Cara Kerja Tepung Ubi Meredam Kebakaran Hutan yang Bikin Presiden Prabowo Takjub
jonisetiawan August 25, 2026 03:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Upaya mencari cara baru untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan pemerintah. Di tengah ancaman kebakaran yang sulit dikendalikan, muncul sebuah inovasi sederhana berbahan dasar ubi atau singkong yang menarik perhatian Presiden Prabowo Subianto.

Temuan tersebut menjadi salah satu terobosan yang dibahas dalam upaya memperkuat penanganan karhutla. Bahan berbentuk tepung itu disebut mampu membantu meredam api, bahkan dapat diaplikasikan dengan metode penyemprotan untuk membantu mencegah area tertentu kembali mudah terbakar.

Presiden Prabowo pun tampak penasaran ketika melihat bahan tersebut.

Baca juga: Penjelasan Istana Soal Menhut Raja Juli Tak Mendampingi Kunjungan Prabowo Pantau Karhutla

Tepung Ubi untuk Meredam Api

Dalam penjelasan kepada Presiden Prabowo, tepung berbahan ubi disebut dapat membantu meredam api.

"Jadi, tepung itu bisa meredam api, ya?" tanya Presiden Prabowo dikutip TribunTrends dari kanal YouTube KompasTV, Selasa, 25 Agustus 2026.

Pelapor membenarkan hal tersebut.

"Iya, tapi ya caranya. Tapi intinya dia bisa meredam ya. Menarik sekali itu. Bahan bakunya dari ubi."

Salah satu bentuk yang telah dikembangkan adalah tepung yang dibuat dalam bentuk bola-bola. Bentuk tersebut disebut dapat digunakan untuk menangani api yang relatif kecil.

Presiden Prabowo kemudian mempertanyakan bagaimana penggunaannya apabila menghadapi kebakaran dengan api yang lebih besar.

"Itu untuk api kecil. Tapi sebenarnya yang api besar itu gimana?"

Pelapor menjelaskan bahwa penggunaan bahan tersebut untuk api besar bergantung pada ukuran dan volumenya.

"Api besar tergantung ininya, Pak. Tergantung besarannya, size-nya, volumenya."

PRABOWO SUBIANTO -
PRABOWO SUBIANTO - Inovasi berbahan dasar ubi atau singkong mendapat perhatian Presiden Prabowo karena disebut dapat membantu meredam api dalam penanganan karhutla. (Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Bisa Disemprot ke Area Panas

Selain berbentuk bola-bola, bahan tersebut juga disebut dapat digunakan dengan metode penyemprotan.

Metode ini tidak hanya diarahkan untuk meredam api yang sudah menyala. Menurut penjelasan pelapor, bahan yang disemprotkan juga dapat membantu menghalangi area yang terkena panas agar tidak mudah terbakar.

"Tapi ada juga yang model disemprot, Pak. Disemprot itu dia juga apabila ada panas terus kemudian dibakar, dia juga bisa menghalangi untuk supaya tidak mudah terbakar, Pak."

Dengan demikian, cara kerja yang dijelaskan dalam paparan tersebut memiliki dua pendekatan.

Pertama, bahan berbentuk bola-bola digunakan untuk membantu meredam api, terutama pada kebakaran dengan ukuran lebih kecil.

Kedua, bahan dapat diaplikasikan dengan cara disemprotkan ke area tertentu untuk membantu menciptakan penghalang sehingga wilayah yang terkena panas tidak mudah terbakar.

Baca juga: Perintah Prabowo Demi Tangani Karhutla Kalimantan, Mensesneg: Pompa Air hingga Prajurit Ditambah

Untuk Api Besar Masih Perlu Riset

Presiden Prabowo kemudian meminta agar cara kerja dan penerapan bahan tersebut terus diteliti.

"Itu tinggal diriset saja."

Artinya, penggunaan tepung ubi sebagai bagian dari penanganan karhutla masih membutuhkan pengembangan, terutama untuk menentukan metode aplikasi yang tepat pada kebakaran dengan skala berbeda.

Presiden juga menyinggung kemungkinan bahan tersebut ditebarkan dari udara menggunakan helikopter atau pesawat.

"Jadi yang kita bawa nanti dari helikopter atau dari mana pesawat yang kita tebarkan tepung itu?"

Penggunaan dari udara menjadi salah satu kemungkinan untuk menjangkau lokasi kebakaran yang sulit didatangi secara langsung. Namun, dari penjelasan yang disampaikan, metode penggunaannya tetap harus disesuaikan dengan ukuran api, volume bahan, serta kondisi area yang terbakar.

Presiden Prabowo pun meminta agar inovasi berbahan dasar singkong tersebut dikembangkan dalam skala besar.

"Dari singkong. Coba di produksi dalam skala besar. Siap. Silakan. Eh, ajukan biaya untuk produksinya. Ya, kita usahakan semua upaya ya."

Arahan tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap berbagai kemungkinan teknologi yang dapat digunakan untuk memperkuat penanganan karhutla.

Jika riset dan pengembangan berhasil dilakukan, bahan berbasis ubi atau singkong tersebut berpotensi menjadi salah satu alternatif dalam penanganan kebakaran, baik untuk meredam api maupun membantu menghambat penyebaran api.

Namun, efektivitasnya dalam skala besar tetap perlu dibuktikan melalui penelitian dan pengujian lebih lanjut. Terlebih, kondisi karhutla dapat sangat berbeda, mulai dari luas area yang terbakar, intensitas panas, jenis vegetasi, hingga kondisi angin.

Di tengah tantangan karhutla yang terus mengancam sejumlah wilayah, inovasi sederhana berbahan baku lokal seperti tepung ubi atau singkong kini mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo.

Dari sebuah temuan Babinsa di Lubuk Linggau, gagasan tersebut mulai diarahkan untuk dikembangkan lebih jauh dengan harapan dapat menjadi salah satu senjata baru dalam menghadapi kobaran api yang sulit dijinakkan.

***

(TribunTrends)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.