USK Gelar Coaching untuk Pengelola Jurnal Ilmiah, Bidik Peningkatan SJR & Strategi Submit ke Scopus
Saifullah August 25, 2026 07:25 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Saifullah | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (USK) terus memperkuat kualitas publikasi ilmiah sebagai bagian dari upaya meningkatkan reputasi akademik di tingkat internasional.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang LPPM USK dan secara daring itu merupakan bagian dari Program Equity LPDP USK Tahun Anggaran 2025–2026.

Peserta berasal dari para pengelola jurnal ilmiah di lingkungan USK, baik jurnal yang telah terindeks Scopus maupun jurnal yang tengah mempersiapkan pengajuan kembali untuk memperoleh indeksasi tersebut.

Kepala LPPM USK, Prof Dr Taufiq C Dawood, SE membuka kegiatan mewakili Rektor USK.

Turut hadir Kepala Subdirektorat Reputasi Universitas, Dr Gholib, SPt, MSi, yang merupakan bagian dari Tim Equity LPDP USK.

Dalam kegiatan tersebut, USK menghadirkan Direktur Direktorat Manajemen Publikasi Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Ir Andi Dirpan, STP, MSi, PhD, sebagai narasumber utama.

Ia menjelaskan, keberhasilan sebuah jurnal dalam proses seleksi Scopus tidak hanya ditentukan oleh keberadaan sistem peer review dan konsistensi penerbitan.

Lebih dari itu, pengelola jurnal harus memperhatikan berbagai aspek yang menjadi indikator kualitas jurnal internasional.

Baca juga: Mitos Publikasi: Di Antara Scopus, Surga, dan Doa yang Tertunda  

Aspek tersebut antara lain kebijakan editorial, kualitas dan relevansi konten, reputasi jurnal, keberagaman editor dan penulis, konsistensi publikasi, hingga kualitas pengelolaan jurnal secara daring.

Menurut Prof Andi, upaya meningkatkan kualitas jurnal harus dilakukan secara menyeluruh.

Selain itu, reputasi dan tingkat keterkutipan jurnal juga perlu diperkuat melalui strategi publikasi yang tepat.

Tata kelola editorial yang profesional, kapasitas editor dan reviewer, serta konsistensi penerapan standar publikasi menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari upaya tersebut.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan sesi tanya jawab.

Para pengelola jurnal USK menyampaikan berbagai pengalaman, tantangan, serta persoalan yang dihadapi dalam proses pengelolaan jurnal dan pengajuan indeksasi Scopus.

Sesi kedua menghadirkan Wakil Kepala LPPM USK sekaligus Editor in Chief Studies in English Language and Education (SiELE) Journal, Prof Dr Yunisrina Qismullah Yusuf, SPd, MLing.

Ia membawakan materi bertajuk “Best Practices at SiELE Journal”.

Baca juga: Keren! Riset Mahasiswi USK Tembus Jurnal Scopus Q2, Hadiahnya Bebas Sidang Tesis

Dalam sesi tersebut, Prof Yunisrina membagikan pengalaman dan praktik pengelolaan SiELE sebagai salah satu jurnal yang berupaya menjaga standar publikasi internasional.

Menurutnya, editor perlu memiliki ketelitian dalam menilai argumentasi, metodologi, research gap, kontribusi penelitian, hingga konsistensi dan kejelasan bahasa.

Bahkan, aspek teknis seperti penggunaan istilah, sitasi, dan format penulisan juga perlu mendapat perhatian.

Kepala PPJI USK, Dr drh Hafizuddin, MSi bertindak sebagai moderator dalam kedua sesi kegiatan tersebut.

Melalui coaching tersebut, LPPM USK mendorong pengelola jurnal agar menjadikan indeksasi Scopus bukan semata-mata sebagai tujuan akhir.

Lebih jauh, indeksasi diharapkan menjadi bagian dari proses peningkatan kualitas jurnal secara berkelanjutan.

Baca juga: Kritik Bukan Benci: Scopus Q1, Gema Sitasi, dan Martabat Ilmu Aceh  

Kegiatan yang diikuti secara luring dan daring tersebut ditutup pada pukul 17.00 WIB, oleh pimpinan LPPM USK bersama tim PPJI dan panitia pelaksana.

Melalui kegiatan ini, USK berharap semakin banyak jurnal di lingkungan kampus mampu memenuhi standar publikasi internasional dan meningkatkan daya saing akademiknya di tingkat global.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.