POS-KUPANG.COM -- Harga emas yang sebelumnya stabil kini Kembali naik .
Dan, emas Antam hari ini sudah menembus Rp 2.7g8 ribu dan ada kecenderungan untuk terus naik .
Cek pergerakan harga emas hari ini, Selasa (25/8/2026), dari produk Antam, Galeri 24, dan UBS terpantau mengalami kenaikan.
Emas sering kali dipilih sebagai aset safe haven atau aset aman karena kemampuannya melindungi nilai kekayaan dari inflasi.
Secara sederhana, inflasi didefinisikan sebagai kenaikan harga barang dan jasa secara terus-menerus dalam kurun waktu tertentu.
Di samping itu, harga emas (XAU/USD) di pasar global terus bergerak fluktuatif, dipengaruhi oleh kebijakan ekonomi, kondisi geopolitik, nilai tukar dolar AS, hingga tingkat permintaan pasar.
Dilansir dari logammulia.com, Selasa pagi pukul 09.00 WIB, harga emas Antam ukuran 1 gram yang semula Rp2.740.000 mengalami kenaikan sebesar Rp28.000 menjadi Rp2.768.000.
Sementara itu, dilansir dari galeri24.co.id, harga emas Galeri 24 untuk gramasi yang sama juga mengalami kenaikan tipis sebesar Rp6.000 dari Rp2.710.000 menjadi Rp2.716.000.
Begitu pula dengan emas UBS 1 gram di sistem Galeri 24 yang semula berada di angka Rp2.774.000, kini naik sebesar Rp4.000 menjadi Rp2.778.000.
Berikut daftar harga emas hari ini selengkapnya:
Harga Emas Antam
0.5 gram Rp1.434.500
1 gram Rp2.768.000
2 gram Rp5.476.000
3 gram Rp8.189.000
5 gram Rp13.615.000
10 gram Rp27.175.000
25 gram Rp67.812.000
50 gram Rp135.545.000
100 gram Rp271.012.000
250 gram Rp677.265.000
500 gram Rp1.354.320.000
1000 gram Rp2.708.600.000
Harga Emas Galeri 24
0.5 gram Rp1.424.000
1 gram Rp2.716.000
2 gram Rp5.365.000
5 gram Rp13.314.000
10 gram Rp26.555.000
25 gram Rp66.031.000
50 gram Rp131.958.000
100 gram Rp263.785.000
250 gram Rp657.841.000
500 gram Rp1.315.682.000
1000 gram Rp2.631.363.000
Harga Emas UBS
0.5 gram Rp1.502.000
1 gram Rp2.778.000
2 gram Rp5.513.000
5 gram Rp13.623.000
10 gram Rp27.103.000
25 gram Rp67.624.000
50 gram Rp134.970.000
100 gram Rp269.834.000
250 gram Rp674.386.000
500 gram Rp1.347.189.000
Emas sebagai Pilihan Instrumen Jangka Panjang
Biaya pendidikan yang terus meningkat dari tahun ke tahun membuat masyarakat perlu memikirkan cara menyimpan dana yang tidak sekadar aman, tetapi juga mampu menjaga nilainya.
Kepala Bagian Pemasaran dan Penjualan Pegadaian Kanwil X Bandung, Anggi Andriani Puji Lestari, mengatakan investasi emas dinilai masih menjadi salah satu pilihan yang relevan untuk mempersiapkan kebutuhan jangka panjang, mulai dari biaya sekolah hingga dana haji.
Dikatakan Anggi, emas memiliki karakteristik yang mampu mengikuti laju kenaikan harga atau inflasi.
Oleh sebab itu, menyiapkan dana pendidikan dalam bentuk emas dinilai lebih menguntungkan dibandingkan hanya menyimpannya dalam bentuk uang tunai.
"Kalau uang Rp100 juta hanya disimpan di rekening selama 20 tahun, nilainya tetap Rp100 juta. Sementara biaya kuliah bisa naik dua sampai tiga kali lipat. Itu sebabnya daya beli uang akan berkurang," ucapnya, kepada Tribunjabar.id, Senin (13/7/2026).
Berbeda jika dana tersebut dikonversi menjadi emas. Menurutnya, nilai emas cenderung ikut meningkat dalam jangka panjang sehingga daya belinya tetap terjaga ketika dana tersebut digunakan di masa depan.
"Bila Rp100 juta dibelikan emas, misalnya mendapat sekitar 50 gram, nanti ketika 20 tahun lagi harga emas akan mengikuti kenaikan nilainya. Itu yang membuat emas cocok untuk kebutuhan jangka panjang seperti pendidikan," ujarnya.
Selain pendidikan, emas juga dinilai tepat untuk mempersiapkan dana pelunasan haji, membeli rumah, kendaraan hingga dana pensiun.
Menurut Anggi, kenaikan harga barang akibat inflasi menjadi alasan utama masyarakat perlu menyimpan kekayaannya dalam bentuk aset yang nilainya terus bertumbuh.
Dia mencontohkan, dahulu uang Rp100 ribu mampu membeli banyak kebutuhan, sedangkan saat ini jumlah barang yang didapat jauh lebih sedikit.
Fenomena ini menunjukkan daya beli uang terus menurun seiring waktu.
"Emas menjaga nilai kekayaan kita. Jadi bukan hanya menyimpan uang, tetapi menjaga kemampuan membeli di masa depan," katanya.