Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN – Progres pembangunan jembatan di Desa Tanjung Aur, Kecamatan Bunga Mas, Kabupaten Bengkulu Selatan, saat ini telah mencapai 83 persen.
Pantauan TribunBengkulu.com di lokasi, sejumlah bagian dari bangunan jembatan lama masih terlihat di sekitar lokasi proyek. Selama proses pembangunan berlangsung, area jembatan sebelumnya ditutup menggunakan seng sebagai pembatas sekaligus untuk menjaga keselamatan masyarakat yang melintas.
Kini, pembatas seng di sekitar jembatan mulai dibuka, sehingga kondisi dan bentuk jembatan yang baru dibangun sudah dapat terlihat secara langsung oleh masyarakat dan pengguna jalan.
Meski jembatan baru sudah terlihat dan sebagian akses telah dapat dilewati, pengguna jalan untuk sementara masih diarahkan menggunakan jembatan sementara.
Baca juga: Pembayaran Mandek Hampir Sebulan, 31 Tim Pelaksana Keluhkan Pembangunan 144 Unit KDMP Manna-Kaur
Hal ini dilakukan karena pembangunan jembatan baru belum sepenuhnya selesai dan masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus dituntaskan.
Pelaksana Kegiatan, Toni, mengatakan, pekerjaan pembangunan jembatan tersebut kini memasuki tahap penyelesaian.
“Progres pembangunan sudah mencapai 83 persen. Pekerjaan yang masih tersisa, di antaranya pengaspalan, pengerjaan bahu jalan, serta pekerjaan minor seperti pemasangan batu dan sireng untuk mencegah terjadinya longsor,” ujar Toni saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Selasa (25/8/2026).
Pengaspalan Direncanakan September
Pekerjaan pengaspalan jembatan dan jalan direncanakan mulai dilakukan pada September 2026.
“Untuk pengaspalan direncanakan pada bulan September. Untuk sementara, jalan sudah bisa dilewati hingga nanti dilakukan open traffic. Setelah kondisi jalan sudah padat dan memungkinkan, pengaspalan akan dilakukan, kemudian jembatan sementara akan dibongkar,” jelas Toni.
Selama proses pekerjaan masih berlangsung, arus lalu lintas di sekitar pembangunan jembatan tetap diberlakukan sistem buka tutup.
“Untuk jalur kendaraan masih diberlakukan buka tutup karena pekerjaan masih berlangsung. Sistem ini tetap kami gunakan agar pekerjaan bisa berjalan, sementara akses masyarakat, termasuk rombongan dari desa, tetap bisa melintas,” katanya.
Penjagaan di lokasi pembangunan dilakukan selama 24 jam untuk mengatur arus kendaraan sekaligus memastikan aktivitas pekerjaan tetap berjalan dengan aman.
“Penjagaan dilakukan selama 24 jam karena selama pekerjaan berlangsung masih diperlukan pengaturan kendaraan dan buka tutup jalur,” tambah Toni.
Seluruh masyarakat dan pengendara yang melintas di sekitar lokasi pembangunan agar meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi rambu-rambu yang telah dipasang.
“Kami mengimbau kepada masyarakat dan pengendara agar berhati-hati karena pekerjaan belum selesai 100 persen. Pengendara juga diharapkan mematuhi rambu-rambu yang sudah dipasang dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” imbaunya.
Seluruh pekerjaan pembangunan jembatan tersebut dapat diselesaikan hingga 100 persen pada akhir September 2026.
“Targetnya pekerjaan bisa selesai 100 persen sampai akhir September,” pungkas Toni.
Dengan selesainya pembangunan jembatan tersebut, akses masyarakat Desa Tanjung Aur dan pengguna jalan lainnya diharapkan dapat kembali berjalan lebih lancar dan aman.
Selama pekerjaan masih berlangsung, masyarakat diminta tetap berhati-hati serta mengikuti pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi proyek.