Api Mulai Terkendali, Karhutla di Kerumutan Capai 728 Hektar Eks HTI PT Merbau Pelalawan Lestari
Firmauli Sihaloho August 25, 2026 03:22 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Penyebaran api di lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan mulai bisa dikendalikan tim gabungan, Selasa (25/8/2026). 

Upaya pemadaman api Karhutla terus berlanjut dengan melibatkan ratusan personel gabungan, berbagai peralatan Damkar, alat berat, hingga helikopter Water Bombing.

Operasi pemadaman darat dipimpin Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, S.I.K., dan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan, M.Si. 

"Ada 250 lebih personel gabungan yang masih bertahan di lokasi Karhutla Kerumutan. Semua dibagi ke beberapa titik untuk pemadaman dan memutus penyebaran api," kata Kalaksa BPBD Pelalawan, Zulfan M.Si kepada tribunpekanbaru.com, Selasa (25/8/2026).

Kapolsek John Louis memimpin pasukan pemadaman dari arah Desa Ukui Dua untuk menghambat penyebaran api dari sisi Ukui.

Puluhan personel gabungan berjibaku dengan api dan asap agar si jago merah tidak merembet. Dibantu dengan beberapa alat berat dan helikopter WB. 

Sedangkan Kalaksa Zulfan memimpin operasi pemadaman darat dari Kelurahan Kerumutan. Kekuatan serupa mengepung titik api yang sempat merembet ke lahan lainnya. Tim fokus untuk memutus aliran api dan penambahan firespot yang selama ini terjadi.

"Untuk saat ini, penyebaran api sudah terkendali. Jadi bisa fokus pada pemadaman serta pendinginan," tutur Zulfan.

Baca juga: Titik Karhutla Baru Muncul di Inhil, Petugas Kesulitan Dapatkan Sumber Air

Baca juga: Heboh Jasad Ditemukan di Sungai Kampar, Diduga Calon Pendeta yang 22 Hari Lompat dari Jembatan

Pola pemadaman setiap hari dievaluasi oleh tim gabungan. Setelah operasi pemadaman darat sejak pagi hingga sore, malam harinya tim rapat evaluasi serta koordinasi membahas kelanjutan pemadaman. 

Tim gabungan memperbanyak sekat kanal menggunakan ekskavator untuk menghambat api merembet, sekaligus menambah stok air untuk penyiraman. 

Sedangkan pada parit yang masih berisi air, petugas membuat kanal blocking agar air tetap merendam lahan gambut dan ketersediaan air tercukupi. Kemudian membuat sumur alami dengan menggali tanah mencari air. 

"Memang kendala paling utama yakni stok air di lokasi sangat sulit. Tapi mudah-mudahan api tidak menyeberang kanal lagi, supaya tak menyebar dan bisa fokus pada pemadaman titik api yang ada saat ini," paparnya.

Dikatakannya, luas lahan gambut yang telah terbakar di Kerumutan mencapai 728 hektar.

Data itu hasil pengukuran dua hari yang lalu, sesuai dengan yang dilaporkan Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan ke Presiden Prabowo Subianto pada Senin (24/8/2026) lalu. 

"Kemungkinan bertambah lagi melihat kondisi saat ini. Semoga bisa dikendalikan secepatnya dan bisa padam," tandasnya.

Adapun areal yang dilalap api tidak hanya kebun sawit masyarakat dan semak belukar yang tumbuh di atas lahan gambut. Lahan bekas Hutan Tanaman Industri (HTI) milik PT Merbau Pelalawan Lestari (MPL) juga ikut hangus dilalap si jago merah.

Perusahaan itu. Perusahaan ini berhenti beroperasi setelah digugat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) beberapa waktu lalu. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.