TRIBUNMANADO.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui rilis Peringatan Dini 3 Harian untuk wilayah Sulawesi Utara yang berlaku mulai Selasa, 25 Agustus 2026 hingga Kamis, 27 Agustus 2026.
Berdasarkan pemutakhiran data per Selasa (25/8/2026) pukul 08.59 WITA, BMKG menyatakan status nihil untuk ancaman hujan sedang, lebat, maupun ekstrem (Level Waspada, Siaga, dan Awas) di seluruh wilayah kabupaten/kota.
Meski potensi hujan tergolong minim, fokus kewaspadaan bergeser pada peringatan dini angin kencang.
Baca juga: Jawa Barat Baru Saja Diguncang Gempa Bumi Selasa 25 Agustus 2026, Gempanya Terjadi Siang Ini
Kota Manado kini masuk dalam daftar daerah berpotensi angin kencang bersama 6 kabupaten/kota lainnya di kawasan pesisir dan kepulauan.
Pada hari Selasa (25/8), potensi angin kencang sempat melingkupi Minahasa Tenggara, sebelum bergerak konsisten melanda 7 wilayah utama hingga Kamis (27/8).
Kantor Tribun Manado berada di Jalan AA Maramis, Kelurahan Kairagi Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara.
Kota Manado (Masuk dalam peringatan dini mulai 25–27 Agustus)
Kota Bitung
Kabupaten Minahasa
Kabupaten Minahasa Utara
Kabupaten Minahasa Tenggara (Terdampak pada Selasa, 25 Agustus)
Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro)
Kabupaten Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Talaud
Prakiraan cuaca adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memperkirakan keadaan atmosfer di waktu yang akan datang dan di wilayah tertentu.
Saat ini, prakiraan cuaca dilakukan dengan mengumpulkan data mengenai keadaan atmosfer dengan menggunakan ilmu pengetahuan tentang proses-proses yang terjadi di atmosfer.
Sulawesi Utara adalah provinsi di ujung utara Pulau Sulawesi yang kaya akan kekayaan alam, budaya, dan tradisi. Ibu kotanya, Manado, menjadi pusat pemerintahan sekaligus gerbang utama pariwisata provinsi ini.
Sulawesi Utara terkenal dengan keindahan alam bawah lautnya, terutama Taman Nasional Bunaken yang mendunia, serta pegunungan dan danau yang memesona seperti Danau Tondano dan Gunung Lokon.
Selain alamnya yang menawan, provinsi ini juga memiliki kekayaan budaya dan toleransi antarumat beragama.
Masyarakatnya hidup rukun dengan semboyan lokal “Torang Samua Basudara”, menegaskan nilai persaudaraan yang kuat di tengah keberagaman.
Kuliner khasnya, seperti tinutuan (bubur Manado) dan cakalang fufu, menambah daya tarik bagi wisatawan yang datang.
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini