Bahlil Siapkan Opsi Danantara Jika Swasta Tak Masuk Proyek PLTS 100 GW
Acos Abdul Qodir August 25, 2026 07:23 PM

 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan Danantara disiapkan sebagai opsi pembiayaan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) jika tidak ada pihak swasta yang berminat atau penawarannya dinilai tidak kompetitif.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat groundbreaking program PLTS 100 GWp di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

Swasta Jadi Pilihan Awal

Bahlil mengatakan pemerintah tetap mendorong Independent Power Producer (IPP) atau produsen listrik swasta untuk mengikuti proses tender proyek tersebut.

"Saya pikir hanya itu Bapak Presiden yang perlu kami laporkan dan tim yang akan melakukan tender nantinya sesuai dengan arahan Bapak Presiden kami laporkan bahwa ini yang pertama adalah kita dorong IPP," ujar Bahlil.

Jika tidak ada swasta yang berminat atau penawarannya tidak kompetitif, Bahlil mengatakan proyek dapat diambil alih dengan pembiayaan melalui Danantara.

"Kalau harganya kompetitif kita kasih IPP. Kalau tidak kompetitif dan tidak ada yang mau, maka kita akan ambil alih untuk dikerjakan oleh pemerintah lewat Danantara dengan pembiayaan yang sesuai dengan petunjuk Bapak Presiden yang efisien, efektif, dan terjangkau," katanya.

Dengan demikian, keterlibatan IPP tetap menjadi pilihan awal, sedangkan Danantara disiapkan sebagai opsi ketika minat swasta tidak ada atau penawarannya dinilai tidak kompetitif.

Baca juga: Menko Airlangga Sebut Pembatasan Pembelian BBM Pertalite Berdasarkan Jenis Kendaraan

Tahap Awal 14 PLTS

Proyek PLTS 100 GWp akan dibangun secara bertahap selama tiga tahun.

Tahap awal mencakup 14 PLTS dengan total kapasitas 5,3 GWp.

Total investasi proyek tersebut diperkirakan mencapai 73 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.140 triliun.

Seberapa besar 100 GWp? Secara teoritis, kapasitas ini bisa menghasilkan sekitar 135 TWh listrik per tahun jika menggunakan asumsi faktor kapasitas PLTS 15,4 persen. Angka tersebut merupakan estimasi, bukan target resmi, karena produksi listrik PLTS bergantung pada sinar matahari dan kondisi pembangkit.

Jika target 100 GWp tercapai, proyek ini diproyeksikan menghemat subsidi energi hingga Rp73,9 triliun per tahun.

Program tersebut juga diproyeksikan menciptakan lebih dari 5,5 juta lapangan kerja.

Baca juga: Prabowo Targetkan Pembangunan PLTS 100 GWp Rampung dalam 3 Tahun

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.