TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Usai datang ke daerah Kalimantan untuk meninjau Karhutla, Presiden Indonesia, Prabowo Subianto launching PLTS di Bali.
Prabowo Subianto, launching sekaligus groundbreaking program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 1000 MWp atau 1 GWp Site Gilimanuk di Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa 25 Agustus 2026 sore.
Program ini menandakan PLTS di Bali semakin banyak. Rencananya, kapasitas PLTS di lokasi ini memiliki kebutuhan lahan sekitar 321 hektare.
Menurut pantauan di lokasi, Presiden Prabowo yang menggunakan kendaraan Garuda warna putih RI 1 melintas di sepanjang jalan utama Gilimanuk dari kawasan lapangan yang jadi landing helikopter.
Baca juga: Polemik Sistem Ekonomi Desil, Masyarakat di Bali Ajukan Sanggahan: Data di DTSEN Tidak Sesuai
Sepanjang perjalanan dari area Lapangan Gilimanuk, antusiasme masyarakat tampak riuh.
Ia disambut meriah oleh ribuan warga, siswa-siswi sekolah, hingga para pegawai yang berjejer riuh sembari mengibaskan bendera Merah Putih.
Presiden Prabowo beserta rombongan tiba di lokasi acara utama yang bertempat di kawasan Monumen Lintas Laut Gilimanuk sekitar pukul 15.14 WITA.
Ia kemudian masuk ke lokasi acara diiringi oleh jajaran sejumlah menteri Kabinet Merah Putih serta pejabat pimpinan daerah Provinsi Bali dan Kabupaten Jembrana.
Ia kemudian masuk ke ruangan utama untuk melakukan agenda dilanjutkan dengan laporan serta sambutan dari pimpinan instansi terkait, dilanjutkan dengan sambutan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Acara dilanjutkan dengan arahan serta sambutan resmi dari Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga: Prabowo Launching Program PLTS di Gilimanuk, Klaim Irit BBM dan Biaya
Sayangnya saat pelaksanaan sambutan di tengah ruangan tersebut, pihak media tak diperkenankan meliput.
Sehingga tak jelas arahan apa yang disampaikan Presiden saat itu.
Setelah seluruh rangkaian sambutan selesai, Presiden Prabowo bersama jajaran bergerak menuju lokasi groundbreaking PLTS yang berada di kawasan Hutan Bali Barat, wilayah Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana.
Disana, jajaran PLN memberikan penjelasan mengenai proyek PLTS yang dibangun di Bali Barat tersebut kepada Presiden. Presiden Prabowo kemudian sempat melihat PLTS serta Battery Energi Storage System (BESS) di kawasan tersebut. Tak lama, ia kemudian pergi meninggalkan lokasi.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah meluncurkan kebijakan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya kapasitas 100 megawatt di Provinsi Bali,”
“100 Megawatt-peak," kata Gubernur Bali, Wayan Koster usai MoU antara PLN dengan Pemprov Bali di venue PLTS di Gilimanuk, Jembrana, Selasa 25 Agustus 2026.
Menurut Koster, nantinya lahannya nanti akan ditambah lagi (diperluas) jika memungkinkan.
Saat ini, Bapak Presiden telah memberikan kebijakan, dilaksanakan oleh Bapak Menteri ESDM, dieksekusi oleh PLN, dan lokasinya di Provinsi Bali.
Dia mengakui, pihaknya sangat berbahagia, berterima kasih karena Bali memiliki kebijakan Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih yang diatur dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019.
Baca juga: Pihak Notaris Korban Dugaan KDRT Bantah Soal Perzinahan, Siap Pidanakan Penyebar Video ke Polda Bali
Jadi, hal ini sudah dirancang sejak tahun 2019 yang lalu, namun belum bisa berjalan optimal karena situasi pada saat itu kurang kondusif, Covid, dan masalah-masalah lain.
"Kali ini menemukan momentum yang tepat. Bapak Presiden, Bapak Menteri ESDM telah meluncurkan kebijakan ini dan ini akan segera bisa diwujudkan,”
“Tugas kami daerah adalah membebaskan lahan milik negara yang tidak produktif yang memang bisa difungsikan untuk hal-hal yang memberi manfaat banyak kepada masyarakat, terutama kebutuhan energi yang tertuang juga dalam Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih," katanya.
Koster melanjutkan, manfaat daripada PLTS ini tidak saja untuk memenuhi kebutuhan energi, tapi juga meningkatkan citra pariwisata Bali.
Karena Bali merupakan daerah wisata utama dunia yang perlu didukung dengan ekosistem lingkungan yang yang bersih.
"Jadi satu kebijakan itu akan berdampak pada dua atau bahkan tiga sektor yang terdampak di Bali. Jadi ini sesuatu yang sangat bermanfaat," imbuhnya.
Kemudian juga, kata dia, dengan PLTS ini akan menghentikan energi yang menggunakan bahan bakar minyak yang di Bali itu besaran mencapai 500.000 kiloliter.
Kemudian juga tidak lagi impor BBM dan biayanya jauh lebih berkurang. (*)