Cerita Fanisa, Pegawai Restoran yang Dua Kali Kehilangan Motor dalam Dua Tahun di Surabaya
Titis Jati Permata August 25, 2026 03:32 PM

 

SURYA.co.id, SURABAYA - Nasib apes kembali dialami Fanisa (19), pegawai restoran di Surabaya, Jawa Timur.

Dalam kurun waktu sekitar dua tahun, ia harus kehilangan sepeda motor sebanyak dua kali.

Motor terbarunya, Honda Vario L-2736-DBC, raib dari area parkir sebuah restoran di kawasan Ruko Taman Gapura, Jalan Niaga Gapura Blok A, Lontar, Sambikerep, Surabaya, Kamis (20/8/2026).

Kejadian itu kembali membuat Fanisa harus berurusan dengan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), setelah sebelumnya kehilangan Honda Beat pada 2025.

Awalnya Mengira Motor Dipindahkan

Fanisa baru menyadari motornya hilang ketika hendak mengambil barang yang disimpan di dalam bagasi jok.

Semula, ia mengira sepeda motornya dipindahkan oleh orang lain di area parkir.

Namun, setelah beberapa kali berkeliling dan tidak menemukan kendaraannya, kecurigaan mulai muncul.

Baca juga: Modus Sales Gadungan, Pelaku Curanmor di Toko Oleh-oleh Jombang Dibekuk di Mojokerto1

Fanisa kemudian menanyakan keberadaan motor tersebut kepada rekan-rekannya. Dari informasi yang didapat, motor itu ternyata sudah tidak terlihat sejak pagi.

"Kronologinya itu saya mau ke parkiran ambil barang di jok motor. Tapi saya cari-cari motor saya gak nemu muter-muter. Terus saya tanya ke teman-teman ada yang lihat motor saya gak katanya gak ada dari pagi," ujar Fanisa saat dihubungi SURYA.co.id, Selasa (25/8/2026).

Ia kemudian memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi.

Dari rekaman tersebut, terlihat dua pria berboncengan menggunakan sepeda motor matik mendatangi area parkir sekitar pukul 08.14 WIB.

Pelaku Hanya Butuh Sekitar 30 Detik

Dalam rekaman CCTV berdurasi 1 menit 7 detik, kedua pelaku terlihat mengenakan jaket, celana panjang, dan helm hitam.

Keduanya sempat berkeliling di jalan depan area parkir sebelum mendekati deretan kendaraan yang terparkir.

Sepeda motor yang digunakan pelaku diduga Honda PCX berwarna putih.

Mereka kemudian berhenti di dekat motor milik Fanisa yang berada di bagian ujung parkiran, berdekatan dengan akses jalan utama.

Salah satu pelaku yang berada di posisi boncengan kemudian turun.

Pelaku diduga langsung merusak bagian kunci kontak. Dalam rekaman, aksi tersebut berlangsung kurang dari 30 detik sebelum motor Fanisa berhasil dibawa kabur.

Atas kejadian itu, Fanisa mengalami kerugian sekitar Rp13,8 juta.

"Sudah lapor, di Polsek Lakarsantri. Nilai kerugiannya Rp13,8 juta. Saya baru kredit baru 13 bulan," ungkapnya.

Tahun 2025 Motor Fanisa Juga Dicuri

Kejadian tersebut bukan kali pertama Fanisa menjadi korban curanmor.

Saat masih berstatus pelajar SMK, ia pernah kehilangan Honda Beat L-6437-OH yang diparkir di depan rumahnya di Jalan Balongsari Praja 2, Tandes, Surabaya.

Pencurian itu terjadi sekitar pukul 05.30 WIB, Minggu (2/3/2025).

Polanya hampir serupa. Dua pelaku terekam kamera CCTV ketika membawa kabur kendaraan tersebut.

Saat itu, Fanisa mengalami kerugian belasan juta rupiah karena motor yang dicuri masih dalam masa angsuran selama dua tahun.

Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Tandes.

"Iya saya kehilangan motor lagi," kata Fanisa.

Kini, motor kembali menjadi kebutuhan penting yang hilang dari tangannya.

Kendaraan tersebut sehari-hari digunakan Fanisa untuk menunjang aktivitas, termasuk berangkat bekerja.

Ia berharap polisi segera mengungkap kasus dan menangkap pelaku.

Polrestabes Surabaya Catat 600 Kasus Curanmor

Kasus yang dialami Fanisa terjadi di tengah persoalan curanmor yang masih menjadi perhatian di Kota Surabaya.

Berdasarkan data Satreskrim Polrestabes Surabaya dalam Analisa dan Evaluasi Kamtibmas Kota Surabaya Tahun 2025, terdapat sekitar 600 laporan kasus curanmor sepanjang 2025.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 472 tersangka disebut berhasil diamankan.

Selain melakukan penyelidikan terhadap laporan curanmor, Polrestabes Surabaya juga menjalankan upaya pengembalian kendaraan hasil pengungkapan kasus kepada pemiliknya.

Polrestabes Surabaya Pernah Kembalikan 1.050 Motor

Salah satu program yang dilakukan adalah Bazar Ranmor, yang memfasilitasi masyarakat untuk mengambil kembali kendaraan hasil pengungkapan kasus pencurian tanpa dipungut biaya.

Dalam program tersebut, sebanyak 1.050 unit sepeda motor hasil pengungkapan kasus curanmor disiapkan untuk dikembalikan kepada masyarakat.

Bazar Ranmor digelar dalam dua sesi di Mapolrestabes Surabaya. Sesi pertama berlangsung 21-23 Januari 2026, kemudian dilanjutkan pada 26-30 Januari 2026.

Masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan dapat datang dengan membawa bukti kepemilikan resmi, seperti BPKB, STNK, atau dokumen tilang.

Kendaraan yang dapat diverifikasi kepemilikannya kemudian diserahkan kembali kepada korban tanpa biaya.

Selama pelaksanaan program tersebut, puluhan unit sepeda motor hasil pengungkapan kasus curanmor telah dikembalikan kepada pemiliknya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.