TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Sulawesi Utara membuka kesempatan bagi seluruh Sekolah Sepak Bola (SSB) yang belum terafiliasi untuk masuk dalam sistem pembinaan resmi.
Plt Ketua PSSI Sulut, Arya Sinulingga, menegaskan persoalan administrasi tidak boleh menjadi alasan bagi SSB maupun anak-anak usia dini untuk kehilangan kesempatan bermain dan berkompetisi.
Arya bahkan memastikan PSSI Sulut siap membantu proses administrasi bagi SSB yang ingin mengurus afiliasi.
“Kan sejak awal saya sudah bilang yang penting bisa main bola, jangan terjebak di administrasi. Saya akan bantu,” ujar Arya, Selasa (25/8/2026).
Menurutnya, langkah tersebut bukan sekadar wacana.
Sejumlah SSB yang sebelumnya belum terafiliasi telah mencoba mengikuti proses yang ada dan akhirnya bisa masuk dalam sistem PSSI.
“Dan terbukti ada yang mau masuk langsung bisa terafiliasi,” katanya.
Arya menyebut masih ada SSB di Sulawesi Utara yang memilih tidak mencoba bergabung karena terpengaruh persoalan administrasi maupun keraguan yang muncul sebelumnya.
Padahal menurut dia kesempatan anak-anak mendapatkan pengalaman bertanding jauh lebih penting.
“Sayangnya banyak kemarin SSB yang enggak percaya, akhirnya dia enggak coba. Ada yang percaya, dia coba, ya masuk,” ungkapnya.
Karena itu, PSSI Sulut ingin mengubah pendekatan dalam proses afiliasi.
SSB diminta tidak perlu takut terlebih dahulu dengan urusan administrasi.
“Ketika kita bilang bahwa yang utama adalah bermain bola, administrasi bisa kita bantu, ya harus dengar,” tegas Arya.
Ia juga mengajak seluruh pihak meninggalkan persoalan masa lalu dan mulai membangun sistem pembinaan sepak bola yang lebih terbuka.
“Saya bilang, enggak, sudahlah. Yang masa lalu sudah. Yang sekarang kita maju ke depan, bagaimana kita memudahkan semua bisa terafiliasi,” ujarnya.
Tak berhenti pada beberapa SSB, PSSI Sulut kini menyiapkan langkah untuk membantu sekitar 40 SSB agar bisa mendapatkan status afiliasi.
Arya mengatakan pihaknya akan mencari solusi agar proses tersebut dapat berjalan lebih mudah.
“Kita akan mudahkan sekitar 40-an SSB untuk menjadi terafiliasi. Kita akan cari solusi bagi mereka supaya mereka bisa terafiliasi,” jelasnya.
Baca juga: Gempa Baru Saja Guncang Sulawesi Utara Siang Ini Selasa 25 Agustus 2026, Berikut Info BMKG
Baca juga: Sosok Kesya Tawaris, Pelajar asal Bitung yang Ingin Lestarikan Budaya Sulut Melalui Tari Kawasaran
Menurut Arya, bertambahnya jumlah SSB yang terafiliasi akan memberikan dampak langsung terhadap perkembangan sepak bola usia muda di Sulawesi Utara.
Sebab, semakin banyak tim yang masuk dalam sistem, semakin besar pula peluang anak-anak mendapatkan pertandingan secara rutin.
PSSI Sulut pun berharap kompetisi kelompok umur bisa semakin ramai mulai tahun depan.
“Sehingga tahun depan seluruh tim kita bisa makin banyak bertanding,” pungkasnya.
Upaya tersebut diharapkan menjadi bagian dari pembenahan pembinaan sepak bola dari level akar rumput.
Dengan semakin banyak SSB terafiliasi, peluang munculnya talenta-talenta muda Sulawesi Utara untuk berkembang hingga ke level nasional juga semakin terbuka.(*)