Tabrakan Maut Bus Putra Pelangi dan Pikap di Samalanga Bireuen, Dua Orang Tewas dan Dua Luka-luka
Muliadi Gani August 25, 2026 11:54 AM

 

PROHABA.CO, BIREUEN – Tabrakan maut melibatkan bus penumpang dan mobil pikap terjadi di jalan lintas Banda Aceh–Medan, tepatnya di kawasan Desa Matang Wakeuh, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Selasa (25/8/2026) sekira pukul 04.20 WIB.

Insiden kecelakaan lalu lintas "laga kambing" tersebut mengakibatkan dua orang tewas dan dua lainnya mengalami luka-luka.

Kendaraan yang terlibat kecelakaan maut ini adalah Bus Scania Putra Pelangi berplat nomor BL 7913 AA dan pikap Isuzu Traga dengan nomor polisi BL 8498 LR. 

Benturan keras antarkendaraan tak terelakkan hingga merusak bagian depan kedua armada tersebut.

Baca juga: Niat Jenguk Orang Sakit Berujung Maut, 7 Warga Gampong Puli Pidie Dimakamkan dalam Dua Liang

Daftar Korban Meninggal dan Luka-Luka

Berdasarkan data yang dihimpun dari pihak kepolisian, dua korban meninggal dunia merupakan pengemudi dan kernet dari mobil pikap Isuzu Traga.

Kedua korban yang mengembuskan napas terakhir adalah Samsul Bahri (23), pengemudi Isuzu Traga, warga Desa Arongan, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen.

Samsul dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka berat yang dialaminya.

Fahrizal (20), kernet Isuzu Traga, yang juga merupakan warga Desa Arongan, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen.

Fahrizal meninggal dunia dalam perjalanan saat dibawa ke rumah sakit.

Sementara itu, dua korban lainnya yang mengalami luka-luka dan saat ini sedang dalam penanganan medis di RSUD dr. Fauziah Bireuen yaitu Muhammad Azkal Azkia (26), pengemudi Bus Scania Putra Pelangi, warga Desa Blang Bladeh, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen.

Tutia Rahmi (34), seorang ibu rumah tangga asal Desa Leuhop Paloh, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie.

Baca juga: Betulkan Tabung Gas Saat Berkendara, Pemuda 18 Tahun Asal Aceh Utara Tewas Kecelakaan di Banda Aceh

Kronologi Kejadian

Kecelakaan tragis ini bermula saat Bus Scania Putra Pelangi melaju dari arah Medan menuju Banda Aceh dengan kecepatan sedang.

Pada saat yang bersamaan, mobil pikap Isuzu Traga bergerak dari arah berlawanan, yakni dari Banda Aceh menuju Medan.

Setibanya di lokasi lintasan Desa Matang Wakeuh, Kecamatan Samalanga, kedua kendaraan diduga hilang kendali hingga memicu benturan beruntun di bagian depan atau tabrakan dari arah berlawanan.

Benturan tersebut menyebabkan dua penumpang pikap meninggal dunia.

Suara benturan yang nyaring sempat mengejutkan warga setempat sebelum akhirnya dilaporkan ke pihak berwajib.

Tak lama setelah kejadian, personel Satlantas Polres Bireuen bersama Kasat Lantas AKP Irwansyah Nasution SE terjun langsung ke lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), mengurai kemacetan untuk mengatur arus lalu lintas, serta mengevakuasi para korban.

Kasat Lantas Polres Bireuen AKP Irwansyah Nasution SE mengonfirmasi insiden maut tersebut dan menyatakan bahwa petugas masih terus mendalami penyebab pasti tabrakan.

"Dua orang meninggal dunia dan dua lainnya luka-luka.

Petugas di lapangan telah mengevakuasi korban luka ke RSUD dr. Fauziah Bireuen.

Saat ini kami sedang memintai keterangan dari sejumlah saksi di lokasi untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan," ujar AKP Irwansyah.

Kedua kendaraan yang mengalami kerusakan kini diamankan oleh Satlantas Polres Bireuen sebagai barang bukti guna proses penyelidikan lebih lanjut.

Pihak kepolisian juga mengimbau para pengguna jalan yang melintas di jalur lintas Banda Aceh–Medan untuk selalu berhati-hati dan menjaga kewaspadaan, terutama saat berkendara di jam-jam rawan mengantuk pada dini hari.

(Serambinews.com/Yusmandin Idris)

Baca juga: Kecelakaan Maut di Aceh Selatan, Innova Tabrak Truk Fuso, Dua Warga Abdya Tewas

Baca juga: Dua Pemuda Asal Pidie dan Bireuen Ditangkap di Gandapura,  2,42 Gram Sabu Disita

Sumber: SerambiNews.com 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.