SRIPOKU.COM - Permasalahan Anak Tidak Sekolah (ATS) maupun angka putus sekolah pada tingkat pendidikan dasar masih menjadi tantangan serius bagi pemerintah.
Berdasarkan data komparatif terbaru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tahun ajaran 2025/2026, Pulau Jawa dan beberapa wilayah strategis di Sumatra masih mendominasi jumlah ATS jenjang Sekolah Dasar (SD).
Provinsi Jawa Barat menempati urutan pertama nasional dengan jumlah mencapai 114.513 anak.
Baca juga: 50 Daftar Kata Baku dan Tidak Baku Sesuai EYD V yang Sering Salah Ketik
Angka yang cukup fantastis ini dipicu oleh akumulasi populasi usia sekolah yang sangat padat di wilayah tersebut.
Sementara itu, Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) turut masuk dalam jajaran sepuluh besar nasional dengan total 22.450 anak putus sekolah di tingkat SD, di mana kasus terbanyak tersebar di kawasan perairan serta area dengan keterbatasan akses geografis rural.
Berikut adalah pemetaan sepuluh provinsi di Indonesia dengan volume anak tidak sekolah dan putus sekolah tertinggi pada jenjang SD berdasarkan data Kemendikdasmen:
Tingginya angka ATS di berbagai wilayah Indonesia umumnya dipengaruhi oleh kombinasi faktor ekonomi keluarga, tantangan geografis seperti daerah perairan dan pedalaman, hingga minimnya fasilitas sarana-prasarana transportasi sekolah.
Data ini diharapkan menjadi pijakan evaluasi bagi pemda setempat, khususnya Dinas Pendidikan di tingkat kabupaten/kota, untuk memperkuat program intervensi seperti edukasi orang tua, bantuan perlengkapan sekolah, hingga penyediaan jalur transportasi khusus anak sekolah di wilayah terpencil.***