mendasar adalah dengan memperbaiki gaya berkomunikasi, baik dalam percakapan langsung maupun interaksi di ruang digital.

Ia juga mengingatkan pentingnya sikap bijak dan berhati-hati sebelum membagikan informasi atau opini ke publik agar tidak memicu konflik.

“Jika kita benar-benar memperingati Maulid dan mencintai Nabi, mari perbaiki bahasa kita.

Jagalah kalimat-kalimat yang kita ucapkan dan tulisan-tulisan yang kita sebarkan.

Ingat prinsip penting: saring sebelum sharing,” pungkasnya.

(Serambinews.com/Rianza Alfandi)

Baca juga: Pria Asal Pidie Jaya Diringkus Polisi Usai Gelapkan Uang Penjualan Kios Rp68,6 Juta

Baca juga: M Nasir Syamaun Dilantik Jadi Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Usai Dicopot dari Sekda

Sumber: SerambiNews.com

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.