Kapolres Pringsewu Cek Jembatan Gantung di Pekon Bumi Arum yang Mulai Alami Kerusakan
Reny Fitriani August 25, 2026 12:19 PM

Tribunlampung.co.id, Pringsewu - Kekhawatiran mulai dirasakan warga yang setiap hari melintasi jembatan gantung di Pekon Bumi Arum, Kecamatan Pringsewu. 

Baca Juga: Wakapolres Pringsewu Mendadak Periksa Ponsel Anggota, Cegah Narkoba dan Judol

Jembatan yang menjadi akses alternatif penghubung Kecamatan Pringsewu dan Kecamatan Sukoharjo itu dinilai mulai mengalami kerusakan di sejumlah bagian.

Kondisi tersebut membuat warga waswas, terlebih jembatan masih menjadi jalur yang cukup ramai dilalui masyarakat. 

Setiap hari, lebih dari 250 kendaraan roda dua melintasi jembatan sepanjang sekitar 55 meter tersebut.

Kegelisahan warga itu kemudian mendapat perhatian Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra. 

Menindaklanjuti informasi yang diterimanya, Kapolres turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi jembatan sekaligus mendengarkan keluhan dan harapan masyarakat, Senin (24/8/2026).

Saat berada di lokasi, Kapolres mengecek secara langsung kondisi fisik jembatan yang dibangun secara swadaya masyarakat sejak 1980 tersebut.

Jembatan ini diketahui terakhir direnovasi pada 2024, namun kini kembali mengalami kerusakan di sejumlah bagian.

Bagi masyarakat, jembatan tersebut bukan sekadar akses penghubung. 

Jembatan gantung Bumi Arum menjadi jalur penting yang menghubungkan wilayah Pekon Bumi Arum menuju Pekon Sinar Baru Timur dan menjadi alternatif bagi warga Kecamatan Pringsewu maupun Sukoharjo.

Melalui jembatan tersebut, warga dapat menghemat jarak sekitar 16 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit dibandingkan harus menggunakan jalur utama melalui Jembatan Way Sekampung yang dinilai lebih memutar.

Setiap hari, jembatan ini menjadi bagian dari aktivitas masyarakat, mulai dari berangkat dan pulang kerja maupun sekolah, aktivitas perdagangan, hingga mengangkut hasil pertanian. Namun, akses tersebut saat ini hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.

Dadi mengatakan, pengecekan dilakukan untuk melihat langsung kondisi jembatan sekaligus memastikan kekhawatiran masyarakat terhadap aspek keselamatan.

“Informasi dari masyarakat tentu menjadi perhatian kami. Karena itu kami datang langsung untuk melihat kondisi sebenarnya di lapangan. Jembatan ini cukup vital bagi masyarakat, sehingga aspek keselamatan harus menjadi perhatian,” ujar Dadi, Selasa (25/8/2026).

Menurutnya, kondisi jembatan perlu mendapatkan perhatian dan penanganan agar masyarakat yang bergantung pada akses tersebut dapat tetap beraktivitas dengan aman.

Pengecekan tersebut sekaligus menjadi langkah awal untuk mendorong adanya upaya perbaikan maupun renovasi jembatan, sehingga ke depan kondisinya lebih kuat, layak dan aman digunakan masyarakat.

Di tengah pengecekan, warga menyampaikan harapan agar kerusakan jembatan segera mendapat perhatian dan penanganan. 

Bagi mereka, jembatan tersebut merupakan akses penting yang setiap hari digunakan untuk menunjang aktivitas.

Marsono, pedagang tempe asal Pekon Bumi Arum, mengatakan kondisi jembatan saat ini membuat pengguna harus lebih berhati-hati. 

Meski demikian, ia tetap menggunakan jembatan tersebut karena menjadi jalur yang paling dekat dan praktis untuk aktivitas sehari-hari.

“Jembatan ini sangat membantu kami karena kalau lewat sini jaraknya lebih dekat. Memang sekarang kondisinya sudah mulai rusak, jadi kami berharap segera diperbaiki atau kalau memungkinkan dibangun kembali agar lebih kuat dan aman,” ujarnya.

Harapan serupa disampaikan Susilowari, ibu rumah tangga asal Pekon Sinar Baru. 

Ia mengaku setiap hari menggunakan jembatan tersebut untuk mengantar dan menjemput anaknya yang bersekolah di SMAN 1 Pringsewu.

Menurutnya, sejumlah lubang pada bagian lantai jembatan membuat dirinya khawatir saat melintas. 

Namun, karena jembatan tersebut menjadi akses yang lebih dekat, ia tetap menggunakannya.

“Ya sebenarnya takut, apalagi sudah ada banyak lubang. Tapi karena jalannya hanya lewat sini yang lebih dekat, ya terpaksa tetap lewat. Kalau memang jadi diperbaiki, alhamdulillah, kami tidak perlu lagi merasa khawatir melewati jalan seperti ini,” ungkapnya.

Dalam pengecekan tersebut turut hadir Kapolsek Pringsewu Kota AKP Ramon Zamora, Kepala Pekon Bumi Arum Sugimin, Kepala Dusun 1 Kiswanto, Kepala Dusun 2 Mulyono, Ketua RT 2 Dusun 2 Sutria, serta Bhabinkamtibmas Brigpol Nanda Putra.

(Tribunlampung.co.id/Oky Indrajaya)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.