Daftar Provinsi dengan Anak Tidak Sekolah Tertinggi di Indonesia Jenjang SD, Sumsel Masuk 10 Besar
Siti Umnah August 25, 2026 03:36 PM

SRIPOKU.COM - Permasalahan Anak Tidak Sekolah (ATS) maupun angka putus sekolah pada tingkat pendidikan dasar masih menjadi tantangan serius bagi pemerintah.

Berdasarkan data komparatif terbaru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tahun ajaran 2025/2026, Pulau Jawa dan beberapa wilayah strategis di Sumatra masih mendominasi jumlah ATS jenjang Sekolah Dasar (SD).

Provinsi Jawa Barat menempati urutan pertama nasional dengan jumlah mencapai 114.513 anak.

Baca juga: 50 Daftar Kata Baku dan Tidak Baku Sesuai EYD V yang Sering Salah Ketik

Angka yang cukup fantastis ini dipicu oleh akumulasi populasi usia sekolah yang sangat padat di wilayah tersebut.

Sementara itu, Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) turut masuk dalam jajaran sepuluh besar nasional dengan total 22.450 anak putus sekolah di tingkat SD, di mana kasus terbanyak tersebar di kawasan perairan serta area dengan keterbatasan akses geografis rural.

Daftar 10 Provinsi ATS Jenjang SD Tertinggi 2026

Berikut adalah pemetaan sepuluh provinsi di Indonesia dengan volume anak tidak sekolah dan putus sekolah tertinggi pada jenjang SD berdasarkan data Kemendikdasmen:

  1. Jawa Barat: ~114.513 anak (Peringkat pertama nasional akibat akumulasi populasi usia sekolah yang sangat padat).
  2. Jawa Tengah: ~59.662 anak (Menempati posisi kedua nasional, atau hampir separuh dari total Jawa Barat).
  3. Jawa Timur: ~57.026 anak (Posisi ketiga, didominasi oleh wilayah pedesaan dan kawasan Madura).
  4. Sumatra Utara: ~39.553 anak (Provinsi dengan angka ATS SD tertinggi di luar Pulau Jawa).
  5. Sulawesi Selatan: ~32.584 anak (Peringkat tertinggi untuk kawasan Pulau Sulawesi dan Indonesia Timur).
  6. Riau: ~26.881 anak (Masuk jajaran atas di Pulau Sumatra akibat tantangan akses di wilayah perkebunan).
  7. Banten: ~24.110 anak (Dipengaruhi angka putus sekolah di wilayah pinggiran urban dan kawasan industri).
  8. Sumatra Selatan: ~22.450 anak (Tersebar terutama di area perairan dan wilayah dengan tantangan akses geografis).
  9. Nusa Tenggara Timur (NTT): ~19.870 anak (Mencatat kerawanan tinggi pada rasio anak yang tidak menyelesaikan kelas dasar).
  10. Aceh: ~16.795 anak (Melengkapi daftar sepuluh besar nasional untuk jenjang pendidikan dasar).

Tantangan Geografis dan Ekonomi Jadi Pemicu

Tingginya angka ATS di berbagai wilayah Indonesia umumnya dipengaruhi oleh kombinasi faktor ekonomi keluarga, tantangan geografis seperti daerah perairan dan pedalaman, hingga minimnya fasilitas sarana-prasarana transportasi sekolah.

Data ini diharapkan menjadi pijakan evaluasi bagi pemda setempat, khususnya Dinas Pendidikan di tingkat kabupaten/kota, untuk memperkuat program intervensi seperti edukasi orang tua, bantuan perlengkapan sekolah, hingga penyediaan jalur transportasi khusus anak sekolah di wilayah terpencil.***

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.