TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kualitas udara di Kota Jambi masih berada dalam kategori tidak sehat pada Selasa (25/8/2026) pagi.
Berdasarkan pemantauan kualitas udara pada pukul 08.00 WIB, nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada dalam kategori tidak sehat, dengan parameter PM2.5 mencapai 118.
Kondisi tersebut menunjukkan kualitas udara di Kota Jambi masih perlu menjadi perhatian, terutama di tengah meningkatnya aktivitas titik panas di sejumlah wilayah Provinsi Jambi.
Prakirawan Cuaca BMKG Jambi, Luckita Theresia, mengatakan secara umum kondisi cuaca di seluruh wilayah Provinsi Jambi berada dalam kondisi cerah hingga cerah berawan.
"Di seluruh Provinsi Jambi pada dasarnya cuaca dalam kondisi cerah hingga cerah berawan," ujar Luckita.
Meski demikian, BMKG masih melihat adanya potensi asap di seluruh wilayah Provinsi Jambi.
Hal ini seiring dengan masih terdeteksinya ratusan titik panas di wilayah Jambi.
Luckita menyebutkan, berdasarkan pemantauan hingga pukul 23.00 WIB pada Senin (24/8/2026), terdapat 348 titik panas yang terdeteksi di Provinsi Jambi.
Jumlah tersebut menurun dibandingkan dengan sehari sebelumnya.
Pada Minggu (23/8/2026), BMKG mendeteksi sebanyak 432 titik panas di Provinsi Jambi.
Dari 348 titik panas yang terdeteksi pada Senin (24/8/2026), Kabupaten Sarolangun menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni mencapai 154 titik.
Kondisi ini menjadi salah satu perhatian karena meskipun cuaca di sebagian besar wilayah Jambi cerah hingga cerah berawan, potensi asap masih ada.
Sementara itu, kondisi udara di Kota Jambi pada pagi hari masih berada dalam kategori tidak sehat.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat di Kota Jambi diimbau tetap memperhatikan kualitas udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi asap semakin memburuk.
Baca juga: Sekolah di Kota Jambi Diliburkan Jika ISPU Tembus 200, Siswa Diminta Pakai Masker