SURYA.co.id, LUMAJANG - Ancaman aliran lahar Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang diantisipasi melalui pembangunan infrastruktur pengendali material vulkanik.
Pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) mulai membangun tanggul pengaman dan dua check dam di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Selasa (25/8/2026).
Infrastruktur tersebut dibangun di kawasan Sungai Curah Lengkong sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana Semeru.
Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, mengatakan pembangunan tersebut mencakup tanggul pengaman di Curah Lengkong serta dua unit check dam.
“Pembangunan tanggul pengaman di Curah Lengkong serta dua unit check dam di Desa Supiturang telah berdiri,” ujar Isnugroh kepada SURYA.co.id, Selasa (25/8/2026).
Baca juga: Beasiswa Kuliah Pemkab Lumajang 2026 Rp 6 Juta/Semester, Kuota Maksimal 100 Mahasiswa
Menurutnya, keberadaan bangunan pengendali tersebut diharapkan mampu menahan sekaligus memperlambat pergerakan material vulkanik yang terbawa aliran sungai.
Fungsi tersebut menjadi penting karena material hasil erupsi Semeru dapat terbawa aliran air dan berpotensi mengancam kawasan permukiman maupun aktivitas warga di sekitar aliran sungai.
Isnugroho menilai pembangunan infrastruktur pengendali lahar merupakan bentuk langkah proaktif pemerintah dalam mengurangi risiko bencana.
“Pemerintah pusat melalui BBWS bergerak proaktif memperkuat infrastruktur mitigasi bencana di kawasan rawan letusan Gunung Semeru,” katanya.
Ia berharap keberadaan tanggul dan check dam dapat membuat aliran material vulkanik lebih terkendali sehingga dampak terhadap masyarakat bisa ditekan.
“Adanya infrastruktur tersebut, aliran material vulkanik diharapkan dapat lebih terkendali sehingga potensi dampaknya terhadap kawasan permukiman dan aktivitas masyarakat dapat ditekan,” jelasnya.
Lebih jauh, Isnugroho menyebut pembangunan tanggul dan check dam merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan ketangguhan wilayah menghadapi ancaman erupsi Gunung Semeru.
Menurutnya, mitigasi bencana perlu dilakukan sebelum bencana terjadi, baik melalui pembangunan infrastruktur maupun peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.
“Dengan langkah mitigasi yang terintegrasi ini, Lumajang jauh lebih tangguh dalam menghadapi potensi amukan alam,” pungkasnya.