BANGKAPOS.COM, BANGKA – Sebanyak 181 regu mengikuti rangkaian Baris Indah dan Pawai Karnaval dalam rangka HUT Ke-81 Republik Indonesia di Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan tersebut diisi baris-berbaris (PBB), drumband, hingga karnaval yang berlangsung meriah dan melibatkan peserta dari berbagai jenjang.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah daerah tetap menggelar perayaan kemerdekaan sekaligus membuka ruang perputaran ekonomi dan aksi solidaritas untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Di bawah terik matahari yang menyengat, langkah-langkah kecil para anggota drumband tetap bergerak mengikuti irama.
Seragam yang mereka kenakan mulai dibasahi keringat, namun tak membuat barisan itu kehilangan semangat saat memainkan alat musik di hadapan warga.
Dentingan simbal dan tabuhan drum berpadu dengan tiupan alat musik tiup, menciptakan irama yang menggema di sepanjang jalan. Di tengah panas yang menyengat, anak-anak itu tetap tersenyum dan menuntaskan pertunjukan hingga akhir.
Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid, bilang efisiensi anggaran tidak semestinya menjadi alasan pemerintah daerah menghentikan kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat.
Perayaan kemerdekaan tetap penting agar masyarakat dapat merasakan suasana kebersamaan dan memaknai kemerdekaan secara nyata.
Pemerintah harus tetap hadir memberikan pelayanan dan memastikan program menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
“Efisiensi itu bukan halangan kita untuk berbuat sesuatu, karena tujuannya jelas, pertama kita memeriahkan kemerdekaan Republik Indonesia,” kata dia kepada Bangkapos.com.
Menurutnya dalam rangkaian kegiatan tersebut diikuti 71 regu Baris SD Merah Putih, 39 regu Pramuka, empat regu drumband, serta 67 regu dari tingkat TK dan PAUD.
Jumlah peserta yang mencapai 181 regu membuat pelaksanaan pawai berlangsung semarak di sejumlah ruas jalan kawasan Toboali.
Kehadiran peserta dari berbagai jenjang juga membuat perayaan kemerdekaan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial pemerintah, tetapi melibatkan masyarakat secara luas.
Riza Herdavid menyebut kehadiran pemerintah di tengah masyarakat menjadi ukuran agar makna kemerdekaan benar-benar dirasakan warga.
Ia menilai pemerintah daerah harus menjadi pelayan yang baik, tidak tebang pilih, serta memastikan seluruh masyarakat memperoleh manfaat dari program yang dijalankan.
Karena itu, kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung dinilai penting untuk menjaga kedekatan antara pemerintah dan warga.
“Mari kita memaknainya, minimal kita harus betul-betul merasakan merdeka. Agar masyarakat itu betul-betul merasa merdeka, pemerintah daerahnya harus selalu hadir, selalu menjadi pelayan yang baik, tidak tebang pilih,” tegas Riza Herdavid.
Selain memeriahkan HUT RI, Pemkab Bangka Selatan melihat pelaksanaan pawai sebagai peluang menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Rute yang dilalui peserta turut melewati kawasan yang menjadi tempat aktivitas pedagang sehingga keramaian diharapkan berdampak terhadap transaksi usaha warga.
Pemerintah daerah ingin kegiatan publik seperti ini memberikan manfaat lebih luas, termasuk bagi pelaku usaha kecil yang berada di sekitar jalur pawai
Pada puncak rangkaian kegiatan, pemerintah daerah juga berencana menggalang donasi untuk membantu korban gempa bumi di NTT.
Pengumpulan bantuan akan melibatkan unsur Forkopimda, ASN, serta masyarakat Bangka Selatan melalui petugas yang membawa kotak donasi di sepanjang lokasi pawai pada 27 Agustus 2026.
Donasi tersebut akan dihimpun secara sukarela sebagai bentuk solidaritas masyarakat Bangka Selatan terhadap warga NTT yang sedang tertimpa musibah.
“Kami punya wacana untuk mengumpulkan juga donasi untuk NTT, jadi Forkopimda, ASN bersama masyarakat Bangka Selatan mungkin di tanggal 27 nanti ada petugas-petugas yang membawa kotak untuk mengambil donasi,” ungkapnya.
Riza Herdavid berharap bantuan yang terkumpul dapat sedikit meringankan beban masyarakat NTT yang terdampak gempa bumi.
Pemerintah daerah akan memastikan donasi tersebut disampaikan kepada pihak yang membutuhkan, baik secara langsung maupun melalui rekening yang ditentukan.
Dengan demikian, kemeriahan pawai kemerdekaan di Bangka Selatan juga diharapkan melahirkan aksi solidaritas bagi daerah lain yang sedang menghadapi bencana.
“Dengan harapan solidaritas dari masyarakat Bangka Selatan ini bisa sedikit membantu meringankan musibah saudara-saudara kita yang berada di NTT,” pungkas Bupati. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)