Laporan wartawan TribunJatim.com, Madchan Jazuli
TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Rasa bangga menyelimuti Tim Selawat asal Blitar dan Tulungagung.
Momen Maulid Nabi Muhammad saw di Pondok Pesantren Al-Kautsar, Desa/Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, diisi dengan Festival Selawat U-18 se-Jawa Timur.
Ketua Pelaksana Al-Kautsar Fest, Izza Humaira, mengatakan sebanyak 40 tim mengikuti festival tersebut. Setelah melalui rangkaian penilaian, sejumlah tim berhasil meraih juara pada kategori banjari dan habsyi.
"Pada kategori habsyi, Alfabait dari MA Ma'arif Blitar Udanawu berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati Fata Al-Labib dari Kediri," ujar Izza Humaira, Selasa (25/8/2026).
Baca juga: 40 Grup Pelajar Ramaikan Festival Selawat U-18 se-Jawa Timur di Trenggalek
Izza melanjutkan untuk juara ketiga diraih Miftachussa'adah dari Glenmore, Banyuwangi.
Sementara itu, Al Fikri dari MTsN 4 Nganjuk berada di posisi keempat. Lalu, Qurrata A'yun dari MTsN 1 Trenggalek sebagai juara kelima.
"Untuk kategori banjari, juara pertama diraih Ihsanul Muhibbin dari Tulungagung. Juara kedua ditempati Al Khoir dari Singosari, Malang," bebernya.
Selanjutnya, juara ketiga diraih Farodisal Jinan dari MAN 1 Kota Kediri, juara keempat Al Hidayah Ula dari MAPK Al Hidayah Nganjuk.
"Kemudian juara kelima diraih Al Amar dari MAN 1 Nganjuk," ulasnya.
Izza mengatakan panitia menyiapkan penghargaan bagi lima tim terbaik pada masing-masing kategori.
"Untuk hari ini dalam rangka U-18 kami menyiapkan terbaik satu sampai lima kategori banjari dan terbaik satu sampai lima untuk habsyi serta satu untuk The Best Jingle," terangnya.
Selain penghargaan pada kategori banjari dan habsyi, panitia juga memberikan penghargaan The Best Jingle yang diraih Syubbanunal Muatawaddiin dari Nganjuk.
Sementara itu, untuk kategori umum yang digelar pada Selasa, panitia menyiapkan penghargaan bagi juara satu hingga juara 10 serta satu penghargaan The Best Jingle.
Untuk uang pembinaan, juara pertama mendapatkan Rp 2,5 juta, juara kedua Rp 2 juta, sedangkan juara ketiga memperoleh Rp1 juta.
Izza menyebut antusiasme peserta dalam Festival Selawat Al-Kautsar Fest terus meningkat dari tahun ke tahun.
Menurutnya, peserta yang mengikuti festival tidak hanya mereka yang rutin berpartisipasi setiap tahun, tetapi juga terdapat peserta yang baru pertama kali tampil.
"Untuk antusias peserta dari tahun ke tahun alhamdulillah semakin luar biasa, terutama peserta yang masih pertama kali. Ada juga yang setiap tahun ikut," tutupnya.
Terpisah, Penanggung Jawab Festival Selawat Pondok Pesantren Al-Kautsar, Ning Aina Syukria, mengatakan festival tahun ini menghadirkan dua kategori untuk peserta pelajar, yakni banjari dan habsyi.
"Yang membedakan dari festival yang lain, biasanya kalau pelajar itu banjari ya banjari, habsyi ya habsyi. Kalau di sini kita menyatukan dari dua kategori," ujar Ning 'Aina Syukria.
Menurutnya, banjari dan habsyi sama-sama merupakan kesenian hadroh dan menggunakan alat rebana.
Namun, keduanya memiliki pakem masing-masing sehingga format penilaiannya tidak dapat disamakan.
"Karena itu, panitia membuat dua kategori penilaian yang berbeda untuk festival tingkat pelajar U-18," ulasnya.
Ning 'Aina menjelaskan, festival selawat tersebut telah berlangsung selama sekitar 12 tahun.
Kegiatan yang awalnya digelar untuk tingkat desa kemudian berkembang menjadi tingkat kabupaten, karesidenan hingga Jawa Timur.
"Tahun ini yang kita pertahankan itu kategori pelajar U-18 sama yang umum. Kenapa? Karena itu yang peminatnya paling banyak. Yang kedua, antusias dari para pesertanya juga alhamdulillah masyaallah selalu semangat," tandasnya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di TribunJatim.com